Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 31 Maret 2016

Overstayer, Penjara atau Pulang?

Persidangan Warga Negara Indonesia yang menjadi pekerja migran di Hong Kong berinisial EP dengan nomor kasus STCC 1102/2016  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Sha Tin Court.
Terdakwa EP pada tanggal 25 Maret 2016 telah ditangkap di daerah Kowloon atas tuduhan telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong dan telah melewati  batas tinggal yang telah ditetapkan oleh Imigrasi Hong Kong.
EP datang ke Hong Kong sebagai domestic helper dengan visa izin tinggal berlaku sampai dengan tanggal 30 April 2015. Setelah kontrak kerjanya habis, sampai dengan batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan belum mendapatkan majikan yang baru dan Terdakwa tidak meninggalkan Hong Kong hingga akhirnya overstay di Hong Kong selama 10 bulan.
Dalam persidangannya Terdakwa mengakui bahwa dirinya telah overstay di Hong Kong selama 10 bulan sehingga  Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman percobaan selama 4 (empat) minggu sehingga yang bersangkutan tidak perlu menjalani hukuman tersebut dan harus segera meninggalkan Hong Kong.  Apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dan melakukan kesalahan, maka Hakim akan menjatuhkan hukuman 4 (empat) minggu ditambah dengan hukuman kesalahannya yang baru.

Persidangan NR Kembali Ditunda

Persidangan lanjutan seorang Pekerja Migran Indonesia atas Terdakwa yang berinisial NR dengan nomor kasus STCC 385/2016  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Sha Tin. 
Terdakwa NR yang dituduh telah melakukan pemalsuan dokumen (paspor) ketika pihak Imigrasi Hong Kong menemukan adanya perbedaan data tahun kelahiran pada paspornya sehingga visa kerja tersebut tidak dapat diproses dan hal ini yang menyebabkan pihak Imigrasi Hong Kong memberikan pernyataan bahwa yang bersangkutan telah overstay di Hong Kong terhitung sejak tanggal 3 November 2015, sebab visa kerjanya hanya berlaku sampai dengan tanggal 2 November 2015.
Meskipun NR didakwa dengan perkara pidana namun saat ini NR masih bekerja pada majikannya di daerah Tuen Mun.
Pada persidangan sebelumnya yang dilaksanakan tanggal 25 Januari 2016, NR telah dikenakan 6 tuduhan, diantaranya:
  1. Pada tanggal 2 Juni 2008, NR telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AL 272887;
  2. Pada tanggal 2 Juni 2008 NR, telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong;
  3. Pada tanggal 9 September 2011, NR telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AP 244469;
  4. Pada tanggal 9 September 2011, NR telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong;
  5. Pada tanggal 4 Januari 2015, pada saat kedatangan ke Hong Kong telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AP 244469;
  6. Pada tanggal 4 Januari 2015, NR telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong.
Pada persidangan tersebut Hakim memutuskan untuk menunda kembali persidangannya sampai dengan tanggal 8 Juli 2016.

Jumat, 25 Maret 2016

Akibat Kerja Part Time, WS Dipenjara

Persidangan lanjutan WNI atas nama Terdakwa WS (43 tahun) dengan nomor kasus STCC 769/2016  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2016 bertempat di Sha Tin Court.
Bahwa Terdakwa WS datang pertama kali ke Hong Kong untuk bekerja sebagai Domestic Helper pada tanggal 14 November 2015 dengan kontrak kerja nomor K 396597. Selanjutnya pada tanggal 1 Maret 2016 petugas Imigrasi Hong Kong mengadakan operasi di daerah Sai Wan dan mendapatkan Terdakwa sedang bekerja di sebuah laundry  dimana petugas Imigrasi Hong Kong kemudian meminta Terdakwa untuk menunjukkan Hong Kong ID-nya sehingga diketahui bahwa Terdakwa adalah seorang Domestic Helper. Karena dianggap telah melakukan pelanggaran, maka Terdakwa kemudian ditangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong dan dilakukan wawancara pada tanggal 1 dan 2 Maret 2016 dimana Terdakwa terus terang mengakui bahwa pada hari libur yang bersangkutan bekerja di laundry dengan upah sebesar HKD 200. Berdasarkan hasil persidangan hari ini, Terdakwa dituduh telah melanggar peraturan keimigrasian yang seharusnya hanya bekerja sebagai domestic helper namun Terdakwa juga bekerja di sebuah tempat laundry.
Dalam persidangannya tersebut, Terdakwa WS telah mengakui tuduhan tersebut sehingga Hakim selanjutnya langsung menjatuhkan hukuman penjara kepada Terdakwa selama 3 (tiga) bulan, namun karena Terdakwa telah mengakui dan tidak mempersulit jalannya persidangan, maka Hakim memberikan potongan 1/3 sehingga hukuman yang harus dijalaninya hanya 2 (dua) bulan.

Kamis, 24 Maret 2016

DSK Dipenjara Akibat Kerja Tidak Sesuai Kontrak Kerja


Seorang WNI berinisial DSK (43 tahun) yang berstatus sebagai Pekerja Migran Indonesia menjadi Terdakwa  di Pengadilan Sha Tin dengan nomor kasus STCC 868/2016  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 Maret 2016. 
Terdakwa DSK sejak tanggal 6 April 2015 telah bekerja di daerah Cheung Cau dan dipekerjakan di sebuah rumah makan yang bernama Ning Hong Cafe milik majikannya.
Pada tanggal 8 Maret 2016 yang bersangkutan didatangi oleh  4 (empat) orang polisi Hong Kong yang menyamar dengan berpakaian preman dan menanyakan Hong Kong ID lalu menginterogasinya. Akhirnya yang bersangkutan beserta majikannya dibawa ke kantor polisi untuk dilakukan wawancara dimana  DSK selanjutnya ditahan di kantor polisi selama 2 (dua) hari. DSK kemudian dipindahkan ke penjara Tai Lam Centre for Woman selama 3 (tiga) hari.
Setelah mengikuti persidangan di Pengadilan Sha Tin pada tanggal 13 Maret 2016, DSK selanjutnya dimasukkan ke penjara Lo Wu sampai tanggal 22 Maret 2016.
Pada tanggal 23 Maret 2016 telah dilakukan persidangan terhadap DSK di Pengadilan Sha Tin dan yang bersangkutan mengakui kesalahannya yang telah melanggar peraturan keimigrasian Hong Kong sehingga Hakim memperkenankan yang bersangkutan  untuk bail out  dengan uang jaminan HKD 10 dan saat ini tinggal di shelter KJRI Hong Kong. Persidangan selanjutnya akan digelar kembali pada tanggal 1 April 2016.

Selasa, 22 Maret 2016

Indonesia Perlu Belajar kepada Hong Kong


 

Independent Commission Against Corruption (KPK Hongkong) bertemu Kejaksaan Agung untuk menjalim kerja sama dalam bentuk pelatihan dan tukar menukar informasi dalam rangka memberantas korupsi.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan di Jakarta, Kamis (17/3/2016), korupsi telah menjadi kejahatan lintas negara yang memerlukan kerja sama dengan negara-negara lain terkait pertukaran informasi dan strategi dalam pemberantasan korupsi.
Hongkong, kata Prasetyo berhasil memberantas korupsi karena adanya kemauan politik yang kuat dan dukungan pemerintah Hongkong yang begitu besar.
Prasetyo juga menganggap sistem penegakan hukum di Hongkong tidak tumpang tindih dalam penanganan perkara oleh aparat penegak hukumnya. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini Indonesia bisa menekan angka korupsi.

Kerjasama Indonesia - Hong Kong







Senin, 21 Maret 2016

Kerjasama Kejaksaan Agung RI dengan ICAC Hong Kong


Kunjungan kerja Commissioner Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hong Kong 17 Maret 2016 bersama dengan beberapa pejabat ICAC Hong Kong ke Indonesia yang merupakan salah satu tindak lanjut dari pertemuan antara Chief Executive of Hong Kong SAR dengan Presiden Joko Widodo pada bulan September 2015, dimaksudkan untuk melakukan pertemuan dengan beberapa stakeholder di Indonesia dalam rangka mengembangkan hubungan kerjasama yang lebih erat antara Hong Kong dan Indonesia khususnya terkait dengan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi

Jumat, 18 Maret 2016

KPK Hongkong-Kejagung Kerja Sama Berantas Korupsi


Independent Commission Against Corruption Hong Kong (KPK Hongkong) bertemu Kejaksaan Agung untuk menjalin kerja sama dalam bentuk pelatihan dan tukar menukar informasi dalam rangka memberantas korupsi.
Foto bersama KPK Hong Kong saat mengunjungi Kejaksaan Agung RI, 17 Maret 2016

KPK Hong Kong Kunjungi Kejagung

KPK Hong Kong Kunjungi Kejagung Hari Ini
Kejaksaan Agung menerima kunjungan Commissioner Independent Commission of Anti Corruption (ICAC) Hong Kong Mr Simon YL Peh beserta delegasi di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta pada pukul 11.00 WIB, Kamis (17/3). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia -- Kejaksaan Agung menerima kunjungan Commissioner Independent Commission of Anti Corruption (ICAC) Hong Kong Mr Simon YL Peh beserta delegasi di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta pada pukul 11.00 WIB, Kamis (17/3).

Kedatangan ICAC Hong Kong ini dikatakan Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Amir Yanto dalam rangka menjalin hubungan bilateral antar sesama badan penegak hukum.

Pertemuan bilateral Jaksa Agung Muhammad Prasetyo bersama Mr Simon YL Peh hari ini difokuskan untuk membahas persoalan sistem penyidikan yang diterapkan di Kejaksaan Agung.

“Nanti delegasi tersebut juga akan mengunjungi Gedung Bundar, sekaligus menemui jajaran Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung,” kata Amir Yanto di Jakarta

Pada tahun 1970-an, korupsi menjadi masalah krusial di Hongkong. Budaya korupsi yang mengakar pada para pemegang kekuasaan di berbagai institusi baik negara maupun swasta Hongkong akhirnya mendorong lahirnya badan independen pemberantas korupsi Hongkong yang lebih dikenal dengan ICAC (Independent Commission Against Corruption) pada tahun 1974.

Sejak terbentuk, ICAC fokus untuk memberantas korupsi di Hongkong. Salah satunya korupsi yang mengakar di tubuh kepolisian Hongkong. ICAC berhasil menangkap Kepala Kepolisian Hongkong Peter Godber yang dinyatakan terlibat korupsi dengan menyembunyikan 4,3 juta dollar Hongkong dan 600.000 dollar AS di rekeningnya di luar negeri.

Sejak saat terjadi penurunan kasus korupsi di badan kepolisian Hong kong hingga 70 persen. Dari 1.443 laporan pada 1974, menjadi 446 laporan pada 2007. Hongkong menjelma menjadi negara terbersih kedua di Asia berdasarkan Indeks Persepsi Korupsi (CPI).

Dengan diselenggarakannya pertemuan yang bisa berkembang menjadi bentuk kerjasama bilateral ini diharapkan bisa meningkatkan sistem Pemberantasan dan penanganan kasus korupsi di Indonesia. (bag)
 
Sumber: CNN Indonesia
(Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Kamis, 17/03/2016 13:05 WIB)

KPK Hongkong-Kejagung Kerja Sama Berantas Korupsi


 

Independent Commission Against Corruption (KPK Hongkong) bertemu Kejaksaan Agung untuk menjalim kerja sama dalam bentuk pelatihan dan tukar menukar informasi dalam rangka memberantas korupsi.
Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan di Jakarta, Kamis (17/3/2016), korupsi telah menjadi kejahatan lintas negara yang memerlukan kerja sama dengan negara-negara lain terkait pertukaran informasi dan strategi dalam pemberantasan korupsi.
Hongkong, kata Prasetyo berhasil memberantas korupsi karena adanya kemauan politik yang kuat dan dukungan pemerintah Hongkong yang begitu besar.
Prasetyo juga menganggap sistem penegakan hukum di Hongkong tidak tumpang tindih dalam penanganan perkara oleh aparat penegak hukumnya. Diharapkan dengan adanya pertemuan ini Indonesia bisa menekan angka korupsi.

Bilateral Indonesia - Hong Kong


Jaksa Agung HM Prasetyo berbincang dengan Komisioner ICAC Hongkong Mr. Simon Y.L.Peh, Jakarta, Kamis (17/3). Dalam Kunjungan bilateral tersebut membahas permasalahan korupsi yang di tangani oleh kejagung dll. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Jaksa Agung: Indonesia Perlu Belajar dari KPK Hong Kong

By Nafiysul Qodar on 17 Mar 2016 at 20:19 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo menerima kunjungan Independent Commission Against Corruption (ICAC) Hong Kong. Lembaga serupa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Tanah Air ini datang untuk melakukan diskusi terkait pemberantasan korupsi.

Menurut Prasetyo, Indonesia harus banyak belajar pada ICAC Hong Kong terkait pemberantasan korupsi. ‎Mereka dianggap sukses membuat negaranya bersih dari tindak pidana korupsi.

"‎Nampaknya memang Indonesia perlu banyak belajar dari KPK Hong Kong. Mereka sudah banyak pengalaman dari negara yang awalnya marak korupsi dan sekarang sudah dinilai sangat bersih," ujar Prasetyo di kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (17/3/2016).

Prasetyo menuturkan, banyak hal yang perlu dicontoh oleh lembaga penegak hukum di Indonesia dari ICAC Hong Kong dalam memberantas korupsi. Di Hong Kong, kata dia, dukungan pemerintah sangat tinggi dalam memberantas korupsi.

"Kalau di Hong Kong itu political will-nya, dukungan pemerintah begitu besar untuk memberantas korupsi, begitu pun dukungan dana juga banyak," tutur dia.

Dia tak menyebut bahwa dukungan pemerintah Indonesia lemah dalam hal pemberantasan korupsi. Kendati, dia berharap agar alokasi dana untuk memberantas korupsi lebih diperhatikan.

"‎Saya tidak boleh komentar itu, yang pasti mereka menyampaikan bahwa yang membuat pemberantasan korupsi di Hong Kong berhasil adalah karena begitu kuat political will.‎ (Terkait dana besar) kita berharap juga begitu," papar Prasetyo.

Hal lain yang membuat ICAC Hong Kong sukses adalah karena tidak adanya overlapping atau tumpang tindih antar penegak hukum dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi. Menurut Prasetyo, pembagian tugas antar penegak hukum di Hong Kong sangat jelas.

"Selagi ketiga aparat penegak hukum kita (Polri, Kejaksaan, dan KPK) itu bersinergi dan punya pemahaman, pola pikir, pola sikap, dan pola tindakan yang sama, tentu hasilnya akan maksimal," ujar Prasetyo.

Rabu, 09 Maret 2016

Tindak Pidana Pencurian

SNM Akui Perbuatannya Gunakan Kartu Kredit Majikan

Sidang lanjutan terkait kasus tindak pidana pencurian yang melibatkan seorang WNI yang menjadi Terdakwa berinisial SNM kembali digelar pada hari Selasa tanggal 8 Maret 2016 bertempat di Pengadilan District.
Pada persidangan tersebut dibacakan kembali 6 tuduhan perkara terhadap Terdakwa SNM yang telah melakukan pencurian dengan menggunakan kartu kredit milik majikannya. Pada persidangan tersebut Terdakwa SNM akhirnya mengakui seluruh perbuatannya yaitu telah dengan sengaja menggunakan kartu kredit majikannya untuk kepentingan pribadinya.
Sebagai kelanjutan penanganan perkara atas Terdakwa SNM tersebut, maka Hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai tanggal 8 April 2016 dan Terdakwa tetap ditahan di Penjara Lo Wu.

Selasa, 08 Maret 2016

Permasalahan Keimigrasian

DM Akan Persiapkan Saksi
Gambar: www.dushi.ca
Persidangan lanjutan atas WNI yang melibatkan Terdakwa DM kembali digelar pada hari Senin tanggal 7 Maret 2016 yang bertempat di Pengadilan Sha Tin.
KJRI Hong Kong yang diwakili oleh Fungsi Kejaksaan dan Fungsi Imigrasi turut mendampingi persidangannya.
Pada persidangan tersebut, pihak Terdakwa yang diwakili pengacaranya mengajukan permohonan agar sidang dapat ditunda mengingat pihaknya akan mempersiapkan terlebih dahulu saksi yang akan memberikan keterangan dalam persidangannya.
Hakim menyetujuinya untuk menunda persidangan Terdakwa DM sampai 3 Juni 2016.

Senin, 07 Maret 2016

Unjuk Rasa

Aliansi Migran Progresif Hong Kong (AMP HK) 
Perkumpulan dari gabungan beberapa organisasi buruh migran Indonesia yang berada di Hong Kong yang menamakan dirinya Aliansi Migran Progresif Hong Kong (AMP HK) pada hari Minggu tanggal 6 Maret 2016 sekitar pukul 14.00 melakukan aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional dengan petisi sebagai berikut:
  1. Tolak segala bentuk pelecehan dan kekerasan terhadap perempuan
  2. Terapkan jam kerja BMI menjadi 8 jam sehari / 40 jam seminggu
  3. Naikkan upah BMI 50%
  4. Hapus semua biaya penempatan BMI di luar negeri
  5. Berikan jaminan sosial bagi BMI dan keluarganya secara gratis
  6. Tetapkan 5 hari kerja bagi BMI
  7. Bebaskan BMI untuk proses Kontrak Kerja Mandiri
  8. Selamatkan RITA dan semua BMI di luar negeri dari hukuman mati
  9. Hapus UUPPTKILN No. 39/2004
  10. Sahkan UU PRT dan UU Perlindungan BMI
  11. Stabilkan harga-harga kebutuhan pokok bagi rakyat
  12. Bangun industri nasional yang kuat
  13. Laksanakan reformasi agraria sejati

Pelanggaran Ijin Tinggal

Overstay

Overstay dan kerja illegal adalah dua kasus yang paling umum terjadi pada “pelanggaran ijin tinggal”. Secara umum, pekerja rumah tangga asing overstay jika ia tinggal melebihi batas akhir visa mereka. Dalam kasus kontrak yang diputus sebelum berakhirnya visa, ia akan menghadapi dua situasi:
1. Jika sisa visanya lebih dari dua minggu, maka secara otomatis akan dipotong menjadi 14 hari terhitung mulai dari hari majikan memintanya untuk meninggalkan tempat kerja.
Untuk ini, dia harus melapor kepada Departemen Imigrasi sebelum masa berlaku dua minggu visanya berakhir.
2. Ketika sisa visanya kurang dari dua minggu, dia bisa tinggal di Hong Kong hanya sampai hari terakhir masa berlaku visanya. Tidak ada perpanjangan visa secara otomatis untuk 14 hari. Pada kasus ini, maka dia harus melapor pada Departemen Imigrasi sebelum visanya berakhir.
Dalam situasi dimana paspor tidak dipegang oleh pemilik, katakan ditahan oleh lembaga pinjaman uang, mereka tetap harus melapor dan memberitahu Departemen Imigrasi bahwa paspor mereka ditahan oleh lembaga yang disebutkan tadi. Setidaknya, anda telah menunaikan tanggung jawab anda untuk menunjukan diri dan menjelaskan ke pihak imigrasi status visa anda.
Tetapi bagaimanapun mengambil kembali paspor harus dilakukan karena imigrasi tidak akan mengambil langkah apapun sampai paspor ditunjukan ke mereka. Departemen Imigrasi juga bisa mengajukan kasus overstay terhadap anda jika dan ketika paspor tidak ditunjukkan ke mereka sebelum visa berakhir. Carilah bantuan ke lembaga-lembaga yang melayani pekerja migran untuk meminta saran bagaimana mendapatkan kembali paspor anda.
Jika seseorang gagal melapor, dia dapat ditangkap dan dituntut oleh Departemen Imigrasi.

KTT OKI Siapkan Deklarasi Jakarta untuk Dukung Palestina


Konferensi Tingkat Tinggi KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam OKI pada 6-7 Maret di Jakarta, membahas dukungan terhadap Palestina dalam deklarasi Jakarta.

Unjuk Rasa

Jaringan Buruh Migran Indonesia
Beberapa organisasi Buruh Migran Indonesia yang tergabung dalam Jaringan Buruh Migran Indonesia yang peduli terhadap nasib kaum perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri pada tanggal 6 Maret 2016 memberikan pernyataan sikap dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional. Mereka menyampaikan beberapa tuntuntannya di depan Kantor KJRI Hong Kong yang diantaranya adalah :
  1. Pemerintah menghentikan segala upaya merubah data WNI yang sudah di luar negeri sebelum ada MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Hong Kong;
  2. Pemerintah harus melakukan pendekatan diplomatik dengan pemerintah Hong Kong dan negara lain yang dituntut dan dipenjarakan akibat aturan ini;
  3. Kami juga menuntut agar pemerintah segera membebaskan buruh migran yang sudah divonis dan dipenjara serta dalam proses peradilan di Hong Kong tanpa syarat dan membiarkan mereka bekerja lagi pada majikannya;
  4. Segera menghapus pelarangan pindah agen dan pemberlakuan Kontrak Mandiri;
  5. Segera ciptakan undang-undang Perlindungan Sejati bagi BMI dan keluarganya;
  6. Mengkriminalkan overcharging dan menciptakan mekanisme komplain dan kompensasi bagi seluruh buruh migran korban overcharging dan pelanggaran-pelanggaran lain yang dilakukan PPTKIS;
  7. Meningkatkan pelayanan danpendampingan bagi buruh migran di luar negeri

Dialog Kebangsaan


Aku Cinta Indonesia

Pada hari Sabtu – Minggu tanggal 5 – 6  Maret 2016 bertempat di Ruang Ramayana KJRI Hong Kong telah dilaksanakan Acara Dialog Kebangsaan dengan tema “Aku Cinta Indonesia”. Acara ini terselenggara atas kerjasama KJRI Hong Kong, Mabes Polri, PBNU, Universitas Indonesia serta BNI Remittance. Sebagai narasumber dalam Acara Dialog Kebangsaan tersebut adalah Ir. Hamli (Mabes Polri), DR. KH. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU) dan DR. Mahmud Syaltout (Akademisi UI).  Sedangkan yang menjadi peserta dalam acara ini yaitu perwakilan berbagai organisasi Warga Negara Indonesia yang ada di Hong Kong.
Adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya acara ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama WNI serta untuk memupuk kembali rasa cinta Warga Negara Indonesia khususnya yang berada di Hong Kong terhadap tanah air Indonesia. Hal tersebut dipandang perlu untuk dilakukan mengingat semakin maraknya berbagai kegiatan dari Warga Negara Indonesia yang bernuansa radikalisme serta berbagai potensi terjadinya disintegrasi bangsa yang tentunya  sangat memprihatinkan bagi kita semua. Salah satu hal yang penting dalam acara Dialog Kebangsaan tersebut yaitu adanya komitmen dari seluruh peserta yang mewakili berbagai organisasi Warga Negara Indonesia di Hong Kong untuk senantiasa menjaga Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. 

Pelanggaran Keimigrasian

Persidangan WNI dalam Kasus Keimigrasian
Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa NR dengan nomor kasus STCC 385/2016  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 3 Maret 2016 bertempat di Sha Tin Court.
Dalam pendampingan persidangan lanjutan tersebut, selain dihadiri oleh Fungsi Kejaksaan juga dihadiri oleh Konsul Imigrasi mengingat kasus yang melibatkan WNI tersebut masih berkaitan dengan permasalahan keimigrasian.
Pada persidangan hari ini Pengacara Terdakwa memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan guna mempelajari kasus ini lebih lanjut mengingat pada persidangan sebelumnya bukan dia yang mendampingi Terdakwa NR. Atas permohonan yang diajukan oleh Pengacara Terdakwa tersebut Hakim menyetujui dan selanjutnya memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 30 Maret 2016.

Jumat, 04 Maret 2016

Say No To Drugs

SAY NO TO DRUGS adalah kata kiasan yang sering kita dengar ataupun kata – kata yang sering kita lihat di tempat umum, kata tersebut keluar karena semua akan peduli dengan generasi penerus bangsa yang akan menjalani masa kedepannya. Kata “SAY NO TO DRUGS” tersebut bukan saja menyinggung para pencadu narkotika tetapi kata “SAY NO TO DRUGS” juga menyinggung bagi pecandu rokok maupun di tempat umum ataupun di dalam ruang bebas rokok.
Kenapa juga harus menyinggung para pencadu rokok juga ?? karena di dalam rokok tersebut ada trekandung zat kimia NIKOTIN dan TAR, biar pun zat kimia tersebut hanya di kasih sedikit di dalam rokok tapi kalau kita terus merokok dengan 1 hari itu kita menghabiskan 3 – 4 bungkus pastinya zat kimia tersebut akan mengumpul dan memberi kencanduan kepada kita untuk merokok.
Di indonesia sendiri sebagian besar masyarakatnya adalah pecandu rokok dan di sebut juga sebagai pembuat asap terbanyak, maka dari itu keluar kata kiasan “SAY NO TO DRUGS” tapi kata yang sangat bijak dan penuh makna ini di hiraukan saja oleh para sebagian kalangan remaja  di indonesia kalau saja setiap kalangan remaja indonesia bisa mencermati kata “SAY NO TO DRUGS” ini yakinlah pada tahun ke depannya indonesia tidak lagi disebut dengan pembuat asap terbanyak.
Seperti kita artikan kata tersebut ke dalam bahasa indonesia yaitu “KATAKAN TIDAK PADA NARKOBA” maka dari itu bukan hanya rokok saja yang di singgung tapi juga narkotika, di indonesia sendiri kata NARKOTIKA  ini sudah sangat menjadi populer dan sangat di perbincangkan. Sebenarnya bahan – bahan NARKOTIKA itu adalah obat – obatan untuk kekebalan tubuh yang takaran dosisnya di ukur, tapi sayang obat – obatan itu salah di pergunakan oleh masyarakat indonesia yang khususnya pada sebagian kalangan remaja di indonesia dengan menambahkan dosis yang telah di takar oleh dokter.
Maka dari itu nama NARKOTIKA sangat di perbincangkan di indonesia karena obat – obatan NARKOTIKA itu bisa membuat orang kecanduan dan bisa juga membuat orang meninggal dunia. Jenis – jenis obat – obatan NARKOTIKA yang sering di gunakan di indonesia adalah : ganja, heroin, shabu – shabu, pil ekstasi, DLL.

TIPS – TIPS MENGHINDARI KENCANDUAN OBAT – OBATAN NARKOTIKA

  1. Dekatkan diri dengan Tuhan, perbanyaklah beribadah ( sesuai dengan agama masing-masing ).
  2. Niatkan dalam hati, bahwa diri kita tidak akan mendekati, menyentuh, apalagi memakai narkoba… walau apapun yang terjadi. 
  3. Saling berbagi dengan anggota keluarga, dalam arti kita harus memperbanyak komunikasi dengan anggota keluarga, terutama dengan kedua orang tua . Bila kita mempunyai masalah yang rumit dan tidak bisa kita atasi sendiri, sebisa mungkin ceritakan dengan anggota keluarga kita, setap masalah pasti ada jalan keluarnya. 
  4. Sedapat mungkin kita berteman dengan orang-orang yang berpikiran positif dan maju, auara serta pengaruh orang-orang seperti ini sangat bagus untuk perkembangan diri dan pola pikir kita. Bukan berarti kita berteman pilih-pilih, tetapi ibarat kata orang bijak, “Kalau ada jalan yang bagus, mengapa harus kita pilih jalan yang rusak dan penuh lubang”. Bagi yang sudah terlanjur menjadi pecandu narkoba dan punya keinginan untuk berhenti, obat yang paling mujarab selain menjalani terapi detoksinasi adalah niat serta kemauan yang kuat dari dalam diri sendiri bahwasanya kita ingin berhenti dan sembuh dari ketergantungan narkoba.
Jadi katakan tidak pada narkoba adalah kata-kata yang sangat inspiratif dan selalumengingatkan kita agar teteap waspada, dan menjaga diri dan keluarga kita dari bahaya narkoba.
 
Sumber: Dunia Remaja

Paper ( Non Refoulement Claims)

 
Berdasarkan data Imigrasi Hong Kong SAR 2013 jumlah pemohon non refoulement claims dari berbagai negara sejumlah 7.960 dan pemohon non refoulement claims asal Indonesia berjumlah 10 %  atau terdapat terdapat sekitar 796 orang Indonesia yang tidak ingin dipulangkan ke Indonesia dengan berbagai alasan. Sedangkan berdasarkan data Imigrasi Hong Kong SAR periode 2014 terdapat 9.580 pemohon dan jumlah pemohon asal Indonesia bertambah menjadi 12% atau sekitar 1.250 orang dan jumlah tersebut akan bertambah mengingat narapidana mantan TKI akan mengajukan permohonan non refoulement claims juga.
Para pemohon non refoulement claims dari Indonesia diperkirakan akan terus meningkat, oleh karena ketidakpahaman para WNI atau TKI mengenai status dari permohonan non refoulement claims tersebut.

Penipuan BMI

Jumlah Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hong Kong cukup banyak dan diperkirakan mencapai 165.000 orang dari berbagai pelosok tanah air Indonesia. Rumor yang mencuat di media adalah glamornya gaya hidup BMI Hong Kong karena tingkat upah standar yang diperoleh cukup tinggi nilainya yakni HKD 4.120,-  Inilah yang menyebabkan maraknya penipuan terhadap BMI Hong Kong yang dinilai cukup menarik perhatian para penjahat.
Dengan demikian, bagi siapa saja yang sekarang bekerja dan statusnya BMI Hong Kong disarankan untuk tetap hati-hati dan waspada atas segala jenis bujuk rayu yang menghampiri dan jangan sampai dibuat terlena oleh janji-janji palsu yang dilemparkan oleh si penjahat yang pada akhirnya akan menjerumuskan BMI Hong Kong ke lembah penyesalan yang akan sangat merugikan pribadi dan keluarganya di Indonesia.

Jaringan Narkoba


Peta Stasiun MTR Hong Kong

System Map

Sumber: MTR Hong Kong
 
Please click below to view or download the PDF file.

Station Location Maps and Layouts

Location maps showing leading hotels, shopping centres and major buildings and their nearest station exit are strategically positioned in high-profile locations on most station concourses. Station layouts are also available.
Kwun Tong Line Location Map Station Layout
Lam Tin
Kwun Tong
Ngau Tau Kok
Kowloon Bay
Choi Hung
Diamond Hill
Wong Tai Sin
Lok Fu
Kowloon Tong
Shek Kip Mei
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Tsuen Wan Line Location Map Station Layout
Tsuen Wan
Tai Wo Hau
Kwai Hing
Kwai Fong
Lai King
Mei Foo
Lai Chi Kok
Cheung Sha Wan
Sham Shui Po
Prince Edward
Mong Kok
Yau Ma Tei
Jordan
Tsim Sha Tsui
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Island Line Location Map Station Layout
Kennedy Town
HKU
Sai Ying Pun
Sheung Wan
Central
Admiralty
Wan Chai
Causeway Bay
Tin Hau
Fortress Hill
North Point
Quarry Bay
Tai Koo
Sai Wan Ho
Shau Kei Wan
Heng Fa Chuen
Chai Wan
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download


Tseung Kwan O Line Location Map Station Layout
LOHAS Park
Po Lam
Hang Hau
Tseung Kwan O
Tiu Keng Leng
Yau Tong
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Tung Chung Line & Disneyland Resort Line Location Map Station Layout
Hong Kong
Kowloon
Olympic
Nam Cheong
Lai King
Tsing Yi
Sunny Bay
Disneyland Resort
Tung Chung
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
East Rail Line Location Map Station Layout
Hung Hom
Mong Kok East
Kowloon Tong
Tai Wai
Sha Tin
Fo Tan
Racecourse
University
Tai Po Market
Tai Wo
Fanling
Sheung Shui
Lo Wu
Lok Ma Chau
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Not available
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Ma On Shan Line Location Map Station Layout
Tai Wai
Che Kung Temple
Sha Tin Wai
City One
Shek Mun
Tai Shui Hang
Heng On
Ma On Shan
Wu Kai Sha
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
West Rail Line Location Map Station Layout
East Tsim Sha Tsui
Austin
Nam Cheong
Mei Foo
Tsuen Wan West
Kam Sheung Road
Yuen Long
Long Ping
Tin Shui Wai
Siu Hong
Tuen Mun
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download
Download

Tindak Pidana Pencurian

ISU Diadili  Karena Ambil Barang Majikan
Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa ISU (26 tahun asal Lampung) dengan nomor kasus TMCC 578 /2016  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 2 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Tuen Mun.
Terdakwa ISU pertama kali datang ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper dan bekerja pada seorang majikan yang bertempat tinggal di daerah Tin Shui Wai.
Pada tanggal 14 Februari 2016  Terdakwa  ditangkap oleh Polisi  dengan tuduhan telah melakukan pencurian di rumah majikannya berupa alat-alat kosmetik milik majikan.
Pada saat diinterview oleh pihak kepolisian di rumah majikan, Terdakwa mengakui bahwa yang bersangkutan telah mengambil barang-barang kosmetik (bedak, bulu mata, dan kantong kosmetik) milik majikan tanpa seijin dari majikannya, sehingga Polisi kemudian membawa Terdakwa ke kantor Polisi Tin Shui Wai dan pada keesokan harinya Terdakwa dibebaskan dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 250 sambil menunggu panggilan dari pengadilan untuk menghadiri persidangan. Dalam persidangan pada hari ini, Hakim meminta Terdakwa untuk menambah uang jaminan menjadi HKD 500 ;
Selanjutnya mengingat Terdakwa belum memiliki Pengacara yang mendampingi dalam persidangannya, maka Hakim kemudian menunda sidang sampai dengan tanggal 23 Maret 2016.

Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika

BMI Paper Terjerat Kasus Narkotika 

Persidangan atas nama Terdakwa APW (29 tahun asal Lampung) dengan nomor kasus TMCC 498/2016  telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 1 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Tuen Mun.
Terdakwa APW pertama kali datang ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper pada bulan Agustus 2012 dan bekerja pada seorang majikan yang bertempat tinggal di daerah Central. Setelah bekerja kurang lebih selama 1 tahun kemudian yang bersangkutan di-terminate oleh majikan sampai akhirnya overstay selama 3 bulan di Hong Kon. Yang bersangkutan telah memegang paper selama 2 tahun dan bekerja di sebuah restaurant di Yuen Long.
Selanjutnya pada tanggal 18 Februari 2016 Polisi telah menggeledah kamar tempat tinggal Terdakwa dan menemukan narkotika  sebanyak 500 gram. Disamping itu Polisi juga menggeledah sebuah kamar yang terletak disamping kamar Terdakwa  dan menemukan narkotika jenis heroin sebanyak 5.600 gram dan ganja sebanyak 2.000 gram sehingga kemudian Terdakwa ditangkap oleh pihak kepolisian.
Terdakwa mengakui bahwa narkotika dengan jumlah 500 gram yang ditemukan dikamarnya adalah miliknya tetapi untuk barang yang lainnya Terdakwa tidak mengakui sebagai miliknya.
Pada persidangan tersebut, Terdakwa mengajukan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 15.000, namun Hakim menolaknya karena Terdakwa dipandang terlibat dengan kasus yang sangat serius terkait dengan penyalahgunaan narkotika. Sebagai kelanjutan penanganan kasus ini, Hakim kemudian menunda persidangannya sampai dengan tanggal 9 Maret 2016.

Kamis, 03 Maret 2016

Tindak Pidana Pencurian

EP Dituduh Majikannya Melakukan Pencurian

Pendampingan persidangan lanjutan Warga Negara Indonesia yang menjadi Terdakwa EP (kelahiran Grobogan) dengan nomor kasus KCCC 4110 /2015  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Februari  2016 bertempat di Kowloon City Court.

Terdakwa EP yang baru 2 (dua) bulan bekerja pada seorang majikan di daerah Meifoo, pada tanggal 26 Oktober 2015  Terdakwa  dituduh melakukan pencurian dengan mengambil uang majikan sebanyak 3 kali di sebuah ATM dengan jumlah total sebesar HK$ 4.500. 

Terkait dengan tuduhan yang ditujukan kepada Terdakwa tersebut pada pokoknya Terdakwa tidak mengakui semua tuduhannya tersebut karena menurut Terdakwa yang bersangkutan hanya menemani majikannya ke sebuah ATM, dan uang tersebut diberikan kepada Terdakwa oleh majikan laki-lakinya, namun anak dari majikannya tersebut yang justru melaporkan ke kantor polisi  sehingga Terdakwa EP kemudian ditangkap dan dilakukan penahanan namun dalam persidangan Hakim mengijinkan Terdakwa untuk bail out.

Narkoba Mengincar Kita

MODUS TERBARU
Yang Akan MEMBAHAYAKAN Masa Depan  Keluarga Anda
WASPADA ... WASPADALAH ....

Belakangan telah terjadi pengiriman paket dari luar negeri maupun dalam negeri ke beberapa alamat yang sengaja disalahkan untuk mengecoh petugas yang berwajib.
Jangan sekali-sekali anda mau menerima bingkisan / paket bila pengirimnya tidak di kenal, mereka lalu akan datang dengan menyamar sebagai petugas untuk mengambil kembali paket tersebut dengan alasan telah terjadi salah kirim ...!!!

KJRI Hong Kong



Consulate General of the Republic of Indonesia in Hongkong
127-129 Leighton Road, 6-8 Keswick Street, Causeway Bay Hong Kong, P. R. Tiongkok
Phone : (852) 3651 0200 
Fax : (852) 2895 0139
Email : info@cgrihk.com

Tindak Pidana Pelanggaran Izin Tinggal

Seorang Overstayer Diadili Setelah Menyerahkan Diri
KJRI Hong Kong menghadiri dan melakukan pendampingan dalam persidangan seorang Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa RW (32 tahun asal Palembang), dengan nomor kasus STCC 5015 / 2012 yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 bertempat di Shatin Court.

Terdakwa pertama kali datang ke Hongkong pada tahun 2005 dari agen PT. SMU dan bekerja di Hongkong dalam jangka waktu 6 (enam) tahun. Kemudian pada tahun 2012 terdakwa hamil anak pertama dan menjadi overstay selama 2 (dua) bulan untuk kemudian terdakwa menyerahkan dirinya dan mengajukan paper.

Pada saat disidangkan, Terdakwa sedang hamil anak kedua dari suaminya Warga Negara Pakistan yang mengajukan paper juga. Untuk agen di Hongkong terdakwa mengaku berasal dari Agen Dragon yang ternyata tidak terdaftar di KJRI.

Terkait dengan perkara atas nama Terdakwa RW tersebut, pada persidangannya Hakim memutuskan untuk menunda / melanjutkan kembali persidangan kasus ini pada tanggal 17 Mei 2016 dikarenakan proses permohonan claim refoulement dari Terdakwa masih dalam proses.

Tindak Pidana Pencurian

Sidang Lanjutan Kasus Pencurian Kembali Diundur

Persidangan lanjutan atas nama Terdakwa EP pada hari Senin tanggal 29 Februari  2016 bertempat di Kowloon City Court.
Terdakwa EP yang baru 2 (dua) bulan bekerja pada seorang majikan di daerah Meifoo, pada tanggal 26 Oktober 2015 dituduh melakukan pencurian dengan mengambil uang majikan di sebuah ATM, padahal menurut pengakuannya yang bersangkutan  mengambil uang tersebut karena disuruh majikan laki laki untuk membeli sepatu dan sisanya uangnya diberikan kepadanya.
EP tidak mengakui semua tuduhannya tersebut karena menurut Terdakwa yang bersangkutan hanya menemani majikannya ke ATM dan uang tersebut diberikan kepadanya oleh majikan laki-lakinya, namun anak dari majikannya tersebut yang justru melaporkan ke kantor polisi  pada tanggal 24 November dan  Terdakwa pada hari yang sama kemudian ditangkap dan dilakukan penahanan ;
Dalam persidangan  pada tanggal 29 Februari 2016 ini EP yang sebelumnya tidak didampingi oleh pengacara telah didampingi oleh seorang Pengacara sehingga persidangan kasus ini oleh Hakim kemudian ditunda sampai dengan tanggal 11 April 2016 untuk memberikan kesempatan kepada Pengacara Terdakwa mempelajari kasusnya dengan seksama. Disamping itu  Hakim juga mengijinkan kepada Terdakwa untuk bail out dan untuk sementara ditampung oleh Pihak Agennya di Shelternya;

Tindak Pidana Lainnya

SW Diadili karena Dituduh Kabur dari Majikan
KJRI Hong Kong melakukan monitoring dan pendampingan dalam persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa SW (32 tahun asal Malang) yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 di Shatin Law Court.
Terdakwa bekerja di Hong Kong melalui agen PEONY dengan akhir masa kontrak sampai dengan tanggal 22 November 2015. Majikan Terdakwa telah meminta terdakwa agar keluar dari rumah majikan pada tanggal 16 November 2015 sambil menunggu kedatangan pembantu yang baru tetapi terdakwa bersikeras untuk meninggalkan rumah majikan pada tanggal 9 November 2016 tanpa membawa barang-barang dan mengambil hak-haknya dikarenakan agen baru Terdakwa telah mengurus visa yang baru yang akan dikeluarkan pada tanggal 10 November 2015 dan pada tanggal tersebut terdakwa harus sudah mulai bekerja pada majikannya yang baru.
Pada tanggal 16 November 2015 agen telah menghubungi terdakwa untuk mengambil hak-haknya ke kantor tetapi setelah datang ke kantor agen tersebut hak-hak dari terdakwa ternyata  tidak diberikan.
Kemudian setelah terdakwa kerja 2 bulan pada majikan baru yang berada di wilayah Kwun Tong, terdakwa ditelepon oleh polisi Wan Chai yang menganggapnya telah kabur dari majikan sebelumnya dan telah memalsukan tanda tangan pada dokumen ( Release Letter ) karena terdakwa keluar sebelum masa  kontrak  berakhir.
Selanjutnya pada persidangan tersebut Hakim kemudian memutuskan sidang perkara atas nama Terdakwa SW untuk ditunda sampai tanggal 11 Mei 2016.

Tindak Pidana Pelanggaran Izin Tinggal

2 WNI Overstay Ditangkap 
KJRI Hong Kong melakukan pendampingan persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa UMM dan SR di Kwun Tong Court pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016.

Terdakwa SR (39 tahun asal Lumajang) datang ke Hong Kong sejak tahun 2011 dan telah bekerja selama 3 tahun. Kemudian yang bersangkutan overstay selama 1 tahun hingga akhirnya ditangkap oleh petugas pada tanggal 13 Januari 2016 di Yuen Long.

Selanjutnya Terdakwa UMM (42 tahun asal Jember) datang ke Hong Kong sejak tahun 2009 dan kemudian overstay selama 2 tahun 4 bulan sebelum menjadi pemegang paper. Yang bersangkutan ditangkap oleh petugas pada tanggal 12 Januari 2016 di Wan Chai.

Hakim menunda persidangan untuk Terdakwa UMM ditunda sampai dengan tanggal 14 Maret 2016, sedangkan persidangan untuk Terdakwa SR ditunda sampai dengan tanggal 15 Maret 2016.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong