Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Jumat, 29 Juli 2016

Overstayer divonis Penjara 2 Minggu

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2827/2016 atas Terdakwa berinisial SU telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 29  Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 3 court 1.

Terdakwa SU  diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati batas waktu ijin tinggal (overstay) di Hong Kong selama 1,5 bulan.

Terdakwa SU datang ke Hong Kong sebagai domestic helper dan telah diputus kontrak oleh majikannya sejak tanggal 13 April 2016.

Selanjutnya pada saat Terdakwa hendak memperpanjang izin visanya  pada tanggal 19 Juni 2016 di Imigrasi Hong Kong, Terdakwa baru menyadari bahwa dirinya telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 1,5 bulan.

Hasil persidangan hari ini, Terdakwa SU mengaku bersalah atas dakwaan yang dituduhkan kepadanya sehingga Hakim kemudian memutuskan Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 2 minggu dengan masa percobaan 3 tahun sehingga Terdakwa SU  tidak perlu menjalani hukuman di penjara namun apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa melakukan pelanggaran hukum, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 2 minggu ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru.


Terdakwa Kasus Overstay Dijatuhi Hukuman 4 Bulan Penjara

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2764/2016 atas Terdakwa berinisial CDA, (kelahiran Temanggung 17 Desember 1986)  telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 29  Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 5 court 6.

Terdakwa CDA ditangkap pada tanggal 19 Juli 2016 ketika hendak pergi keluar untuk makan dan saat ini Terdakwa di tahan di penjara Tailam Centre For Women.

Terdakwa diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati batas waktu izin tinggal (overstay) di Hong Kong selama 8 bulan.

Terdakwa  CDA datang ke Hong Kong pada tahun 2011 dan bekerja sebagai domestic helper kemudian break kontrak. Karena tidak mendapatkan majikan yang sesuai maka Terdakwa akhirnya menjadi overstay selama 8 bulan dan tinggal di daerah Jordan di kontrakan temannya.

Hasil persidangan hari ini Terdakwa CDA telah mengkui kesalahannya sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 minggu dengan masa percobaan 3 tahun sehingga Terdakwa CDA  tidak perlu menjalani hukuman di penjara namun apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa melakukan pelanggaran hukum, maka Terdakwa akan harus menjalani hukuman penjara selama 4 minggu ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru.


Kamis, 28 Juli 2016

Overstayer Takut di Penjara, Ajukan Paper

1.         Persidangan dengan nomor kasus STCC 2375/2016 atas Terdakwa berinisial IS (25 tahun) telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 3 court 1.

Terdakwa IS didakwa telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati izin batas waktu tinggal di Hong Kong.

Pada persidangan hari ini Hakim menyatakan bahwa tuduhan terhadap Terdakwa IS dicabut dikarenakan Terdakwa sudah mengajukan permohonan paper dan suratnya telah diterima pihak imigrasi Hong Kong dan sedang dalam proses.

Overstayer Divonis Hukuman Penjara

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2803/2016 atas Terdakwa berinisial AS  (Kediri, 2 Januari 1986) dengan nomor paspor  AR 440941 telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 28 Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 3 court 2.

Terdakwa AS   didakwa telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati izin batas waktu tinggal di Hong Kong selama 5 bulan.

Terdakwa AS pernah datang ke Hong Kong sebelumnya dan kedatangannya yang ketiga kalinya yaitu pada tanggal 10 Oktober 2015 diproses melalui Agensi di daerah Yau Ma Tei.

Terdakwa mengajukan break contract dan setelah Terdakwa keluar dari majikan pada tanggal 24 Februari 2016 ternyata Terdakwa tidak mendapatkan majikan lagi hingga overstay selama 5 bulan.

Terdakwa menyerahkan diri ke Imigrasi Kowloon Bay pada tanggal 12 Juli 2016 dan hasil persidangan hari ini Hakim memutuskan bahwa Terdakwa dijatuhi hukuman selama 2 minggu dengan masa percobaan 3 tahun sehingga Terdakwa AS tidak perlu menjalani hukuman di penjara namun apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa melakukan pelanggaran hukum, maka Terdakwa akan dihukum selama 2 minggu ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru.


Rabu, 27 Juli 2016

KJRI Hong Kong Kunjungi Tahanan WNI di Penjara Macau



KJRI Hong Kong melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Estabelecimento Prisional de Macau pada hari Rabu tanggal 27 Juli 2016.  Narapidana yang berada di Estabelecimento Prisional de Macau saat ini sebanyak 13 (tiga belas) orang, yang terdiri dari 9 (sembilan) orang perempuan dan 4 (empat) orang laki-laki dengan perincian tindak pidana yaitu: Narkotika 7 orang (3 perempuan dan 4 laki-laki), Pencurian 4 orang (4 perempuan), Tindak Pidana Lainnya 2 orang (2 perempuan).
Beberapa narapidana Warga Negara Indonesia yang akan menyelesaikan masa hukumannya dalam waktu dekat ini melalui mekanisme pengajuan Parole, KJRI yang datang pada kunjungan kali ini menerima permohonan dari beberapa narapidana agar dapat dibantu untuk menghubungi pihak keluarganya di Indonesia guna mengirimkan surat permohonan maaf dari pihak keluarga narapidana kepada pemerintah Macau sebagai kelengkapan dalam pengajuan Parole.
Selain itu beberapa narapidana lainnya juga mengajukan permohonan kepada KJRI untuk dibawakan beberapa barang keperluan seperti Al-Quran dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, handuk dan pakaian olahraga pada kunjungan berikutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service telah memberikan beberapa barang kebutuhan sehari-hari bagi para tahanan.


KJRI Hong Kong Kunjungi Tahanan WNI di Penjara Macau

KJRI Hong Kong melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Estabelecimento Prisional de Macau pada hari Rabu tanggal 27 Juli 2016.  Narapidana yang berada di Estabelecimento Prisional de Macau saat ini sebanyak 13 (tiga belas) orang, yang terdiri dari 9 (sembilan) orang perempuan dan 4 (empat) orang laki-laki dengan perincian tindak pidana yaitu: Narkotika 7 orang (3 perempuan dan 4 laki-laki), Pencurian 4 orang (4 perempuan), Tindak Pidana Lainnya 2 orang (2 perempuan).
Beberapa narapidana Warga Negara Indonesia yang akan menyelesaikan masa hukumannya dalam waktu dekat ini melalui mekanisme pengajuan Parole, KJRI yang datang pada kunjungan kali ini menerima permohonan dari beberapa narapidana agar dapat dibantu untuk menghubungi pihak keluarganya di Indonesia guna mengirimkan surat permohonan maaf dari pihak keluarga narapidana kepada pemerintah Macau sebagai kelengkapan dalam pengajuan Parole.
Selain itu beberapa narapidana lainnya juga mengajukan permohonan kepada KJRI untuk dibawakan beberapa barang keperluan seperti Al-Quran dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, handuk dan pakaian olahraga pada kunjungan berikutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service telah memberikan beberapa barang kebutuhan sehari-hari bagi para tahanan.


Selasa, 26 Juli 2016

Kunjungan KJRI terhadap Tahanan WNI di Penjara Lai Chi Kok

KJRI melakukan kunjungan ke penjara Lai Chi Kok pada hari Selasa tanggal 26 Juli 2016. Pada kunjungan tersebut kami dapat menemui 3 (tiga) dari 5 (lima) orang tahanan dimana 1 orang terkait kasus paper dan 2 orang tahanan terkait kasus pencurian. Sedangkan 2 (dua) orang tahanan lainnya sedang mengikuti persidangan terkait kasus pencurian sehingga tidak dapat ditemui. Adapun data tahanan berdasarkan kasusnya adalah pencurian 4 orang dan paper kerja 1 orang.
Pada kesempatan tersebut KJRI memberikan konsultasi terhadap WNI terkait dengan permasalahan kasus yang melibatkan para WNI dan pendataan ulang terhadap identitasnya yang saat ini berada di penjara.
Disamping itu pada kunjungan kali ini kami menerima permintaan bantuan dari para tahanan terkait perubahan menu makanan dan beberapa permintaan barang keperluan mereka agar dibawakan pada kunjungan berikutnya.


