Senin, 03 April 2017

Overstay 3 Tahun, AY Berurusan dengan Imigrasi Hong Kong

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial AY  (33 tahun asal Magetan)  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 3 April  2017 bertempat di Shatin  Court.
Terdakwa AY  pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010 untuk bekerja sebagai domestic helper  hingga  bulan Maret 2014 dan telah bekerja dengan beberapa  majikan di Hong Kong dimana majikan terakhir yang  berlokasi di daerah Shau Kei Wan kemudian telah memutuskan kontrak kerjanya namun setelah Terdakwa AY  diputus kontraknya tersebut yang bersangkutan tidak juga meninggalkan Hong Kong hingga akhirnya overstay selama 3 tahun 1 bulan.
Pada tanggal 17 Maret 2017 Terdakwa AY   ditangkap di daerah Mong Kok , saat Terdakwa AY  sedang menunggu temannya. Setelah ditangkap Terdakwa AY kemudian dibawa ke kantor polisi guna di interview ;
Pada persidangan hari ini, Terdakwa AY  mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong,  kemudian karena  Terdakwa AY  telah mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong dan  permohonan papernya sedang dalam proses maka Jaksa Penuntut Umum membatalkan tuntutannya, Hakim menyatakan bahwa meskipun tuntutannya telah dibatalkan namun bukan berarti Jaksa Penuntut Umum tidak akan menuntut lagi terhadap Terdakwa AY, hal ini tergantung dari hasil permohonan papernya yang bersangkutan dan Penuntut Umum juga masih berhak untuk menuntut kembali terhadap Terdakwa AY apabila proses papernya ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Dengan keputusan tersebut maka untuk sementara Terdakwa AY dibebaskan dari penjara sambil menunggu hasil dari permohonan papernya. 


Kamis, 30 Maret 2017

Akhirnya SMA Divonis Bebas Bersyarat

Persidangan WNI  atas nama Terdakwa berinisial SMA (32 tahun asal Wonosobo)  telah dilaksanakan pada hari Kamis   tanggal  30 Maret  2017  bertempat di Shatin Court.
Terdakwa SMA pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2011 dimana yang bersangkutan kemudian memperpanjang kontrak kerjanya dengan majikan  yang sama tetapi  bekerja hanya selama satu tahun  padahal visa kerjanya berlaku sampai dengan 27 Februari 2016 dikarenakan majikannya pindah ke Australia sehingga untuk selanjutnya Terdakwa SMA dipekerjakan oleh saudara perempuan dari majikan yang  pindah ke Australia.
Pada bulan Februari 2016 Terdakwa SMA kehilangan HKID sehingga yang bersangkutan kemudian melapor ke kantor polisi namun pada saat Terdakwa hendak membuat HKID yang baru petugas Imigrasi Wan Chai meminta Terdakwa SMA untuk datang ke Kowloon Bay guna di interogasi dikarenakan Terdakwa  SMA sudah melakukan pelanggaran Keimigrasian dimana visa nya sudah di cancel oleh majikannya yang dahulu yang pindah ke Australia tanpa sepengetahuan dari Terdakwa. Setelah dilakukan interogasi,  Terdakwa SMA diizinkan bail out dengan uang jaminan sebesar HK$ 100 (seratus Hong Kong dollar).
Pada persidangan hari ini Terdakwa SMA telah mengakui kesalahannya dan Hakim menyatakan bahwa Terdakwa SMA dinyatakan bersalah sebab telah bekerja di Hong Kong tanpa kontrak kerja dan tanpa visa kerja dari Imigrasi Hong Kong, kemudian Hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman  pidana penjara selama 2 bulan 3 minggu dengan masa percobaan selama 1 tahun, Dengan vonis tersebut maka Terdakwa SMA tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 1 tahun Terdakwa SMA  tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 1 tahun , maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 2 bulan 3 minggu   ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.

Rabu, 29 Maret 2017

OVERSTAY??? Jangan Panik!

Hasil gambar untuk JANGAN PANIK

Apa yang dimaksud dengan overstay / OS ???
Overstay / OS adalah pelanggaran terhadap peraturan ijin tinggal di suatu Negara. 

Jika Anda telah habis masa ijin tinggalnya di Hong Kong, Anda hanya diijinkan untuk tinggal selama 14 (empat belas) hari dari tanggal pemutusan kontrak kerja atau selesai kontrak.

Contoh:

Kontrak kerja Anda berakhir tanggal 30 Juni 2016, namun Anda masih diijinkan berada di Hong Kong sampai dengan tanggal 14 Juli 2016. 
Tetapi harus diingat! Pada hari terakhir yaitu tanggal 14 Juli 2016 Anda hanya diijinkan sampai dengan pukul 12 siang, setelah jam 12 siang Anda dianggap overstay / OS dan dapat dikenakan hukuman denda maupun penjara apabila Anda tertangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong.

