Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 04 Agustus 2016

Kunjungan KJRI Hong Kong ke Rumah Tahanan Lo Wu Correctional

Pada hari Kamis tanggal 4 Agustus 2016 KJRI Hong Kong melakukan pertemuan dengan Warga Negara Indonesia yang sedang menjalani hukuman di Lo Wu Correctional Institution tersebut dibagi dalam 3 (tiga) sesi dimana pada sesi pertama bertemu dengan narapidana sebanyak 47 (empat puluh tujuh) orang dari 48 (empat puluh sembilan) narapidana yang diinformasikan pihak penjara, 1 (satu)  orang tidak berkenan menemui Tim. Sesi pertemuan kedua dengan para tahanan sebanyak 25 (dua puluh lima) orang dari 28 (dua puluh delapan) orang, 3 (tiga) orang tidak bersedia menemui Tim. Sesi pertemuan ketiga bertemu dengan narapidana sebanyak 12 (dua belas) orang dari 14 (empat belas) narapidana, 2 (dua) orang  tidak dapat menemui Tim karena 1 (satu) orang sedang memeriksakan diri ke rumah sakit dan 1 (satu) orang lagi sedang mengikuti proses persidangan di pengadilan.

Adapun data Warga Negara Indonesia yang bermasalah dengan hukum di Lo Wu Correctional Institution sampai dengan saat ini terdiri dari 14 orang yang berstatus tahanan dan 76 orang sudah berstatus narapidana sehingga jumlah total seluruhnya adalah 90 orang.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Tim Citizen Service juga mendata WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution sesuai klasifikasi tindak pidana yang dilakukan sebagai berikut :

No
Tindak Pidana
Jumlah
1.
Narkotika
15 orang
2.
Pencurian
12 orang
3.
Pelanggaran Izin Tinggal
33 orang
4.
Dokumen Palsu
  5 orang
5.
HKID Palsu
10 orang
6.
Papek Kerja
  9 orang
7.
Lain-lain
  6 orang
Jumlah
90 orang


Disamping itu dalam kunjungan tersebut, KJRI Hong Kong telah memberikan barang berupa shampo dan body lotion kepada seluruh WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution serta beberapa barang lainnya sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti Al Qur’an, Al Kitab, Buku Yasin, Novel, Pensil Warna, Kaset Lagu Rohani, dll.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong