Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 31 Agustus 2016

Cara Mengurus Legalisasi Organisasi di Hong Kong


PERTANYAAN
Pak Kuncoro saya Ida Royani ingin berkonsultasi hukum mengenai perizinan “Registry of Society Hong Kong” mengingat Di kalangan buruh migran Indonesia (BMI) terdapat banyak organisasi. Mereka kesulitan ketika ingin mengadakan pertemuan namun tempatnya susah didapat. Dari penuturan teman-teman bahwa organisasi BMI yang telah mendaftar di kepolisian Hong Kong akan mendapat fasilitas dari pemerintah Hong Kong yang antara lain izin memakai lapangan guna mengadakan kegiatan.
Yang ingin saya tanyakan :
  1. Bagaimanakah prosedurnya, jika ingin mendaftarkan ke Kepolisian Hong Kong ?
  2. Apakah saya/organisasi BMI juga harus melaporkan/mendaftarkan ke KJRI Hong Kong
  3. Apakah jika ingin mendaftarkan ke Kepolisian juga harus ada pernyataan legalitas dari notaris/pengacara ?
  4. Saya berharap Bapak berkenan memberikan pencerahan hukum, apa batasan hak dan kewajiban saya/organisasi BMI jika mendapatkan izin Kepolisisan Hong Kong tersebut.
JAWABAN  :
Berkaitan dengan pertanyaan mengenai perizinan “Registry of Society Hong Kong” bersama ini dapat kami sampaikan hal-hal sebagai berikut  :
1.    Pendaftaran society atau organisasi di HK dapat dilakukan di Societies office (Tel. No.: 2860 7743 Faxline: 2200 4327 Email: societies-office@police.gov.hk) Location: 12/F, Arsenal House, Police Headquarters, 1 Arsenal Street, Wan Chai, Hong Kong. Sesuai link berikut :  http://www.police.gov.hk/ppp_en/11_useful_info/licences/societies.html
Langkah2:
(a)      Telp nomor tsb di atas lalu konsultasi dg petugas.
(b)      Langsung datang ke alamat di atas dan ambil formulir pendaftaran society atau Download filenya pada aplication of registration of Society, pada link di atas.
(c)       Isi aplikasi dan kumpulkan kembali data2 dan administrasi yg dibutuhkan serta ikuti prosedur yg diminta.

2.    Bahwa utk organisasi WNI di HK berkenan utk mendaftarkanya ke Bidang penerangan atau Bidang Kepolisian dan mengisi formulir yg sdh disiapkan. Data tersebut sangat bermanfaat utk membantu menjawab dan menjelaskan pertanyaan2 yg kadang disampaikan kpd KJRI HK dari otoritas HK mengenai kegiatan organisasi WNI di HK.

3.    Utk manjadi organisasi yg terdaftar di HK, pd umumnya tdk memerlukan legalisasi dr notaris dll, namun tergantung dr jenis kegiatan organisasi. Semua sdh ada dalam prosedur pengurusannya dan cukup mudah jika bentuk kegiatan organisasi hanya sederhana spt kegiatan agama, komunitas budaya dll.

4.    Batasan2 mengenai kegiatan organisasi akan dijelaskan lbh lanjut saat pengurusan lisence di polisi HK. Batasan yg lain tentu saja mengacu pada hak dan kewajiban sebagai pekerja di HK yg kaitanya dg peraturan imigrasi, ketenagakerjaan dan aturan2 hukum yg lain.

Batasan spesifik lain mengenai kegiatan organisasi tergantung pada jenis license yg akan diterima, misal jika lisence societynya hanya berupa organisasi biasa maka tdk diperkenankan menggalang dana/ uang, berjualan dll. Namun jika lisencenya merupakan organisasi bentul charity maka memiliki hak utk menggalang dana dll. Sekali lagi semua hak dan kewajiban organisasi tergantung dr bentuk organisasi dan jenis lisence yg diperoleh dr otoritas HK.
Demikian terima kasih 

BMI Disidangkan Terkait Pelanggaran Ijin Tinggal

Ilustrasi: hmimadiun.blogspot.com
BMI DISIDANGKAN DI PENGADILAN SHATIN
TERKAIT PERKARA PELANGGARAN IJIN TINGGAL
( BREACH OF CONDITION STAY )

Persidangan dengan nomor kasus STCC 962/2016 atas nama Terdakwa SA (50 Tahun) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal  31 Agustus  2016  bertempat di Shatin  Court lantai 3 court 1 ;
Terdakwa SA  datang ke Hong Kong  sejak  tahun 2004 dan bekerja dengan majikan yang sama sampai dengan  saat ini ;
Pada tanggal 15 Maret 2016 Terdakwa SA ditangkap polisi di daerah Wan Chai di sebuah Toko Bunga  milik majikannya dimana saat Terdakwa SA ditangkap oleh polisi Terdakwa sedang membantu majikannya di Toko Bunga tersebut, kemudian Terdakwa dibawa ke Kowloon Bay untuk di interogasi selama 2 hari hingga akhirnya ditahan di Tai Lam Correctional Institution for Women selama 1 minggu yang kemudian dipindahkan ke penjara Lowu selama 2 minggu. Setelah itu  Terdakwa SA diizinkan untuk tinggal di luar dengan uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus hongkong dollar) dan di tampung di Migran Worker di Hong Kong ;
Dalam persidangan hari ini, Terdakwa SA didakwa dengan 2 tuduhan yaitu :
  1. Bahwa Terdakwa SA telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong terkait dengan batas ijin tinggal di Hong Kong yaitu  Terdakwa SA telah overstay  sejak tanggal 30 November 2015, dimana Terdakwa SA pada bulan Oktober 2015 cuti dan pulang ke tanah air. Kemudian setelah Terdakwa SA kembali lagi ke Hong Kong yang bersangkutan membuat paspor baru di KJRI Hong Kong namun Terdakwa SA tidak melapor dan memperpanjang izin visa kerjanya ke kantor Imigrasi Hong Kong di Wan Chai, sampai dengan saat Terdakwa SA ditangkap oleh Polisi Wan Chai
  2. Bahwa Terdakwa SA telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong dimana Terdakwa SA hanya diberikan izin untuk bekerja sebagai domestic helper  tetapi Terdakwa SA telah bekerja di Toko milik majikannya di Wan Chai.

Adapun hasil persidangan hari ini, Terdakwa SA telah mengaku bersalah atas semua dakwaan yang dituduhkan kepadanya sehingga Hakim kemudian menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa SA dengan pidana penjara selama 2 bulan dengan masa percobaan 3 tahun sehingga Terdakwa SA tidak perlu menjalani hukuman penjara saat ini  namun apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa melakukan pelanggaran hukum lagi maka Terdakwa wajib menjalani hukuman penjara selama 2 bulan ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru

Selasa, 30 Agustus 2016

Persidangan 3 Orang WNI Terkait Kasus Pencurian

Ilustrasi: www.infospesial.net
Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial PS alias AM, MK  alias PJ dan EH, dengan Nomor Kasus DCCC 711/16  telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2016  bertempat di Distric Court  Court lantai  8 ruang sidang 27.
Terdakwa PS, MK dan EH  datang ke Hong Kong pada bulan April 2016, selanjutnya ketiga Terdakwa ditangkap bersamaan pada tanggal 3 Juni 2016 pada saat mereka hendak melakukan pencurian di daerah Tsim Sha Tsui.
Terdakwa PS dan  MK setelah diinterogasi oleh Polisi Tsim Sha Tsui kemudian ditahan sementara di Rumah Tahanan Lai Chi Kok sedangkan untuk Terdakwa EH ditahan di Rumah Tahanan Lo Wu.
Terdakwa PS dan MK sebelum terlibat kasus yang sekarang ini juga pernah datang ke Hong Kong dan terlibat kasus pencurian sehingga sempat menjalani hukuman di penjara Hei Ling Chau selama 22 bulan. Setelah selesai menjalani hukumannya mereka kemudian dideportasi oleh Pemerintah Hong Kong namun kedua Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dengan menggunakan identitas yang baru.
Hasil persidangan hari ini,  Ketiga Terdakwa tidak mengakui  perbuatannya telah melakukan pencurian di daerah Tsim Sha Tsui mengingat menurut ketiganya mereka tidak berhasil melakukan pencurian itu. Hakim kemudian memutuskan bahwa persidangan perkara atas nama Terdakwa PS, MK serta EH di tunda dan akan dilaksanakan kembali secara marathon pada tanggal 14 -16 Februari  2017  ke Pengadilan Distric  Wanchai dimana ketiga Terdakwa tetap akan ditahan selama menunggu persidangan berikutnya tersebut.


Senin, 29 Agustus 2016

JU Didenda karena Overstay


Persidangan dengan nomor kasus STCC 2840/2016 atas nama Terdakwa JU (Malang, 17 Agustus 1975)  Paspor No. AT009786  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Agustus  2016 bertempat di Shatin  Court lantai 3 court 1.
Terdakwa JU  datang ke Hong Kong pertama kali pada tahun 1996 dan  bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang bertempat tinggal di daerah Yuen Long, namun Terdakwa JU hanya bekerja dengan majikan itu selama 2 tahun kemudian Terdakwa JU pulang ke tanah air.
Pada bulan Maret 2014 Terdakwa JU datang kembali ke Hong Kong, namun pada saat Terdakwa JU hendak mengurus HKID nya di Imigrasi Hong Kong ternyata Terdakwa JU mendapatkan kesulitan sebab data kelahiran pada saat  JU datang pertama kali ke Hong Kong berbeda dengan data kelahiran Terdakwa JU yang datang untuk kedua kalinya ke Hong Kong, sehingga selama Terdakwa JU bekerja di majikan sampai dengan di putus kontrak oleh majikan pada tanggal 14 Juni 2015 tidak memiliki HKID.
Terdakwa JU setelah di putus kontraknya oleh majikan hanya boleh tinggal di Hong Kong sampai dengan tanggal 29 Juni 2015, namun Terdakwa JU tidak meninggalkan Hong Kong sehingga akhirnya overstay selama 1 tahun di Hong Kong.
Terdakwa JU datang menyerahkan diri ke Imigrasi Kowloon Bay pada tanggal 10 Juni 2016 dikarenakan yang bersangkutan berkeinginan untuk pulang ke tanah air.
Terdakwa JU didakwa telah melakukan pelanggaran keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay di Hong Kong selama 1 tahun.  
Hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa JU telah mengakui kesalahannya sehingga  Hakim kemudian memutuskan selama Imigrasi Hong Kong tidak mempermasalahkan terkait adanya perbedaan data pada Paspor Terdakwa JU maka untuk saat ini Hakim hanya akan menjatuhkan hukuman bagi Terdakwa JU terkait perkara overstay yaitu dengan pidana denda sebesar HK$ 500 (lima ratus hongkong dollar) ditambah dengan pidana penjara selama 4 minggu  dengan masa percobaan selama 3 tahun, sehingga apabila dalam kurun waktu 3 tahun Terdakwa JU melakukan pelanggaran yang baru maka Terdakwa JU wajib menjalankan hukuman penjara selama 4 minggu di tambah dengan hukuman untuk pelanggaran hukum yang baru.


Jumat, 26 Agustus 2016

MA Pemegang Paper Dihukum 2 Bulan Penjara karena Bekerja



Persidangan dengan nomor kasus STCC 2800/2016 atas nama Terdakwa berinisial MA telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 26 Agustus  2016 bertempat di Shatin  Court.
Terdakwa MA   datang ke Hong Kong pertama kali pada tanggal 11 November 2015 untuk bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang bertempat tinggal di Yuen Long, namun Terdakwa MA hanya bekerja dengan majikan itu sampai tanggal 17 Februari 2016.
Setelah izin tinggal di Hong Kong habis, Terdakwa MA tidak pulang ke tanah air atau mencari majikan lain lagi tetapi Terdakwa MA mengajukan Paper kepada Pemerintah Hong Kong.
Terdakwa MA ditangkap petugas Kepolisian di daerah Yuen Long pada tanggal 25 Juli 2016 pada saat yang bersangkutan sedang bekerja di tempat pencucian mobil dan setelah di interogasi Terdakwa ditahan di penjara Tailam pada tanggal 28 Juli 2016 dan kemudian pada tanggal 3 Agustus Terdakwa MA dipindahkan ke penjara Lowu sampai dengan hari ini.
Terdakwa MA didakwa telah melakukan pelanggaran keimigrasian di Hong Kong yaitu dengan status Paper telah bekerja di tempat pencucian  mobil.
Hasil persidangannya, Terdakwa MA telah mengakui kesalahannya sehingga  Hakim kemudian memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa MA dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan .


Kamis, 25 Agustus 2016

Diklat Pembentukan Jaksa Tahun 2016


Jakarta, Kamis 25 Agustus 2016
Dalam rangka menambah pengetahuan dan wawasan terkait dengan kerjasama hukum luar negeri serta untuk memperkenalkan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Perwakilan Kejaksaan RI di Luar Negeri, maka hari Kamis tanggal 25 Agustus 2016 bertempat di Badan Diklat Kejaksaan RI Jakarta, Konsul Kejaksaan KJRI Hong Kong diberikan kesempatan untuk menyampaikan materi di hadapan para peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Tahun 2016.

SDN Terdakwa Kasus Dokumen Palsu Dibebaskan


Persidangan  WNI atas nama Terdakwa berinisial SDN  telah dilaksanakan pada hari Selasa Rabu  tanggal 24 – 25 Agustus  2016 bertempat di Pengadilan Shatin.
Dalam persidangan kali ini telah dibacakan kembali tuduhan yang dikenakan kepada Terdakwa SDN yang pada pokoknya sebagai berikut :
  1. Pada tanggal 20 Oktober  2006 Terdakwa telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AG 219919;
  2. Pada tanggal 20 Oktober  2006 Terdakwa telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong ;
  3. Pada tanggal 21 Juli 2009 Terdakwa memberikan  dokumen palsu berupa Paspor yang bernomor AP 409268 kepada Imigrasi Hong Kong ;
  4. Pada tanggal 21 Juli  2015 Terdakwa memberikan pernyataan palsu dengan membenarkan tahun kelahirannya 1978  ;
  5. Terhadap tuduhan yang dikenakan kepada Terdakwa tersebut, Terdakwa SDN tidak mengakui semua tuduhan tersebut ;
Persidangan pada tanggal 24 Agustus menghadirkan 3 orang saksi yaitu 2 orang petugas imigrasi Hong Kong dan seorang penerjemah bahasa. Disamping itu Terdakwa SDN juga diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan serta 3 (tiga) dokumen sebagai bukti yang dimajukan dalam persidangan yaitu Akte lahir asli, KTP asli yang telah habis masa berlakunya  serta surat dari KJRI yang menyatakan bahwa perubahan data pada tahun kelahiran yang tertera pada paspor Terdakwa SDN karena adanya system biometric yang terkoneksi langsung dengan Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) yang ada  di Indonesia.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Hakim pada saat memberikan keputusan untuk Terdakwa SDN adalah bahwa Terdakwa pada saat pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2003 dan kedatangan yang kedua kali pada tahun 2006 telah mengunakan paspor dengan tahun kelahiran 1978, demikian juga pada saat Tedakwa SDN hendak memperpanjang visa kerjanya di Imigrasi Hong Kong, yang bersangkutan menuliskan di formulir permohonan visa bahwa tahun kelahirannya adalah 1978 sehingga hal ini dipandang oleh Hakim bahwa Terdakwa SDN percaya bahwa dirinya dilahirkan pada tahun 1978 sementara paspor yang digunakan untuk mengajukan permohonan visa dengan tahun kelahiran 1979 yang telah dilakukan penyesuaian dipandang tidak memiliki dasar alasan yang kuat.

Dengan beberapa pertimbangan sebagaimana tersebut di atas maka Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SDN tidak terbukti bersalah dan oleh karenanya membebaskan Terdakwa SDN dari segala tuntutan.

Minggu, 21 Agustus 2016

Sosialisasi Bersama, "BMI Cerdas, Indonesia Bangga"

Semangat Merah Putih di Negeri Beton

Minggu 21 Agustus 2016 menjadi hari yang spesial bagi WNI yang tengah berada di Hong Kong, karena merupakan momen yang paling ditunggu oleh ribuan WNI dimana KJRI Hong Kong menggelar acara Panggung Merah Putih dengan tajuk “Sosialisasi Bersama untuk Mewujudkan BMI Cerdas, Indonesia Bangga”. Meski pagi harinya Victoria Park sejak dini hari hingga menjelang siang diguyur hujan, namun WNI yang sudah berdatangan sejak pagi tidak menyurutkan semangat “Merah Putih”-nya untuk merayakan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 di negeri beton ini.

Panggung Merah Putih yang dimeriahkan oleh beberapa artis muda berbakat yang didatangkan dari tanah air Indonesia tercinta diawali oleh ID Talent sebagai band pembuka dan langsung membakar semangat Merah Putih masyarakat Indonesia yang sudah hadir menembus derai gerimis hujan. Artis lain yang dihadirkan diantaranya pedangdut “Goyang Ngebor” Inul Daratista, si kembar “Rizki Ridho”, Aris “Idol”, Wika Salim, dan juga diselingi pentas seni budaya Nusantara berupa Tari Lenggong Keraton.

Acara yang dibuka langsung oleh Konsul Jenderal RI Hong Kong Chalief Akbar ini dihadiri pula oleh Putri Indonesia 2016 Keiza Roslin yang mensinyalir bahwa dirinya seperti berada di Indonesia. Selain itu hadir pula Konsul Jenderal RI Guang Zhou Ratu Silvy Gayatri dan beberapa sponsor seperti Otoritas Jasa Keuangan, Garuda Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BCA, BJB, Labour Hong Kong, dan Mustika Ratu yang ikut mendukung acara Panggung Merah Putih.

Para pendukung acara Panggung Merah Putih ini menyampaikan pesan-pesan edukasi melalui tag line masing-masing dengan terus memberi semangat positif kepada para buruh migran yang berada di Hong Kong. Tidak terkecuali dengan Konsul Kejaksaan KJRI Hong Kong Sri Kuncoro yang menyampaikan pesan edukasinya “Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman” agar para buruh migran secara cerdas mengenali hukum-hukum yang berlaku di Hong Kong sehingga terhindar dari hukuman.

Acara memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia ini rutin digelar oleh KJRI Hong Kong bersama beberapa pendukung dari BUMN dan BUMS yang ada di Hong Kong selalu memotivasi para WNI yang bekerja di Hong Kong agar semakin cerdas dalam bekerja sehingga aman dan selamat selama berada di negeri rantau dengan tetap menjaga nama baik bangsa Indonesia.

Jumat, 19 Agustus 2016

ME Diadili karena Overstay, Ajukan Paper Ditolak

Persidangan dengan nomor kasus STCC 1377/2016 atas nama Terdakwa ME  (Indramayu, 29 April 1983) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 19 Agustus  2016 bertempat di Shatin  Court.
Terdakwa ME   datang ke Hong Kong sejak  tahun 2009 dan setelah kontrak kerjanya selesai yang bersangkutan sempat renew kontrak dengan majikannya namun Terdakwa ME kemudian mengajukan break kontrak dan keluar dari rumah majikan sekitar bulan Juli 2014. Setelah Terdakwa ME keluar dari rumah majikan, yang bersangkutan  tidak berhasil mendapatkan majikan yang baru sehingga akhirnya menjadi overstay selama 1 tahun 10 bulan.
Terdakwa ME ditangkap polisi di daerah Yuen Long pada tanggal 16 April 2016 dan setelah di interogasi Terdakwa ditahan di penjara Lowu. Selanjutnya Terdakwa ME mengajukan bailout pada persidangan yang pertama dan Hakim mengizinkan dengan uang jaminan sebesar HKD 1,000 (seribu hong kong dollar).
Terdakwa ME didakwa telah melakukan pelanggaran keimigrasian di Hong Kong selama 1 tahun 10 bulan, disamping itu Terdakwapun telah mengajukan paper sebanyak 2 kali tetapi ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa ME telah mengakui kesalahannya sehingga  Hakim kemudian memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa ME dengan pidana penjara selama 6 minggu dengan masa percobaan 3 tahun sehingga Terdakwa ME tidak perlu menjalani hukuman penjara saat ini  namun apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa melakukan pelanggaran hukum, maka Terdakwa wajib menjalani hukuman penjara selama 6 minggu  ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru. Disamping itu Hakim juga mengizinkan Terdakwa ME untuk mengambil kembali uang bail out  sebesar HKD 1,000 ( seribu hong kong dollar ).