Apa yang harus Anda lakukan apabila Anda overstay???

  1. Segera melapor ke KJRI dengan membawa dokumen-dokumen yang dimiliki (Paspor, HKID, Kontrak Kerja, dll.)
  2. Tidak perlu khawatir atau bingung bila Anda tidak mempunyai tempat tinggal selama proses "Lapor Diri di Imigrasi"
  3. Staff KJRI akan mendampingi Anda dalam proses "Lapor Diri" tersebut.
  4. Proses "Lapor Diri" ke Imigrasi akan dinyatakan selesai oleh Imigrasi Hong Kong dan pada hari yang ditentukan Anda diijinkan untuk pulang ke Indonesia.
  5. Harus diperhatikan : Anda tidak diperbolehkan untuk mengganti nama dan tanggal lahir apabila Anda berniat kembali bekerja ke Hong Kong. Karena perubahan nama dan tanggal lahir dianggap Anda telah memberikan keterangan palsu kepada petugas Imigrasi dan Anda langsung dipenjara.

Informasi Lebih Lanjut :

Hong Kong (+852) 3651 0200
Macau (+853) 2871 4012
website : KJRI HONG KONG
http://www.kemlu.go.id/hongkong/id/default.aspx
E-mail : info@cgrihk.com



Senin, 27 Maret 2017

BMI Overstay Dipenjara Karena Menjual Minuman Keras Tanpa Ijin

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MMM  (41 tahun asal Bogor),   telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal 27 Maret 2017 bertempat di Tuen Mun  Court.
Terdakwa MMM  pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan Maret   2014 dan bekerja sebagai domestic helper. Terdakwa MMM  telah berganti dua kali majikan di Hong Kong dimana  tempat majikan  yang kedua berlokasi di daerah Yuen Long.  Sebelum kontraknya berakhir Terdakwa MMM telah di putus kontrak oleh majikannya sehingga yang bersangkutan hanya bekerja selama 9 bulan, namun setelah diputus kontrak oleh majikannya tersebut Terdakwa MMM tidak juga meninggalkan Hong Kong sehingga menjadi overstay selama 2 tahun.
Pada tanggal 10 Maret 2017  Terdakwa MMM ditangkap oleh Polisi Yuen Long yang sedang menyamar dimana saat itu Terdakwa MMM sedang bekerja part time di sebuah Bar yang berlokasi di Yuen Long  dan pada saat di geledah oleh Polisi Yuen Long, ditemukan kunci utama dari  pintu Bar di kantong pakaian yang dikenakan oleh Terdakwa MMM.
Pada persidangan  hari ini Terdakwa MMM telah di dakwa  melakukan 3 tindak pidana yaitu :

  1. Terdakwa telah melanggar Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah  overstay di Hong Kong selama 2 tahun.
  2. Terdakwa telah berjualan minuman keras tanpa izin yang sah dari pemerintah Hong Kong.
  3. Terdakwa telah bekerja di Hong Kong tanpa memiliki visa kerja

Pada persidangan hari ini , pengacara mengajukan bail out kepada Hakim untuk Terdakwa MMM, namun permohonan tersebut telah ditolak oleh Hakim, dan Hakim kemudian menunda persidangan sampai dengan tanggal 26 April 2017.

Jumat, 24 Maret 2017

BMI Harus Hati-hati terhadap Barang Pemberian Majikan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MDY (35 tahun kelahiran Lampung)  telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 Maret 2017 bertempat di West Kowloon Court lantai 5 court 5.
Terdakwa MDY pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan Desember 2016  dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang berlokasi di daerah Lai Chi Kok dan hanya bekerja selama 2 bulan. Kemudian  pada tanggal 1 Maret 2017 Terdakwa MDY  dituduh telah mencuri 1 celana panjang Adidas, 3 helai pakaian, sebuah Rexona serta sepasang penutup telinga sehingga yang bersangkutan kemudian di laporkan ke polisi.
Terdakwa MDY ditangkap oleh polisi ditempat kediaman majikannya  pada hari yang sama dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi namun Terdakwa MDY tidak mengakui bahwa dirinya telah mencuri dan setelah persidangan sebelumnya Terdakwa MDY diperkenankan untuk tinggal di shelter KJRI Hong Kong.
Pada persidangan hari ini, dihadirkan 4 orang saksi yaitu Majikan Terdakwa MDY (Saksi 1), Polisi yang menangkap Terdakwa MDY (Saksi 2), adik ipar Terdakwa MDY (Saksi 3) dan nenek majikan adik iparnya (Saksi 4) untuk diambil pernyataannya terkait perkara yang sedang dihadapi oleh Terdakwa MDY.
Selanjutnya Terdakwa MDY masih tetap tidak mengakui bahwa dirinya telah melakukan pencurian atas barang bukti yang diajukan di persidangan dan kemudian Hakim memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa MDY  sampai dengan tanggal 6 April 2017.


Overstayer 4 Tahun, Masuk Penjara 16 Minggu

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SWY (30 tahun kelahiran Indramayu)   telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 24 Maret 2017 bertempat di Sha Tin Court   lantai  3 court 1 ;
Terdakwa SWY pertama kali datang ke Hong Kong pada tanggal 21 Juli 2011  dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang berlokasi di daerah Mei Foo namun pada tanggal 7 Juli 2012  Terdakwa SWY diputus kontrak kerjanya  oleh majikan sehingga Terdakwa SWY hanya diizinkan tinggal di Hong Kong sampai dengan tanggal 21 Juli 2012. Namun setelah diputus kontraknya dan keluar dari rumah majikan, yang bersangkutan tidak juga mendapatkan majikan yang baru sampai batas izin tinggalnya di Hong Kong habis sehingga yang bersangkutan akhirnya menjadi overstay di Hong Kong selama 4 tahun 7  bulan  ;
Terdakwa SWY berkeinginan untuk pulang ke tanah air sehingga yang bersangkutan datang menyerahkan diri ke kantor  Imigrasi di Kowloon Bay pada tanggal 13 Maret 2017 dan setelah diinterview serta diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa SWY diizinkan untuk bail out sambil menunggu hari     persidangannya ;
Pada persidangan hari ini, Terdakwa SWY mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SWY dinyatakan bersalah dan oleh karenanya dijatuhi hukuman dengan pidana penjara selama  16 minggu.



Kamis, 23 Maret 2017

Niat Hati Hendak Memutus Kontrak, Malah Dituduh Mencuri

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial HRL  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 Maret 2017 bertempat di Eastern  Court  lantai  5 court 3 ;
Terdakwa HRL pertama kali datang ke Hong Kong pada tanggal 21 Juli 2015   dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang berlokasi di daerah Central.  Pada suatu ketika Terdakwa HRL mengatakan kepada majikannya bahwa yang bersangkutan ingin break kontrak namun tidak lama kemudian Terdakwa HRL  justru dituduh telah melakukan pencurian barang milik majikannya yang antara lain berupa sebuah tas warna hitam,  24 buah kemeja, 1 buah celana pendek, 1 buah selendang wanita dan 4 pasang sepatu, 22 buah jeruk, 3 buah mangga dan 2 lembar uang kertas HKD 500  dimana ibu dari majikan mengaku telah menulis nomor seri dari uang kertas itu pada secarik kertas kecil ;
Terdakwa HRL ditangkap oleh polisi ditempat kediaman majikannya kemudian dibawa ke kantor polisi untuk di interview dan selanjutnya Terdakwa HRL ditahan di penjara Tailam Centre for Women namun pada persidangan pertama yang bersangkutan diizinkan oleh Hakim untuk bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 800 (delapan ratus Hong Kong dollar) yang kemudian Terdakwa HRL di tampung di Lembaga Christian Action ;  
Pada persidangan hari ini, Terdakwa HRL tidak mengakui kesalahannya dan Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi yaitu ibu kandung dari majikan laki laki dimana  pada saat Jaksa Penuntut Umum menanyakan beberapa pertanyaan dan dijawab oleh saksi namun Hakim merasa ada hal yang tidak beres dengan kontrak kerja Terdakwa HRL yaitu dalam kontrak kerja tertera bahwa Terdakwa dipekerjakan di sebuah rumah dengan alamat A, namun dakwaan yang dituduhkan kepada Terdakwa HRL yaitu telah melakukan pencurian di rumah dengan alamat B. Hakim menanyakan bagaimana hal ini bisa terjadi dan saksi menyatakan bahwa  rumah yang beralamatkan di A dan B adalah sama milik dari majikan Terdakwa HRL, hanya saja Terdakwa HRL bekerja di rumah yang beralamatkan A tetapi tidur di rumah yang beralamatkan di B.
Berdasarkan fakta tersebut, Hakim meminta agar Jaksa Penuntut Umum dan Pengacara untuk memeriksa lebih seksama berkaitan dengan kontak kerja Terdakwa HRL dengan pihak  Imigrasi Hong Kong.  Setelah Hakim menyampaikan hal tersebut, selanjutnya Jaksa Penuntut Umum menyatakan mencabut  semua tuntutannya terhadap Terdakwa HRL sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa HRL dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan. Disamping itu Hakim juga memutuskan semua barang bukti yang yang dituduhkan telah dicuri oleh Terdakwa HRL dikembalikan kepada yang bersangkutan dan hanya dua lembar uang kertas HKD 500 yang dikembalikan kepada majikan. 
Berkaitan dengan hasil persidangan sebagaimana tersebut di atas maka pada kesempatan ini kami mengusulkan kiranya untuk majikan dari Sdri. HRL dapat dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam daftar blacklist.