Senin, 11 April 2016

BMI Paper/Overstay Selalu Jadi Target Narkoba

Persidangan lanjutan WNI atas Terdakwa SR dan SH dengan nomor kasus TWCC 3420/2015  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 April 2016 bertempat di Tsuen Wan Court.
Terdakwa SR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010 dan bekerja selama 2 tahun dengan 3 majikan dan karena tidak ada yang cocok yang bersangkutan akhirnya pergi meninggalkan majikan hingga berstatus overstay yang kemudian mengajukan paper dan sudah berjalan selama 3 tahun. Pada suatu ketika yang bersangkutan ini berkenalan  dengan seseorang berkewarganegaraan Columbia.
Sedangkan Terdakwa SH  adalah teman dari Terdakwa SR dimana suatu ketika Orang Columbia yang merupakan teman dari Terdakwa SR tersebut meminta alamat kepada Terdakwa SR untuk mengirimkan suatu barang, dan Terdakwa SR selanjutnya memberikan alamat Terdakwa SH  tanpa sepengetahuan Terdakwa SH.
Pada tanggal 19 Desember 2015, saat Terdakwa SR dan SH menerima sebuah paket yang dikirimkan melalui Pos bertempat di rumah Terdakwa SH , tiba-tiba Polisi datang dan kemudian menangkap mereka berdua yang selanjutnya memeriksa paket yang diterima tersebut dan setelah dibuka ternyata isinya adalah narkotika sebanyak 393,5 gram dengan kandungan kokain di dalamnya sebanyak 250,9 gram. Setelah pemeriksaan, pada tanggal 21 Desember 2015 kedua Terdakwa kemudian ditahan di Penjara Tai Lam Centre for Woman.
Pada tanggal 6 Januari 2016, kedua Terdakwa meminta sambungan telepon lokal kepada petugas penjara Tai Lam dan minta berbicara dengan Konsul Kejaksaan untuk meminta saran pendapat hukum terkait dengan kasus yang sedang dihadapinya.
Konsul Kejaksaan memberikan pendapat setelah mengetahui duduk perkara yang sedang dihadapi kedua Terdakwa dimana pada kenyataannya Terdakwa SH  tidak mengetahui apabila Terdakwa SR telah memberikan alamat tempat tinggalnya kepada orang Columbia untuk mengirimkan paket berisi Narkotika.
Selanjutnya Konsul Kejaksaan juga memberikan saran agar Terdakwa SR berkata jujur dan memberikan pernyataan kepada Pengacara bahwa yang bersangkutan telah memberikan alamat Terdakwa SH  tanpa seizin dan sepengetahuannya sehingga menyebabkan Terdakwa SH  turut menanggung akibat dari perbuatan Terdakwa SR. Terdakwa SR mengerti dan mengakui kesalahannya serta berjanji akan memberikan pernyataannya kepada Pengacara dari Terdakwa SH  untuk dibacakan pada saat persidangan.
Hasil persidangan pada hari ini, setelah mendengarkan dan memverifikasi pernyataan yang diberikan oleh Terdakwa SR, maka Hakim memutuskan untuk mencabut tuntutan dan tuduhan yang ditujukan kepada Terdakwa SH  selanjutnya menyatakan Terdakwa SH  bebas tanpa syarat. Sementara untuk Terdakwa SR masih harus menjalani persidangan berikutnya pada tanggal 20 Mei 2016.