Selasa, 16 Agustus 2016

WA Diadili karena Lupa Bayar Belanjaan

Persidangan dengan nomor kasus TWCC 1302/2016 atas nama Terdakwa berinisial WA  (Indramayu, 23 November 1976) telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 16 Agustus  2016 bertempat di Tuen Mun Court.
Terdakwa WA   pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2002 dan setelah kontrak kerjanya selesai yang bersangkutan sempat pulang ke tanah air beberapa tahun sampai akhirnya Terdakwa WA memutuskan untuk datang kembali ke Hong Kong pada tahun 2012 dan bekerja dengan majikan yang sama sampai dengan saat ini.
Terdakwa WA pada tanggal 29 April 2016 disuruh oleh majikannya untuk berbelanja membeli daging babi dan pisang, kemudian Terdakwa WA pergi ke supermarket Wellcome yang berlokasi di Tung Chung dimana pada saat hendak membayar barang belanjaannya di Kasir, telepon genggam Terdakwa WA berdering sehingga yang bersangkutan mengangkat telepon sampai akhirnya Terdakwa WA lupa untuk membayar belanjaannya namun memasukkan barang belanjaannya tersebut ke kantung yang dibawanya dan keluar dari supermarket.
Terdakwa WA pada saat hendak meninggalkan supermarket kemudian di tangkap oleh petugas security yang berjaga di supermarket yang melihat dan menjadi saksi bahwa Terdakwa WA belum membayar barang belanjaannya.
Terdakwa WA kemudian dilaporkan dan ditangkap oleh Petugas Kepolisian Tung Chung namun Terdakwa WA di izinkan untuk bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus hong kong dollar) dengan jaminan alamat rumah majikan dimana Terdakwa WA masih bekerja sampai dengan saat ini.

Hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa WA didakwa telah melakukan pencurian di supermarket Wellcome dan Terdakwa telah mengakui kesalahannya sehingga  Hakim mengizinkan Terdakwa WA untuk mengambil kembali uang bail out yang telah diserahkan di Kantor Polisi Tung Chung. Disamping itu Hakim juga memutuskan Terdakwa WA terbukti bersalah sehingga oleh karena menjatuhkan hukuman kepada yang bersangkutan untuk membayar denda sebesar HKD 2.000 (dua ribu hong kong dollar)  dengan masa percobaan 12 bulan sehingga Terdakwa WA tidak perlu menjalani hukuman denda tersebut namun apabila dalam waktu 12 bulan Terdakwa melakukan pelanggaran hukum, maka Terdakwa wajib membayar denda sebesar HKD 2.000 (dua ribu hong kong dollar) ditambah dengan hukuman terhadap pelanggaran yang baru.

Panggung Merah Putih 2016


Jumat, 12 Agustus 2016

RI Overstay, Masih Dipenjara

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2647/2016 atas nama Terdakwa RI (Kediri, 21 Juni 1985)  telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 12 Agustus  2016 bertempat di Shatin Court.
Terdakwa RI pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2012 dan yang bersangkutan kemudian telah overstay selama 10,5 bulan.
Terdakwa RI ditangkap di Yuen Long pada tanggal 11 Juli 2016 kemudian dibawa ke Kantor Polisi Tin Shui Wai dan akhirnya dibawa ke CIC Tuen Mun untuk diinterogasi.
Terdakwa RI dimasukan ke penjara Tai Lam Centre for  Woman sejak tanggal 16 Juli 2016 dengan tuduhan telah melakukan pelanggaran keimigrasian yaitu telah melewati batas izin tinggal di Hong Kong selama 10,5 bulan.

Hasil persidangan pada hari ini Terdakwa  RI telah mengakui bersalah namun yang bersangkutan menolak untuk dipulangkan ke tanah air karena suatu alasan tertentu dan Terdakwa RI telah mengajukan kembali permohonan paper untuk kedua kalinya mengingat permohonan paper yang pertama telah ditolak. Dikarenakan permohonan paper yang diajukan oleh Terdakwa RI masih sedang dalam proses maka  Hakim  kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa RI sampai dengan tanggal 9 September  2016 dan selama menunggu sidang berikutnya Terdakwa RI masih tetap akan ditahan di Lowu Correctional Institution. 

Rabu, 10 Agustus 2016

RO diadili karena Terlibat Kasus Pencurian

Persidangan WNI dengan nomor kasus ESCC 2039/2016 atas nama Terdakwa berinisial RO ( Lampung, 2 Februari 1986 ) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Agustus 2016 bertempat di Eastern Court.
Terdakwa RO  diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan tindak pidana pencurian di rumah majikannya yang berlokasi di daerah Central  di Hong Kong.
Terdakwa RO datang ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper dimana  kontrak kerja dengan majikannya akan berakhir  pada tanggal 28 Juni 2016.
Pada saat kontrak kerjanya berakhir dan Terdakwa RO akan meninggalkan rumah majikannya ternyata dalam kopernya telah ditemukan beberapa barang berharga milik majikannya seperti perhiasan sehingga oleh majikannya Terdakwa kemudian dilaporkan ke pihak Kepolisian.
Berdasarkan laporan dari majikannya tersebut, maka Terdakwa RO kemudian ditangkap oleh Petugas Kepolisian Central dan dibawa ke Kantor Kepolisian Central guna untuk di interogasi.
Selanjutnya pada tanggal 29 Juni 2016 Terdakwa RO di bawa ke rumah tahanan di Tai Lam yang kemudian Terdakwa dipindahkan ke Lowu pada tanggal 2 Juli 2016.
Terdakwa RO telah mengakui kesalahannya pada saat diinterogasi oleh petugas Kepolisian Central bahwa dirinya telah melakukan pencurian di rumah majikannya.

Hasil persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum mengajukan permohonan agar persidangan ditunda sebab Jaksa Penuntut Umum masih membutuhkan waktu untuk mempelajari kasusnya Terdakwa RO. Hakim menyetujui permohonan dari Jaksa Penuntut Umum tersebut sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa RO sampai dengan tanggal 24 Agustus 2016 dan Terdakwa RO juga diizinkan apabila akan mengajukan bail out

Selasa, 09 Agustus 2016

3 orang WNI yang Terlibat Kasus Pencurian ditransfer ke Pengadilan District Wan Chai

Persidangan 3 orang WNI atas nama Terdakwa berinisial PS, MK dan EH,  dengan Nomor Kasus KCCC 1935/2016 telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 9 Agustus 2016  bertempat di Kowloon City Court.
Terdakwa PS, MK dan EH  datang ke Hong Kong pada bulan April 2016, selanjutnya ketiga Terdakwa di tangkap bersamaan pada tanggal 3 Juni 2016 pada saat mereka hendak melakukan pencurian di daerah Tsim Sha Tsui.
Terdakwa PS dan  MK setelah diinterogasi oleh Polisi Tsim Sha Tsui kamudian ditahan sementara di Rumah Tahanan Lai Chi Kok sedangkan untuk Terdakwa EH  ditahan di rumah tahanan wanita Tai Lam Centre for Women.
Terdakwa PS dan MK sebelum terlibat kasus yang sekarang ini juga pernah datang ke Hong Kong dan terlibat kasus pencurian sehingga sempat menjalani hukuman di penjara Hei Ling Chau selama 22 bulan. Setelah selesai menjalani hukumannya mereka kemudian dideportasi oleh Pemerintah Hong Kong, namun kedua Terdakwa datang kembali ke Hong Kong dengan menggunakan identitas yang baru.
Hasil persidangan hari ini,  Hakim memutuskan bahwa kasus dari ketiga Terdakwa tidak akan dimajukan dalam persidangan di Magistrate tetapi kasusnya  akan ditransfer ke Pengadilan Distric  Wanchai pada tanggal 30  Agustus 2016 dikarenakan Hakim menganggap kasus yang melibatkan ketiga Terdakwa ini cukup serius.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong