Kamis, 25 Agustus 2016

SDN Terdakwa Kasus Dokumen Palsu Dibebaskan


Persidangan  WNI atas nama Terdakwa berinisial SDN  telah dilaksanakan pada hari Selasa Rabu  tanggal 24 – 25 Agustus  2016 bertempat di Pengadilan Shatin.
Dalam persidangan kali ini telah dibacakan kembali tuduhan yang dikenakan kepada Terdakwa SDN yang pada pokoknya sebagai berikut :
  1. Pada tanggal 20 Oktober  2006 Terdakwa telah melanggar keimigrasian di Hong Kong yaitu telah menggunakan dokumen palsu yang bernomor AG 219919;
  2. Pada tanggal 20 Oktober  2006 Terdakwa telah memberikan pernyataan palsu pada petugas imigrasi Hong Kong ;
  3. Pada tanggal 21 Juli 2009 Terdakwa memberikan  dokumen palsu berupa Paspor yang bernomor AP 409268 kepada Imigrasi Hong Kong ;
  4. Pada tanggal 21 Juli  2015 Terdakwa memberikan pernyataan palsu dengan membenarkan tahun kelahirannya 1978  ;
  5. Terhadap tuduhan yang dikenakan kepada Terdakwa tersebut, Terdakwa SDN tidak mengakui semua tuduhan tersebut ;
Persidangan pada tanggal 24 Agustus menghadirkan 3 orang saksi yaitu 2 orang petugas imigrasi Hong Kong dan seorang penerjemah bahasa. Disamping itu Terdakwa SDN juga diberikan kesempatan untuk memberikan keterangan serta 3 (tiga) dokumen sebagai bukti yang dimajukan dalam persidangan yaitu Akte lahir asli, KTP asli yang telah habis masa berlakunya  serta surat dari KJRI yang menyatakan bahwa perubahan data pada tahun kelahiran yang tertera pada paspor Terdakwa SDN karena adanya system biometric yang terkoneksi langsung dengan Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) yang ada  di Indonesia.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan Hakim pada saat memberikan keputusan untuk Terdakwa SDN adalah bahwa Terdakwa pada saat pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2003 dan kedatangan yang kedua kali pada tahun 2006 telah mengunakan paspor dengan tahun kelahiran 1978, demikian juga pada saat Tedakwa SDN hendak memperpanjang visa kerjanya di Imigrasi Hong Kong, yang bersangkutan menuliskan di formulir permohonan visa bahwa tahun kelahirannya adalah 1978 sehingga hal ini dipandang oleh Hakim bahwa Terdakwa SDN percaya bahwa dirinya dilahirkan pada tahun 1978 sementara paspor yang digunakan untuk mengajukan permohonan visa dengan tahun kelahiran 1979 yang telah dilakukan penyesuaian dipandang tidak memiliki dasar alasan yang kuat.

Dengan beberapa pertimbangan sebagaimana tersebut di atas maka Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SDN tidak terbukti bersalah dan oleh karenanya membebaskan Terdakwa SDN dari segala tuntutan.