Senin, 25 Juli 2016

KJRI Kunjungi Tahanan WNI di Penjara Tai Lam Centre for Woman

Kunjungan ke penjara Tai Lam Centre for Woman telah dilaksanakan oleh KJRI Hong Kong pada hari Senin tanggal 25 Juli 2016.

Pada kunjungan tersebut KJRI dapat menemui 23 (dua puluh tiga) orang Warga Negara Indonesia perempuan yang terdiri dari 11 (sebelas) orang berstatus tahanan dan 12 (dua belas) orang berstatus narapidana di Penjara  Tai Lam Centre For Woman ;

Adapun data tahanan berdasarkan kasusnya adalah sebagai berikut :
JENIS KASUS
JUMLAH
Narkotika
9 orang
Pencurian
1 orang
Dokumen Palsu
1 orang
ID Orang Lain
0 orang
Paper Kerja
6 orang
Overstay
5 orang
Tindak Pidana Lainnya
1 orang
Total
23 orang


KJRI pada kesempatan tersebut memberikan konsultasi kepada WNI terkait dengan permasalahan kasus pidana yang melibatkan para WNI, permasalahan ijin tinggal dan kepulangan ke Indonesia setelah menjalani masa hukuman. Selain itu KJRI juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di penjara

Polsek Entikong Tangkap Pemalsu Paspor

Selasa, 7 Juni 2016 15:34

Polsek Entikong Tangkap Pemalsu Paspor
GETTY IMAGES
Ilustrasi 
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Jajaran Reskrim Polsek Entikong, Kabupaten Sanggau meringkus pria asal Landak, YB alias Bus (37) yang diduga sebagai agen pemalsu paspor. Penangkapan Bus dilakukan, setelah Polsek Entikong mendapat laporan seorang warga.
"Pada hari Jumat (3/6) sekitar pukul.16.30 wib datang seseorang ke Polsek Entikong untuk melaporkan kejanggalan cap paspor yang dititipkan kepada tersangka. Setelah mendapatkan laporan, Unit Reskrim Sektor Entikong melakukan penggeledahan di rumah kontrakan tersangka di Entikong," kata Kapolsek Entikong, Kabupaten Sanggau, AKP Kartyana Widyarso WP, melalui WhatsApp, Selasa (7/6/2016).
Kapolsek mengatakan, dari penggeledahan ditemukan barang bukti 61 paspor di mana 50 paspor dalam keadaan sampul terlepas untuk kanibal, delapan paspor sudah dihapus stempel, dan tiga paspor dari pelapor hasil cap palsu.
Barang bukti lainnya, satu boks kotak plastik warna kuning berisi alat-alat yang diduga dipergunakan untuk memalsukan paspor serta satu cap paspor keluar Malaysia palsu.
Tersangka dan barang bukti kemudian diamankan di Polsek Entikong untuk dilakukan penyelidikan dan pengembangan. Berdasarkan keterangan tersangka, pemalsuan dilakukannya sendiri dan sudah lebih dari tiga tahun.
"Modus yang digunakan, menghapus cap masuk Malaysia dengan campuran cairan pembersih lantai dan cairan pemutih sehingga bersih kembali. Tersangka menggunakan stempel cap keluar Malaysia palsu serta mengkanibal dan mengubah nomor seri paspor," katanya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Arief

Polres Bekasi Tangkap Pemalsu Dokumen Pemberangkatan TKI

Polres Bekasi Kota menangkap seorang pelaku pemalsuan persyaratan Pemberangkatan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Dokumen palsu itu diperjual belikan oleh pelaku dengan harga ratusan ribu rupiah.

Kasat Reskrim Polres Bekasi Kota Kompol Rajiman mengatakan, tersangka bernama Agus Purnomo (40) ditangkap di Jl Kramat No 80 Kelurahan Kramat, Jatiasih, Kota Bekasi pada Jumat (22/7) dini hari lalu.

"Pelaku diduga melanggar undang-undang tindak pidana perdagangan orang sebagaimana dimaksud UU RI 21 tahun 2007 dan atau UU RI No 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri, dan atau pemalsuan sebagaimana dimaksud pasal 263 KUHP," terang Kompol Rajiman kepda detikcom dalam keterangannya, Minggu (24/7/2016).

Rajiman mengungkapkan, kasus tersebut terkuak setelah polisi mendapatkan informasi dari warga. Warga mencurigai kediaman pelaku yang kerap didatangi tamu perempuan pada malam hari.

"Kecurigaannya karena rumah pelaku sering didatangi tamu perempuan pada malam hari dengan jumlah lebih dari satu orang. Dari laporan warga itu kemudian kita lakukan penyelidikan di TKP dan ditemukan adanga dugaan pemalsuan surat dilakukan tersangka," paparnya.

Atas dasar informasi tersebut, polisi kemudian melakukan penggeledahan di lokasi. Di lokasi, polisi menemukan sejumlah dokumen palsu.

"Tersangka memalsukan surat-surat yang menjadi perlengkapan persyaratan untuk menjadi TKI/TKW di luar negeri," imbuhnya.

Diungkapkan, tersangka menerima pesanan pembuatan dokumen dari sponsor TKI ilegal. Adapun, tersangka menyiapkan dokumen palsu seperti KTP, KK, Akta Kenal Lahir, kartu medical check up sesuai identitas diri dari pemesan.

"Dari setiap pembuatan, pelaku mendapat hasil Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu dan perbuatan pelaku sudah berlangsung sejak 6 bulan," imbuhnya.
Tersangka mengaku telah memberangkatkan TKW ilegal dengan identitas ilegal sebanyak 15 TKW dengan dokumen palsu tersebut. "Dan pada waktu dilakukan penggeledahan di rumah pelaku didapatkan 3 orang wanita yang memesan kartu dan surat perlengkapan persyaratan TKW," pungkasnya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi seperti 20 stemoek pejabar Kabupaten Brebes, Subang, Indramayu dan lain-lain, 40 lembar akta kelahiran, 25 KTP palsu, 27 blangko KTP, 24 paspor, 146 lembar blanko KK, 17 lembar KK yang sudah jadi berikut KTP, 127 lembar akte kelahiran yang belum terisi identitas, printer, CPU dan laptop.
(mei/rvk)

Sumber: detiknews

Jumat, 22 Juli 2016

Undangan Sosialisasi Terbuka


Dalam rangka memberikan pemahaman kepada Warga Negara Indonesia khususnya Buruh Migran Indonesia di Hong Kong terkait permasalahan hukum pada umumnya dan terkait Peraturan Pembuatan Paspor Biometrik Berbasis SIMKIM serta bagaimana menanggulangi dampak yang muncul maka Konsulat Jenderal RI Hong Kong bekerjasama dengan JBMI Hong Kong dan Centre for Criminology of Hong Kong University akan menyelenggarakan Acara Penyuluhan dan Pembinaan Hukum pada :

            Hari / Tanggal           :   Minggu, 7 Agustus 2016
            Pukul                         :   10.00 - selesai
            Tempat                       :   Meng Wah Complex Theater 1, Hong Kong University
           

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, bersama ini dengan hormat kami menyampaikan Undangan kepada Buruh MIgran Indonesia yang berada di Hong Kong untuk berkenan hadir dalam Acara Penyuluhan dan Pembinaan Hukum sebagaimana dimaksud.

Undangan Sosialisasi Terbuka


Dalam rangka memberikan pemahaman kepada Warga Negara Indonesia khususnya Buruh Migran Indonesia di Hong Kong terkait permasalahan hukum pada umumnya dan terkait Peraturan Pembuatan Paspor Biometrik Berbasis SIMKIM serta bagaimana menanggulangi dampak yang muncul maka Konsulat Jenderal RI Hong Kong bekerjasama dengan JBMI Hong Kong dan Centre for Criminology of Hong Kong University akan menyelenggarakan Acara Penyuluhan dan Pembinaan Hukum pada :

            Hari / Tanggal           :   Minggu, 7 Agustus 2016
            Pukul                         :   10.00 - selesai
            Tempat                       :   Meng Wah Complex Theater 1, Hong Kong University
           

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, bersama ini dengan hormat kami menyampaikan Undangan kepada Buruh MIgran Indonesia yang berada di Hong Kong untuk berkenan hadir dalam Acara Penyuluhan dan Pembinaan Hukum sebagaimana dimaksud.

Kamis, 21 Juli 2016

BMI Overstay Diadili

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2647/2016 atas Terdakwa berinisial RI (Kediri, 21 Juni 1985)  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 3 court 1.

Terdakwa RI pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2012 dan yang bersangkutan kemudian telah overstay selama 10,5 bulan dimana Terdakwa RI ditangkap di Yuen Long pada tanggal 11 Juli 2016 dan dibawa ke Kantor Polisi Tin Shui Wai selanjutnya dibawa ke CIC Tuen Mun untuk diinterogasi.

Pada persidangan kali ini Terdakwa mengajukan bail out kepada Hakim tetapi ditolak karena Terdakwa tidak memiliki jaminan untuk membayar bail out.

Terdakwa RI dimasukan ke penjara Tai Lam Centre for  Woman sejak tanggal 16 Juli 2016 karena terlibat dalam kasus pelanggaran keimigrasian yaitu telah melewati batas izin tinggal di Hong Kong selama 10,5 bulan.

Hasil persidangan pada kesempatan ini Hakim telah menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa RI sampai dengan tanggal 12 Agutus 2016.


Rabu, 20 Juli 2016

Akhirnya Terdakwa AR Divonis Hukuman Percobaan

Persidangan lanjutan dengan nomor kasus STCC 928/2016 atas Terdakwa berinisial AR (Ponorogo, 26 Mei 1982) telah dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 20 Juli  2016 bertempat di Shatin Court.

Terdakwa  AR yang datang pertama kali ke Hong Kong sebagai domestic helper pada tanggal 6 Juli 2005 dan paspor dikeluarkan di Kantor Imigrasi Surabaya. Setelah beberapa kali memperpanjang paspor dengan menggunakan data yang sama. Kemudian Terdakwa kemudian pulang ke Indonesia dengan tujuan membuat paspor baru tapi dengan mengubah data paspor sesuai dengan dokumen pendukung yang yang benar.

Setelah kontrak kerjanya di Hong Kong selesai, Terdakwa AR kemudian kembali ke Indonesia namun Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dengan menggunakan visa turis dengan tujuan untuk menikah dengan seorang laki-laki berkewarganegaraan Hong Kong (Mantan Majikan).

Pada saat hendak mendaftar untuk proses pernikahan, terdakwa mendapatkan masalah di kantor imigrasi Hong Kong karena terdapatnya perbedaan data paspor. Kemudian Terdakwa diinvestigasi di imigrasi Kowloon Bay pada tanggal 9 Oktober 2015.

Pada persidangan terdahulu, terdakwa telah didakwa dengan 4 (empat) tindak pidana, akan tetapi berdasarkan berbagai pertimbangan, Hakim akhirnya menyetujui untuk menetapkan terdakwa dengan 2 (dua) tindak pidana, yakni :
Dakwaan terhadap terdakwa yang memalsukan dokumen;
Dakwaan terhadap terdakwa yang keluar dan masuk Hong Kong dengan menggunakan dokumen palsu;

Pada persidangan hari ini, Terdakwa  mengakui terhadap tuduhan tersebut,  pada saat Terdakwa pulang ke Indonesia  Terdakwa pernah datang ke Pengadilan setempat untuk mengurus penggantian tahun kelahirannya dengan maksud hendak menikah dengan majikannya yang selama ini di rawatnya , hingga akhirnya dengan berbagai pertimbangan yang khusus dari Hakim, maka Hakim menjatuhkan hukuman percobaan selama 3 bulan dengan masa percobaan selama 3 ( tiga ) tahun. Dengan syarat selama tiga tahun yang bersangkutan tidak boleh melakukan lagi pelanggaran hukum di Hong Kong. Apabila Terdakwa AR melakukan pelanggaran hukum lagi di Hong Kong dalam kurun waktu tiga tahun tersebut, maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman penjara selama 3 bulan dan  ditambah dengan hukuman pada pelanggaran yang baru.


Senin, 18 Juli 2016

3 WNI diadili karena Kasus Pencurian di Tsim Sha Tsui

Persidangan 3 WNI atas Terdakwa berinisial PS, MK dan EH,  dengan Nomor Kasus KCCC 1935/2016 telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 Juli  2016 bertempat di Kowloon City lantai 5 ruang sidang 1.

Terdakwa PS, MK dan EH datang ke Hong Kong pada bulan April tahun 2016. Ketiga Terdakwa di tangkap bersamaan pada tanggal 3 Juni 2016 pada saat hendak melakukan pencurian di daerah Tsim Sha Tsui.
Ketiga Terdakwa setelah di interogasi oleh Polisi Tsim Sha Tsui kamudian ditahan sementara secara terpisah di Rumah Tahanan Lai Chi Kok dan Tai Lam Centre for Woman.
Terdakwa PS dan MK selain terlibat kasus yang sekarang ini sebelumnya juga pernah datang ke Hong Kong dan pernah di tahan di penjara Hei Ling Chau selama 22 bulan yang kemudian dideportasi pemerintah Hong Kong, namun kedua Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dengan menggunakan identitas yang baru.


Hasil persidangan hari ini, permohonan bail out dari ketiga Terdakwa ditolak oleh Hakim karena Hakim menganggap kasusnya cukup serius dan Terdakwa tidak memiliki alamat yang cukup jelas.  Selain itu pada persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum meminta kepada Hakim untuk menunda kasusnya sebab kasus ini memerlukan waktu untuk menyelidiki data-data dari Terdakwa ke pihak Imigrasi Hong Kong terkait dengan kasus deportasinya dan Hakim mengabulkan untuk menunda persidangan kasus ini hingga tanggal 8 Agustus 2016.

Kamis, 14 Juli 2016

ER Diadili karena Kerja di Toko Milik Majikan

Persidangan WNI atas Terdakwa berinisial ER (Blitar, 16 Juni 1980) dengan Nomor Kasus STCC 2257/2016 telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 14 Juli  2016 bertempat di Shatin Court lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa bekerja sejak bulan Maret tahun 2011 sampai saat ini dengan majikan yang sama dengan kontrak kerja nomor K705285. Pada tanggal 26 Juni 2016 saat Terdakwa ER sedang berbelanja di pasar tradisional Kwai Chung ditangkap oleh beberapa petugas Imigrasi Hong Kong. Terdakwa dituduh telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yang seharusnya bekerja sebagai domestic helper tetapi telah bekerja di toko recycle milik majikannya ;
Adapun hasil persidangan hari ini Terdakwa ER tidak mengakui bahwa dirinya telah bekerja di toko milik majikannya dan pengacara yang disewa oleh majikannya pada hari ini mengajukan bail out dengan jaminan uang sebesar HKD 5.000 (lima ribu Hong Kong dollar) yang dibayar oleh majikannya. Saat ini Terdakwa ER ditampung di shelter agen Wing Fai. Hakim menyetujui permohonan bail out tersebut dan menunda sidang Terdakwa ER sampai dengan tanggal 21 September 2016.


Standar Kontrak Kerja

Contoh Standar Kontrak Ketenagakerjaan untuk Pembantu Rumah Tangga 
yang direkrut dari Luar Hong Kong 
 (Catatan: Hanya untuk referensi. Untuk permohonan visa ketenagakerjaan PRTA, silakan kirimkan formulir I.D. 407 yang dapat diperoleh di Departemen Imigrasi) 

http://www.labour.gov.hk/eng/public/wcp/SEC_Indo.pdf
Sumber: Labour Hong Kong

Klik gambar untuk melihat contoh kontrak kerja versi Bahasa Indonesia

Anjuran dan Larangan bagi TKI

Pembantu Rumah Tangga Asing, Majikan, 
dan Agen Tenaga Kerja harus membaca brosur ini dengan seksama 

http://www.fdh.labour.gov.hk/res/pdf/Dos_and_Donts_Leaflet_Indonesian.pdf
Sumber: Labour Hong Kong
 Klik gambar untuk membaca !

Peringatan Penting untuk TKI

PERINGATAN PENTING UNTUK PEMBANTU RUMAH TANGGA ASING 
DAN PARA MAJIKAN PADA SAAT MEMANFAATKAN LAYANAN AGEN TENAGA KERJA DI HONG KONG

http://www.labour.gov.hk/eng/public/wcp/Important_FDH_Indonesian.pdf
Sumber: Labour Hong Kong

Klik gambar untuk membaca !

Hak-Hak dan Perlindungan TKI

Hak-hak bagi Penata Laksana Rumah Tangga Asing
dan Perlindungan menurut Peraturan Kerja

http://www.labour.gov.hk/eng/public/wcp/FDHLeaflet_Indonesian.pdf
Sumber: Labour Hong Kong
Klik gambar untuk membaca !

Pedoman Praktis untuk BMI Hong Kong


Berbagai macam hal yang harus diketahui para Penata Laksana 
Rumah Tangga Asing dan Majikan mereka

http://www.labour.gov.hk/eng/public/wcp/FDHguideIndonesian.pdf
Sumber: Labour Hong Kong
 Klik gambar untuk membaca !


Rabu, 13 Juli 2016

BMI Disidang karena Mencuri di Supermarket

Persidangan WNI atas Terdakwa berinisial HA dengan Nomor Kasus KCCC 2182/2016 telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Juli  2016 bertempat di Kowloon City Court lantai 5 ruang sidang 1.
Pada tahun 2008 Terdakwa datang pertama kali ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper namun hanya selama 1 tahun karena yang bersangkutan kemudian di-terminate oleh majikannya. Setelah di-terminate oleh majikan, Terdakwa HA kemudian bertemu dengan seorang laki-laki berkewarganegaraan Nepal yang selanjutnya mereka menikah dan melahirkan seorang anak perempuan yang sekarang sudah berusia 5 tahun 4 bulan.
Pada tanggal 14 Juni 2016 Terdakwa pergi ke supermarket Park & Shop dan membeli beberapa keperluan, namun Terdakwa tidak membayar tissue basah dimana pada saat Terdakwa hendak meninggalkan supermarket tersebut, Terdakwa diperiksa oleh petugas supermarket dan dilaporkan ke kantor polisi terdekat atas tuduhan melakukan pencurian. Pada hari yang sama Terdakwa ditangkap oleh Polisi Yau Ma Tei dan diinterogasi, kemudian Terdakwa diizinkan untuk tinggal di luar dengan jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar);

Adapun hasil persidangan hari ini Terdakwa HA mengakui kesalahannya yaitu telah melakukan pencurian di supermarket Park & Shop di Hong Kong sehingga Hakim kemudian menjatuhkan hukuman denda sebesar HKD 500  (lima ratus Hong Kong dollar ) dengan masa percobaan selama satu tahun. Dengan syarat selama satu tahun yang bersangkutan tidak boleh melakukan lagi pelanggaran hukum di Hong Kong. Apabila  Terdakwa HA  melakukan pelanggaran hukum lagi di Hong Kong dalam kurun waktu satu tahun tersebut, maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman atas pelanggaran hukum yang baru dilakukan serta membayar denda sebesar HKD 500.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong