Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 31 Maret 2016

Overstayer, Penjara atau Pulang?

Persidangan Warga Negara Indonesia yang menjadi pekerja migran di Hong Kong berinisial EP dengan nomor kasus STCC 1102/2016  telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Sha Tin Court.
Terdakwa EP pada tanggal 25 Maret 2016 telah ditangkap di daerah Kowloon atas tuduhan telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong dan telah melewati  batas tinggal yang telah ditetapkan oleh Imigrasi Hong Kong.
EP datang ke Hong Kong sebagai domestic helper dengan visa izin tinggal berlaku sampai dengan tanggal 30 April 2015. Setelah kontrak kerjanya habis, sampai dengan batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan belum mendapatkan majikan yang baru dan Terdakwa tidak meninggalkan Hong Kong hingga akhirnya overstay di Hong Kong selama 10 bulan.
Dalam persidangannya Terdakwa mengakui bahwa dirinya telah overstay di Hong Kong selama 10 bulan sehingga  Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa dinyatakan bersalah dan dikenakan hukuman percobaan selama 4 (empat) minggu sehingga yang bersangkutan tidak perlu menjalani hukuman tersebut dan harus segera meninggalkan Hong Kong.  Apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dan melakukan kesalahan, maka Hakim akan menjatuhkan hukuman 4 (empat) minggu ditambah dengan hukuman kesalahannya yang baru.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong