Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 14 April 2016

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Overstay di Hong Kong?

PERMASALAHAN
Nama saya MAWAR (bukan nama sebenarnya), saya menjadi overstayer di Hong Kong sudah 4 tahun lebih. Sebelumnya  saya terjerat kasus hutang piutang dengan lembaga finance di sini dan karena urusannya ruwet maka saya akhirnya di-terminated oleh majikan hingga kemudian saya over stay.
Saya saat ini berstatus single parent dengan 2 orang anak dimana saya sangat menyayangi dan merindukan keluarga saya tersebut serta saya juga masih tetap mencintai Indonesia.
Yang akan saya tanyakan, bagaimanakah prosesnya agar saya bisa pulang ke Indonesia serta menyelesaikan proses hukum di Hong Kong ? Apa yang harus saya lakukan dan kemana saya meminta bantuan karena saya orang awam yang kurang mengerti tentang hukum ? Selanjutnya apabila saya harus mempertanggung jawabkan kesalahan saya tersebut, kira-kira berapa lama saya harus tinggal di penjara ?
Mohon petunjuk dan arahan dari Bapak, terimakasih.


JAWABAN / TANGGAPAN
Pertama-tama kami mengucapkan terimakasih atas kesediaan dari Mbak Mawar (bukan nama sebenarnya) untuk menyampaikan permasalahan sebagaimana tersebut di atas kepada kami. Namun sebelum kami menjawab atau menanggapi pertanyaan / permasalahan yang Mbak Mawar sampaikan tersebut tidak ada salahnya apabila kami terlebih dahulu menyampaikan hal-hal sebagai berikut  :
  • Perlu kita pahami bersama bahwa baik Indonesia maupun Hong Kong (bagian dari Republik Rakyat Tiongkok yang menganut kebijakan 1 negara dengan 2 sistem) merupakan sebuah negara yang berdaulat yang masing-masing mempunyai sistem hukumnya sendiri.  Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat, yang dibuat oleh lembaga yang berwenang dan bersifat memaksa serta berisi perintah dan larangan yang apabila dilanggar akan mendapat sanksi ;
  • Dalam sistem hukum yang berlaku universal dikenal prinsip teritorial yang menyatakan bahwa setiap negara memberlakukan hukumnya kepada setiap orang, siapapun juga baik warga negaranya sendiri maupun warga negara asing, terkecuali yang berdasarkan hukum internasional ia diberikan hak "exterritorialiteit" yakni hak untuk tunduk kepada hukum negaranya sendiri. Adapun Hak Exterritorialiteit ini hanya diberikan dan dimiliki oleh para kepala negara, korps diplomatik, konsul, pasukan asing dan atau wakil badan-badan internasional ;
Berdasarkan hal tersebut di atas maka sebagai orang yang saat ini tinggal di luar negeri dalam hal ini Hong Kong maka kita juga diharuskan tunduk dan taat pada aturan hukum yang berlaku di Hong Kong. Selanjutnya terkait dengan permasalahan yang Mbak Mawar sampaikan tersebut pada kesempatan ini dapat kami jelaskan sebagai berikut  :
1)        Yang dimaksud over stay adalah setiap orang asing yang berada di wilayah suatu Negara telah melampaui batas waktu tinggal sebagaimana yang diijinkan oleh instansi yang berwenang.  Permasalahan over stay ini berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia khususnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian dikategorikan sebagai pelanggaran administratif sehingga sanksi yang dikenakan hanya berupa Tindakan Administratif seperti membayar biaya beban atau dilakukan deportasi dan penangkalan. Hal tersebut tentunya berbeda dengan hukum yang berlaku di Hong Kong dimana permasalahan over stay dapat dikategorikan sebagai tindak pidana sehingga seseorang yang terbukti telah melakukan pelanggaran izin tinggal atau over stay maka sebelum yang bersangkutan di deportasi atau dipulangkan ke negara asalnya terlebih dahulu harus menjalani hukuman penjara yang diputuskan melalui proses persidangan di pengadilan ;
2)       Kemudian mengenai apa yang harus dilakukan oleh Mbak Mawar yang telah over stay di Hongkong lebih dari 4 tahun atau Warga Negara Indonesia lainnya yang mempunyai permasalahan yang sama dan ingin segera pulang ke Indonesia dapat kami sampaikan proses / tahapan yang harus dijalani sebagai berikut  :

a)        Warga Negara Indonesia yang sudah over stay di Hong Kong diharapkan dapat segera datang dan melaporkan permasalahannya tersebut ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong untuk selanjutnya akan diminta mengisi formulir pengaduan ;
b)      Pihak KJRI akan menerima pengaduan tersebut dan selanjutnya akan mengatur jadwal untuk membawa yang bersangkutan ke Kantor Imigrasi Hong Kong dalam rangka menyerahkan diri dan membuat laporan ;
c)      Pihak KJRI akan mendampingi WNI yang over stay tersebut  saat membuat laporan ke Bagian Investigasi Imigrasi Hong Kong dimana setelah menyampaikan laporan tersebut maka dokumen diri yang bersangkutan akan ditahan oleh pihak Imigrasi Hongkong ;
d)         Setelah selesai melapor, apabila tidak ada catatan kejahatan lainnya maka yang bersangkutan akan diijinkan pulang untuk menunggu proses investigasi selesai dan apabila tidak mempunyai tempat tinggal yang bersangkutan akan ditampung di shelter KJRI. Namun apabila yang bersangkutan ternyata memiliki catatan kejahatan maka biasanya yang bersangkutan akan ditahan di penjara Imigrasi sampai proses investigasi selesai ;
e)         Sesuai jadwal yang telah ditentukan, WNI yang over stay akan diminta untuk melapor kembali ke Kantor Imigrasi Hong Kong untuk mendapatkan jadwal persidangan di pengadilan ;
f)          Pihak KJRI akan mendampingi WNI yang over stay tersebut selama menjalani proses persidangan di pengadilan ;
g)      Sebagaimana yang telah berlaku selama ini, setelah proses persidangan di pengadilan selesai maka bagi yang over stay lebih dari 2 (dua) tahun akan menjalani pidana penjara terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke Tanah Air, sedangkan bagi yang over stay kurang dari 2 (dua) tahun akan langsung dipulangkan ke Tanah Air setelah menyelesaikan semua administrasi ;
3)       Selanjutnya terkait dengan lamanya pidana penjara yang harus dijalani oleh WNI yang over stay tersebut kami tidak bisa menyampaikan berapa lama karena semuanya tergantung pada pertimbangan Hakim yang menyidangkan perkara yang bersangkutan. Sebagai gambaran, sesuai dengan data yang ada pada Fungsi Kejaksaan KJRI Hong Kong sampai dengan tanggal 30 Maret 2016 ini tercatat  28 (dua puluh delapan) orang Warga Negara Indonesia yang berada dalam penjara di Hong Kong karena terlibat kasus over stay baik yang masih berstatus tahanan maupun yang sudah menjadi narapidana.   Dari WNI yang sudah berstatus sebagai narapidana kasus over stay tersebut rata-rata mereka harus menjalani hukuman penjara antara 2 (dua) bulan sampai dengan 10 (sepuluh) bulan.

Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan terkait dengan permasalahan over stay. Kemudian pada kesempatan ini kami juga menghimbau khususnya bagi Warga Negara Indonesia yang saat ini tinggal di Hong Kong serta berstatus over stay untuk dapat segera melaporkan diri ke KJRI Hongkong dan jangan tergoda untuk mengajukan paper mengingat hal tersebut tidak akan banyak memberikan keuntungan bagi para over stayer. Dengan mengajukan paper maka banyak hal yang justru akan semakin membatasi ruang gerak dari para over stayer itu sendiri. Disamping itu dengan menjadi paper berpotensi besar untuk melakukan berbagai pelanggaran hukum sebagaimana yang telah dialami oleh saudara-saudara kita sesama WNI yang saat ini berada di dalam penjara di Hong Kong. Untuk itu sekali lagi kami berharap semoga para WNI yang berstatus over stayer dapat segera melapor ke KJRI Hong Kong untuk menjalani proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Hong Kong sehingga dapat segera kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air meskipun harus menjalani sanksi pidana terlebih dahulu sebagai konsekuensi kita telah melakukan pelanggaran hukum. 

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong