Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 16 Mei 2018

KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Penjara Lo Wu Correctional Institution, 15 Mei 2018


Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Konsul Kejaksaan bersama dengan Konsul Pensosbud, Konsul Muda Protokol dan Konsuler, BPKRT I dan 2 orang staf telah melaksanakan kunjungan ke penjara Lo Wu Correctional Institution dan disambut serta difasilitasi oleh Petugas Social Welfare.


Adapun jumlah Warga Negara Indonesia yang bermasalah hukum di penjara Lo Wu Correctional Institution sampai dengan saat ini terdiri dari :

a.    Tahanan          :             5 orang
b.    Narapidana     :           77 orang
                       Jumlah         :           82 orang


Selain itu, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di Penjara Lo Wu Correctional Institution . Berdasarkan pendataan ulang tersebut, tindak pidana yang dilakukan oleh para WNI dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
NO.
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
15
1
16
2
Pencurian
6
0
6
3
Pemalsuan Dokumen
6
0
6
4
ID Orang Lain
7
0
7
5
Paper Kerja
9
0
9
6
BOC (Overstay)
26
2
28
7
Lain-lain
8
2
10
TOTAL
77
5
82



Pada kesempatan tersebut Tim Citizen Service memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan pihak penjara serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di rumah tahanan.


Dalam kunjungan tersebut, kami juga membawakan beberapa barang sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti buku novel, pensil warna, tissue, majalah, shampo, lotion, dan handcream.

Secara umum seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di penjara Lo Wu Correctional Institution dalam keadaan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.

Selasa, 15 Mei 2018

KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Tai Lam Centre For Women 14 Mei 2018



Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Konsul Kejaksaan bersama dengan Konsul Tenaga Kerja, Konsul Muda Konsuler, BPKRT II dan 2 orang staf telah melaksanakan kunjungan ke penjara Tai Lam Centre for Women dan disambut serta difasilitasi oleh Petugas Social Welfare.


Adapun jumlah Warga Negara Indonesia yang bermasalah hukum di penjara Tai Lam Centre for Women sampai dengan saat ini terdiri dari .

a.    Tahanan          :           17 orang

b.    Narapidana     :           4 orang
    
     Jumlah           :           21 orang

Selain itu, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di Penjara Tai Lam Centre for Women. Berdasarkan pendataan ulang tersebut, tindak pidana yang dilakukan oleh WNI dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
NO.
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
3
8
11
2
Pencurian
0
1
1
3
Pemalsuan Dokumen
0
1
1
4
ID Orang Lain
1
0
1
5
Paper Kerja
0
1
1
6
BOC (Overstay)
0
4
4
7
Lain-lain
0
2
2
TOTAL
4
17
21



Pada kesempatan tersebut Tim Citizen Service memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan pihak penjara serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di rumah tahanan.

 Dalam kunjungan tersebut, kami juga membawakan beberapa barang sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti buku novel, pensil warna, tissue, majalah, shampo, lotion, dan handcream.


Secara umum seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di penjara Tai Lam Centre for Women dalam keadaan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.

Senin, 14 Mei 2018

PMI Ditangkap Setelah Ketahuan Membeli Visa Kerja dengan Majikan Fiktif




Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa NY (34 tahun, kelahiran Kendal) telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 11  Mei 2018  bertempat di Shatin Court lantai  3 court 1.
 
Terdakwa NY datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2010 dan telah berganti beberapa kali majikan di Hong Kong dimana pada tahun 2015  Terdakwa NY telah dikenalkan dengan seseorang oleh temannya yang menawarkan untuk membeli visa kerja dengan membayar seharga HKD 30.000 (tiga puluh ribu Hong Kong dollar) dan menunggu visa di Macau.Terdakwa NY menyetujui tawaran tersebut dimana Terdakwa NY tidak pernah bekerja pada alamat yang tertera pada Kontrak Kerjanya namun yang bersangkutan tinggal bersama dengan teman laki-lakinya berkewarganegaraan Hong Kong yang berjualan Koran di daerah Stanley;

Saat Kontrak Kerja Terdakwa NY telah berakhir  pada tahun 2017, yang bersangkutan kembali ditawari oleh temannya tersebut untuk melakukan renew Kontrak dengan majikan yang sama yang tertera pada kontrak kerja yang terdahulu. Pada tanggal 3 Mei 2018 tiba-tiba datang 6 orang CID datang untuk menangkap Terdakwa NY dengan tuduhan bahwa Terdakwa NY telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu dengan membeli visa dengan majikan yang fiktif  dan kemudian Terdakwa NY langsung dibawa ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay. Setelah petugas selaesai melakukan investigasi, Terdakwa NY kemudian ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya.

Hasil Persidangan pada hari ini, Pengacara yang mewakili Terdakwa NY mengajukan permohonan bail out dengan jaminan sebesar HKD 3.000 (tiga ribu Hong Kong dollar)  namun pihak Jaksa Penuntut Umum berkeberatan dikarenakan menurut Jaksa Penuntut Umum majikan yang tertera pada Kontrak Kerja Terdakwa NY tidak pernah mempekerjakan Terdakwa NY dan pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang serius serta ada kemungkinan jika Terdakwa NY akan melarikan diri dan tidak akan kembali ke persidangan yang akan dating. Terkait dengan permohonan bail out tersebut Hakim selanjutnya memutuskan untuk menolak permohonan bail out dan menunda persidangan sampai dengan tanggal 8 Juni 2018.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong