Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 24 Mei 2018

PMI Disidang Setelah Ditangkap di Causeway Bay dengan Tuduhan Berjualan Taplak Meja dan Minuman



Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa TK (45 tahun, kelahiran Ponorogo ), telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2018 bertempat di Shatin  Court  lantai 6 court 7.


Terdakwa TK datang ke Hong Kong pada  bulan Desember 2016 dan bekerja sebagai domestic helper  dimana sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih bekerja dengan majikan yang sama yang  berlokasi di daerah Aplei Chau. Pada tanggal 20 Mei 2018 saat menikmati hari libur,  tiba tiba Terdakwa TK   ditangkap oleh Petugas Imigrasi di daerah  Causewaybay dengan tuduhan bahwa Terdakwa TK telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu yang bersangkutan telah berjualan  taplak meja dan minuman  tanpa izin yang sah mengingat Terdakwa TK  diizinkan berada di Hong Kong hanya untuk bekerja sebagai domestic helper, sehingga Terdakwa TK  kemudian di bawa ke Kantor Imigrasi Kowloon Bay untuk diperiksa dan di interview.  Selanjutnya Terdakwa TK ditahan di kantor Imigrasi di Kowloon Bay sampai dengan menunggu hari persidangannya.


Adapun hasil persidangan pada hari ini telah di bacakan tuduhan terhadap Terdakwa TK yang telah berjualan taplak meja dan minuman di daerah Causewaybay dan tuduhan bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong. Mengingat bahwa Terdakwa TK masih memiliki majikan dan masih bekerja untuknya, maka  Pengacara menyampaikan kepada Hakim untuk mengajukan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar). Menanggapi permohonan dari pihak Pengacara tersebut Hakim menyetujuinya dan  mengizinkan Terdakwa TK untuk bailout dengan membayar jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus hongkong dollar) dengan persyaratan bahwa Terdakwa TK  diwajibkan untuk melapor diri setiap hari minggu ke kantor polisi di Aplei Chau  sampai menunggu persidangan selanjutnya yang akan di tunda sampai dengan tanggal 20 Juni 2018.

Jumat, 18 Mei 2018

PMI Overstayer Dihukum 15 Bulan Penjara setelah Tertangkap Bekerja di Restoran




Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa berinisial AS (41 tahun, kelahiran Lampung) telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal  17 Mei 2018  bertempat di Shatin Court lantai 3 court 3.
 
Terdakwa AS datang ke Hong Kong pertama kali pada tahun 2015. Terdakwa AS telah 2 kali berganti majikan di Hong Kong dan majikan yang terakhir berlokasi di daerah Tsuen Wan. Namun, sebelum kontrak kerjanya berakhir dengan majikan, Terdakwa AS telah diputus kontrak pada bulan Mei 2017. Karena Terdakwa AS masih berkeinginan untuk mencari kerja di Hong Kong, namun sampai batas izin visa nya habis di Hong Kong yang bersangkutan masih berada di Hong Kong dan Yang bersangkutan pun akhirnya menjadi overstay selama 4 bulan.Terdakwa AS kemudian mengajukan paper, namun papernya belum mendapat persetujuan dari Kantor Imigrasi, sehingga Terdakwa AS masih harus tetap datang untuk melapor diri ke kantor Imigrasi di Kowloon Bay.


Pada tanggal 26 April 2018 saat Terdakwa AS  beserta dengan WNI lainnya yang berinisial RS  sedang bekerja di sebuah restaurant China yang berlokasi di Taipo, terdapat pemeriksaan oleh polisi setempat dan pada saat diperiksa ternyata Terdakwa AS adalah seseorang yang diperintah kan untuk dideportasi karena Terdakwa AS telah lalai dan tidak datang untuk melapor diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay  dan diketahui bahwa Terdakwa AS telah overstay di Hong Kong selama 4 bulan. Pada saat tertangkap, Terdakwa AS sedang mencuci piring di dapur. Terdakwa AS di tangkap dan dibawa ke kantor polisi di Taipo dan setelah dilakukan pemeriksaan yang lebih lanjut kemudian, Terdakwa AS dibawa untuk  ditahan di rumah tahanan di Tailam Centre for Women sambil menunggu persidangan yang akan datang.


Hasil persidangan pada hari ini setelah di bacakan dakwaan terhadap Terdakwa AS, Terdakwa pun mengakui kesalahan bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong, yaitu telah overstay dan telah bekerja di sebuah Restaurant China di Taipo. Maka kemudian, Hakim menyatakan bahwa Terdakwa AS telah bersalah dan oleh karenanya Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 15 bulan.

Rabu, 16 Mei 2018

KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Penjara Lo Wu Correctional Institution, 15 Mei 2018


Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Konsul Kejaksaan bersama dengan Konsul Pensosbud, Konsul Muda Protokol dan Konsuler, BPKRT I dan 2 orang staf telah melaksanakan kunjungan ke penjara Lo Wu Correctional Institution dan disambut serta difasilitasi oleh Petugas Social Welfare.


Adapun jumlah Warga Negara Indonesia yang bermasalah hukum di penjara Lo Wu Correctional Institution sampai dengan saat ini terdiri dari :

a.    Tahanan          :             5 orang
b.    Narapidana     :           77 orang
                       Jumlah         :           82 orang


Selain itu, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di Penjara Lo Wu Correctional Institution . Berdasarkan pendataan ulang tersebut, tindak pidana yang dilakukan oleh para WNI dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
NO.
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
15
1
16
2
Pencurian
6
0
6
3
Pemalsuan Dokumen
6
0
6
4
ID Orang Lain
7
0
7
5
Paper Kerja
9
0
9
6
BOC (Overstay)
26
2
28
7
Lain-lain
8
2
10
TOTAL
77
5
82



Pada kesempatan tersebut Tim Citizen Service memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan pihak penjara serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di rumah tahanan.


Dalam kunjungan tersebut, kami juga membawakan beberapa barang sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti buku novel, pensil warna, tissue, majalah, shampo, lotion, dan handcream.

Secara umum seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di penjara Lo Wu Correctional Institution dalam keadaan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.

Selasa, 15 Mei 2018

KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Tai Lam Centre For Women 14 Mei 2018



Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Konsul Kejaksaan bersama dengan Konsul Tenaga Kerja, Konsul Muda Konsuler, BPKRT II dan 2 orang staf telah melaksanakan kunjungan ke penjara Tai Lam Centre for Women dan disambut serta difasilitasi oleh Petugas Social Welfare.


Adapun jumlah Warga Negara Indonesia yang bermasalah hukum di penjara Tai Lam Centre for Women sampai dengan saat ini terdiri dari .

a.    Tahanan          :           17 orang

b.    Narapidana     :           4 orang
    
     Jumlah           :           21 orang

Selain itu, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di Penjara Tai Lam Centre for Women. Berdasarkan pendataan ulang tersebut, tindak pidana yang dilakukan oleh WNI dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
NO.
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
3
8
11
2
Pencurian
0
1
1
3
Pemalsuan Dokumen
0
1
1
4
ID Orang Lain
1
0
1
5
Paper Kerja
0
1
1
6
BOC (Overstay)
0
4
4
7
Lain-lain
0
2
2
TOTAL
4
17
21



Pada kesempatan tersebut Tim Citizen Service memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan pihak penjara serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di rumah tahanan.

 Dalam kunjungan tersebut, kami juga membawakan beberapa barang sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti buku novel, pensil warna, tissue, majalah, shampo, lotion, dan handcream.


Secara umum seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di penjara Tai Lam Centre for Women dalam keadaan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong