Senin, 13 Juni 2016

TW Dipenjara Akibat Ulah PT

Persidangan WNI atas Terdakwa berinisial TW dengan Nomor Kasus KCCC 1544/2016 telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 13 Juni 2016 bertempat di Kowloon Court.
Pada tahun 2013 Terdakwa datang pertama kali ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper dengan identitas data lahir di paspor yaitu Cilacap, 16 April 1982 yang diurus oleh PT.
Terdakwa TW  bekerja di  Hong kong  sampai dengan tahun 2015  dan izin batas tinggal di Hong Kong sampai dengan 29 Oktober 2015 tetapi setelah izin tinggalnya habis yang bersangkutan tidak meninggalkan Hong Kong sehingga menjadi overstay selama 6 bulan.
Terdakwa TW  ditangkap di pasar Sham Shui Po pada tanggal 27 April 2016 sehingga Terdakwa diperiksa serta diinterogasi oleh Polisi Sham Shui Po dan didapati ternyata KTP Indonesia dengan data yang ada di paspor dan HKID tidak sama dimana data lahirnya Cilacap, 16 April 1989.
Pada saat diinterogasi tersebut Terdakwa TW  mengaku kepada petugas Kepolisian Hong Kong bahwa memang terdapat perbedaan data kelahirannya pada KTP Indonesia, Paspor maupun HKID.
Pada persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaannya bahwa Terdakwa TW   telah menggunakan dokumen yang palsu dan menggunakannya untuk keluar masuk Hong Kong selama 6 kali dan Terdakwa telah memberikan pernyataan palsu terhadap Petugas Imigrasi Hong Kong serta Terdakwa juga telah mengisi formulir permohonan HKID dengan menggunakan data palsu. Adapun hasil persidangannya Terdakwa TW  mengakui kesalahannya sehingga Hakim kemudian memutuskan hukuman penjara kepada yang bersangkutan selama 4 (empat) bulan.