Rabu, 02 Maret 2016

Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen

WNI Diadili Dalam Kasus Keimigrasian
Persidangan  WNI atas nama Terdakwa SDN telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 5 Februari  2016 bertempat di Pengadilan Shatin. Dalam pendampingan persidangan tersebut selain dihadiri oleh Fungsi Kejaksaan juga dihadiri oleh Konsul Imigrasi mengingat kasus yang melibatkan WNI tersebut masih berkaitan dengan permasalahan Keimigrasian.

Terdakwa SDN  telah dituduh melakukan pemalsuan dokumen (paspor) namun saat ini terdakwa masih bekerja  pada seorang majikan di daerah Ho Man Tin. Adapun kronologis perkara atas nama Terdakwa SDN tersebut yaitu pada saat Terdakwa datang ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper menggunakan paspor dengan identitas tahun lahir 1978 dimana paspor tersebut dibuatkan oleh PT di Indonesia. Kemudian setelah masa berlaku paspornya habis maka Terdakwa kemudian memperpanjang paspornya di KJRI Hong Kong dengan perubahan data sesuai dokumen asli yaitu tahun lahir menjadi 1979. 

Pada saat data Terdakwa diubah menjadi data yang sebenarnya, Konsul Imigrasi KJRI Hong Kong telah membuatkan surat pernyataan bahwa data Terdakwa telah diubah dan mohon agar pihak Imigrasi Hong Kong dapat bekerja sama untuk merubah data Terdakwa dan agar Terdakwa jangan dipersalahkan karena data pada paspor yang terdahulu dan yang sekarang tidak sama. Namun pada saat Terdakwa akan memperpanjang kontrak kerjanya dengan majikan dan mengurus ijin tinggal di Kantor Imigrasi Wan Chai, Terdakwa telah ditangkap dan diperiksa atas tuduhan penggunaan data palsu.

Sebagai kelanjutan dari penanganan perkara atas nama Terdakwa SDN, Hakim pada Pengadilan Shatin  menunda  kasus tersebut sampai dengan tanggal 11 Maret  2016.