Kamis, 31 Maret 2016

Persidangan NR Kembali Ditunda

Persidangan lanjutan seorang Pekerja Migran Indonesia atas Terdakwa yang berinisial NR dengan nomor kasus STCC 385/2016  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 30 Maret 2016 bertempat di Pengadilan Sha Tin. 
Terdakwa NR yang dituduh telah melakukan pemalsuan dokumen (paspor) ketika pihak Imigrasi Hong Kong menemukan adanya perbedaan data tahun kelahiran pada paspornya sehingga visa kerja tersebut tidak dapat diproses dan hal ini yang menyebabkan pihak Imigrasi Hong Kong memberikan pernyataan bahwa yang bersangkutan telah overstay di Hong Kong terhitung sejak tanggal 3 November 2015, sebab visa kerjanya hanya berlaku sampai dengan tanggal 2 November 2015.
Meskipun NR didakwa dengan perkara pidana namun saat ini NR masih bekerja pada majikannya di daerah Tuen Mun.
Pada persidangan sebelumnya yang dilaksanakan tanggal 25 Januari 2016, NR telah dikenakan 6 tuduhan, diantaranya:
  1. Pada tanggal 2 Juni 2008, NR telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AL 272887;
  2. Pada tanggal 2 Juni 2008 NR, telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong;
  3. Pada tanggal 9 September 2011, NR telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AP 244469;
  4. Pada tanggal 9 September 2011, NR telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong;
  5. Pada tanggal 4 Januari 2015, pada saat kedatangan ke Hong Kong telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AP 244469;
  6. Pada tanggal 4 Januari 2015, NR telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong.
Pada persidangan tersebut Hakim memutuskan untuk menunda kembali persidangannya sampai dengan tanggal 8 Juli 2016.