Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Jumat, 30 September 2016

BMI Diadili karena Bekerja di Hong Kong Menggunakan Visa Turis

Persidangan dengan nomor kasus STCC 2506/2016 atas nama Terdakwa berinisial DA  (32 tahun) telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 30  September  2016 bertempat di Shatin Court.
Terdakwa DA pertama kali datang ke Hong Kong pada tanggal 29 Februari 2010 dan  telah bekerja  pada  6 majikan  yang berbeda , saat ini Terdakwa masih bekerja dengan  majikan nya yang berlokasi di daerah  Yuen Long yang diproses melalui Agen Berkah yang berlokasi sama di daerah Yuen Long.
Terdakwa DA keluar dari majikannya yang lama pada tanggal 5 Mei 2015. Setelah mendapatkan majikan baru yang diproses melalui Agen Berkah, Terdakwa DA menunggu visa di Macau selama 4 bulan. Ketika visa kerjanya telah diterbitkan oleh Imigrasi Hong Kong maka pada tanggal 5 September 2015 Terdakwa DA datang ke Hong Kong dengan menggunakan visa turis (visa kerja tidak ditempelkan pada lembar paspor sebab semua lembar paspor sudah penuh halamannya)  dan masuk ke rumah majikannya yang baru pada tanggal 6 September 2015.
Terdakwa DA datang ke KJRI Hong Kong untuk memperpanjang paspornya dikarenakan paspor yang lama selain sudah penuh halamannya juga masa berlakunya paspor hanya sampai dengan tanggal 28 Februari 2016.   
Selanjutnya Terdakwa DA bermaksud untuk membuka rekening pada salah satu bank di Hong Kong tetapi di tolak dikarenakan pada paspor yang baru tidak terdapat visa kerjanya, sehingga atas petunjuk beberapa temannya Terdakwa DA disarankan untuk keluar Hong Kong guna mendapatkan cap visa  pada paspor yang baru.
Pada tanggal 8 April  2016 Terdakwa DA mencoba hendak ke Cina untuk mendapatkan cap visa pada  paspornya tetapi Terdakwa ditangkap di border Imigrasi Lo Wu dan kemudian Terdakwa DA diminta untuk datang ke Kantor Imigrasi yang berlokasi di Kowloon Bay untuk diinterogasi lebih lanjut.
Setelah Terdakwa DA diinterogasi, yang bersangkutan diizinkan untuk tinggal di luar dengan uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus hongkong dollar) dan diminta untuk menghadiri persidangan pada tanggal 30 September 2016 di Shatin Court dimana yang bersangkutan didakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong dikarenakan setelah Terdakwa datang dan bekerja di Hong Kong dengan majikannya sampai saat ini hanya menggunakan visa turis dan telah overstay selama 5 bulan.
Hasil persidangan pada tanggal 30 September 2016 ini, Terdakwa DA mengakui  kesalahannya  dan Hakim memutuskan Terdakwa DA terbukti bersalah sehingga Terdakwa DA  diwajibakan untuk membayar biaya persidangan sebesar HKD 100 (seratus hongkong dollar), dan diwajibkan berjanji untuk berkelakuan baik selama 1 tahun serta  membayar denda sebesar HKD 500 ( lima ratus hongkong dollar), akan tetapi denda sebesar HKD 500 tersebut tidak wajib dibayar saat ini, namun apabila dalam kurun waktu 1 tahun Terdakwa DA melakukan pelanggaran / kesalahan lagi maka Terdakwa DA wajib membayar denda sebesar HKD 500 ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru dilakukannya.  

Jumat, 23 September 2016

LS Diadili karena Overstay


Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial LS (29 tahun)  dengan Nomor Kasus STCC 472/2013 telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal  23 September  2016 bertempat di Shatin Court.
Terdakwa  pertama kali datang untuk bekerja di Hong Kong sebagai domestic helper  sekitar bulan  April 2014. Selanjutnya sejak bulan Desember 2014 Terdakwa LS  sudah tidak bekerja lagi dengan majikannya, namun majikannya tidak langsung memutuskan visa kerja di Hong Kong  sampai dengan  masa berakhirnya visa kerja Terdakwa.
Selama ini Terdakwa tinggal dengan seorang laki – laki berkewarganegaraan Srilanka dan telah memiliki 2 orang putra.
Terdakwa datang menyerahkan diri ke Imigrasi Hong Kong yang berlokasi di Kowloon Bay dan Terdakwa bermaksud hendak mengajukan paper.
Pada persidangan sebelumnya telah dibacakan dakwaan bahwa  Terdakwa LS telah overstay  selama 2 bulan  di Hong Kong sebelum Terdakwa datang menyerahkan diri ke Imigrasi Hong Kong di Kowloon Bay pada tanggal 3 Juni 2015 dan Terdakwa pun menyatakan  bahwa Terdakwa tidak ingin kembali ke tanah air meskipun permohonan paper-nya pernah ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Pada persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum kembali membacakan dakwaannya dimana Terdakwa LS didakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong, namun  Terdakwa tetap  tidak  bersedia untuk pulang  dan saat ini Terdakwa sedang menunggu proses permohonan kembali terkait pengajuan paper.
Mengingat Terdakwa LS masih dalam proses pengajuan paper maka Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 13 Desember 2016.

LS Diadili karena Overstay


Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial LS (29 tahun)  dengan Nomor Kasus STCC 472/2013 telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal  23 September  2016 bertempat di Shatin Court.
Terdakwa  pertama kali datang untuk bekerja di Hong Kong sebagai domestic helper  sekitar bulan  April 2014. Selanjutnya sejak bulan Desember 2014 Terdakwa LS  sudah tidak bekerja lagi dengan majikannya, namun majikannya tidak langsung memutuskan visa kerja di Hong Kong  sampai dengan  masa berakhirnya visa kerja Terdakwa.
Selama ini Terdakwa tinggal dengan seorang laki – laki berkewarganegaraan Srilanka dan telah memiliki 2 orang putra.
Terdakwa datang menyerahkan diri ke Imigrasi Hong Kong yang berlokasi di Kowloon Bay dan Terdakwa bermaksud hendak mengajukan paper.
Pada persidangan sebelumnya telah dibacakan dakwaan bahwa  Terdakwa LS telah overstay  selama 2 bulan  di Hong Kong sebelum Terdakwa datang menyerahkan diri ke Imigrasi Hong Kong di Kowloon Bay pada tanggal 3 Juni 2015 dan Terdakwa pun menyatakan  bahwa Terdakwa tidak ingin kembali ke tanah air meskipun permohonan paper-nya pernah ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Pada persidangan hari ini, Jaksa Penuntut Umum kembali membacakan dakwaannya dimana Terdakwa LS didakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong, namun  Terdakwa tetap  tidak  bersedia untuk pulang  dan saat ini Terdakwa sedang menunggu proses permohonan kembali terkait pengajuan paper.
Mengingat Terdakwa LS masih dalam proses pengajuan paper maka Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 13 Desember 2016.

Rabu, 21 September 2016

ER Tidak Terbukti Bersalah dan Dapat Kembali Bekerja


Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial ER (36 tahun) dengan Nomor Kasus STCC 2257/2016 telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal  21 September  2016 bertempat di Shatin Court lantai 6 ruang sidang 7.
Terdakwa bekerja sejak bulan Maret tahun 2011 sampai saat ini dengan majikan yang sama dengan kontrak kerja nomor K705285.
Pada tanggal 26 Juni 2016 saat Terdakwa ER sedang berbelanja di pasar tradisional Kwai Chung ditangkap oleh beberapa petugas Imigrasi Hong Kong.
Terdakwa dituduh telah melanggar peraturan keimigrasian di Hong Kong yang seharusnya bekerja sebagai domestic helper tetapi telah bekerja di toko recycle milik majikannya.
Pada persidangan sebelumnya  Terdakwa ER tidak mengakui bahwa dirinya telah bekerja di toko milik majikannya dan Terdakwa ER oleh Hakim diizinkan untuk tinggal di luar (ditampung di shelter agen WF) selama menunggu persidangan   dengan jaminan uang sebesar HKD 5.000 (lima ribu Hong Kong dollar) yang dibayar oleh majikannya.
Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaannya bahwa Terdakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong, tetapi Terdakwa tetap  tidak mengakui dakwaannya hanya Terdakwa setuju dengan fakta yang telah dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
Pada kesempatan persidangan hari ini Jaksa Penuntut Umum telah mencabut dakwaan / tuduhannya terhadap Terdakwa ER dikarenakan Pengacara yang disewa oleh majikannya memiliki bukti yang kuat bahwa saat petugas Imigrasi, petugas Kepolisian dan petugas dari Ketenagakerjaan Hong Kong menyamar sebagai pelanggan yang datang ke toko recyle itu tidak dilayani oleh Terdakwa melainkan oleh staffnya majikan yang bekerja di toko tersebut, sedangkan Terdakwa ER saat itu hanya datang ke toko untuk mengantarkan makanan majikannya sambil membereskan dus-dus yang berserakan di toko tersebut.
Jaksa Penuntut Umum setelah berkoordinasi dengan Pengacara akhirnya mencapai kesepakatan untuk mencabut dakwaan terhadap Terdakwa dengan syarat bahwa Terdakwa ER harus bersedia untuk membuat surat pernyataan di persidangan bahwa Terdakwa ER akan berkelakuan baik selama bekerja di Hong Kong.
Hasil persidangan pada hari ini Hakim memutuskan bahwa dalam kurun waktu 1 tahun  Terdakwa ER tidak boleh berbuat kesalahan atau melanggar hukum di Hong Kong, dan apabila melanggar maka Terdakwa ER harus membayar denda sebesar HK$ 1,000 (seribu hongkong dollar) dan akan ditambahkan hukuman terhadap pelanggaran yang baru di langgarnya itu.
Terdakwa ER diizinkan untuk kembali bekerja ke rumah majikan sampai dengan finish kontraknya pada tahun 2017.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong