Selasa, 31 Mei 2016

DSK Dibebaskan Bersyarat

Persidangan lanjutan WNI atas Terdakwa yang berinisial DSK  (43 tahun) dengan nomor kasus STCC 868/2016  telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Mei 2016 bertempat di Pengadilan Sha Tin. Terdakwa DSK sejak tanggal 6 April 2015 telah bekerja pada majikannya di daerah Cheung Cau dan dipekerjakan di sebuah restauran milik majikannya. 
Selanjutnya pada tanggal 8 Maret 2016 Terdakwa telah ditangkap dan dilakukan penahanan selama 2 (dua) hari di Kantor Polisi, Terdakwa kemudian dipindahkan ke penjara Tai Lam Centre for Woman selama 5 (lima) hari dan setelah mengikuti persidangan pada tanggal 13 Maret 2016 yang bersangkutan  selanjutnya dimasukkan ke penjara Lo Wu sampai tanggal 22 Maret 2016.
Kemudian pada tanggal 23 Maret 2016 dalam persidangan lanjutannya, yang bersangkutan mengakui kesalahannya telah melanggar peraturan keimigrasian Hong Kong sehingga Hakim memperkenankan yang bersangkutan  untuk bail out  dengan uang jaminan HKD 10 dan saat ini tinggal di shelter KJRI Hong Kong.
Pada persidangan tanggal 1 April 2016, bahwa kesaksian Terdakwa DSK dalam persidangan dengan terdakwa majikannya dinyatakan telah membantu pengadilan dalam membuktikan kesalahan dari majikannya yang diajukan dalam persidangan terpisah sehingga dijadikan sebagai salah satu pertimbangan Hakim untuk memberikan keringanan hukuman bagi Terdakwa DSK.
Adapun hasil persidangan hari ini tanggal 31 Mei 2016, bahwa Terdakwa telah mengakui kesalahannya dan menyesal karena telah bekerja di luar ketentuan peraturan Imigrasi Hong Kong dengan alasan bahwa Terdakwa baru pertama kali bekerja di Hong Kong. Selain itu Terdakwa melakukannya karena tidak berani membantah perintah majikan dengan alasan takut kehilangan pekerjaannya yang mana Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga, sehingga dengan pertimbangan hal tersebut di atas maka Hakim memutuskan untuk memberikan hukuman kepada Terdakwa DSK berupa pidana penjara selama 3 minggu dengan masa percobaan selama 12 bulan. Dengan putusan tersebut maka Terdakwa tidak perlu menjalani hukumannya tersebut dengan syarat yang bersangkutan tidak melakukan pelanggaran hukum apapun di Hong Kong dalam jangka waktu 12 bulan. Apabila  Terdakwa melakukan pelanggaran hukum lagi di Hong Kong dalam kurun waktu 12 bulan tersebut maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman penjara selama 3 minggu ditambah hukuman atas pelanggaran hukum yang baru dilakukan.