Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Senin, 03 Oktober 2016

BMI Disidang karena Bekerja Tidak Sesuai Kontrak Kerja


Pada   tanggal 27 dan 28 September 2016, bertempat di Shatin Court telah dilaksanakan persidangan WNI dengan menghadirkan saksi   Sdri. KS (42 tahun) dengan nomor kasus STCC 631/2016 dan Terdakwa WNI berinisial JU (46 tahun) dengan nomor kasus STCC 1705/2016  dengan tuduhan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong.
Bahwa Sdri. KS telah bekerja di Hong Kong sejak bulan Februari 2010 sampai dengan saat  yang bersangkutan  ditangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong yang sedang menyamar.
Berdasarkan kontrak kerja yang ada seharusnya Sdri. KS bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang tinggal di daerah Tsuen Wan. Namun pada kenyataannya sejak datang ke Hong Kong yang bersangkutan justru disuruh oleh majikannya tersebut untuk bekerja pada sebuah toko Indonesia milik dari  Terdakwa JU   di daerah Yuen Long.
Terdakwa JU  pertama kali ke Hong Kong pada tahun 1997 dan bekerja sebagai domestik helper dengan majikan Mr. Yu  di daerah Tsuen Wan. Setelah Terdakwa JU  menikah dengan seorang laki laki berkewarganegaraan Hong Kong, Terdakwa JU  meminta tolong kepada mantan majikannya yang bernama Mr. Yu tersebut untuk menanda tangani kontrak kerja  Sdri. KS dengan dibantu oleh sebuah agen yang berada di Yuen Long untuk memproses surat izin kerja  Sdri. KS.
Sdri. KS bekerja di toko Indonesia, sementara Terdakwa JU bekerja part time pada 2 buah restaurant   sebagai pencuci piring. Meskipun Sdri. KS berkerja tidak sesuai dengan kontrak kerja, namun pada awalnya tidak ada masalah apapun dan yang bersangkutan tetap menerima hak-haknya sebagaimana mestinya sampai akhirnya pada tanggal 18 Februari 2016 yang bersangkutan didatangi oleh 4 (empat) orang petugas CID Hong Kong yang kemudian melakukan interogasi hingga akhirnya menangkap Sdri. KS dan kemudian melakukan penahanan di Tai Lam Centre for Women.
Pada persidangan tanggal 27 September 2016 Hakim memutuskan bahwa  bekas majikan Terdakwa JU dinyatakan tidak bersalah, sebab setelah finish kontrak yang pertama, juga tidak pernah menanda tangani untuk membantu Terdakwa JU mempekerjakan Sdri. KS, bahkan dirinya tidak mengetahui jika selama ini  identitas dirinya dan alamat serta dokumen miliknya masih dipergunakan untuk memperpanjang kontrak kerja Sdri.  KS.
Kesaksian dari Sadri. KS  menyatakan bahwa dirinya selama ini bekerja dengan Terdakwa JUANA yaitu menjaga toko Indonesia dan menjaga rumah yang dikontrakkan dengan gaji yang tidak menentu setiap bulannya.
Pada persidangan tanggal 28 September 2016 Hakim pun menghadirkan saksi polisi yang menangkap Sdri. KS untuk memberikan pernyataan, yang mana pernyataan dan kesaksiannya itu menyatakan bahwa KS bekerja di Toko JUANA dan bukan bekerja sebagi domestic helper, namun laporan wawancara JU dengan petugas Imigrasi di Kowloon Bay tidak diakui oleh JU yang menurutnya saat dia diwawancarai dirinya sedang dalam keadaan tidak sehat, dan meminta kepada Hakim untuk mencabut wawancara tersebut. 
Hasil persidangan pada tanggal 3 Oktober 2016 di Shatin Court lantai 1 ruang 3 adalah bahwa kasus yang melibatkan Terdakwa JU dan sdri KS  memerlukan waktu guna melakukan penyelidikan secara seksama dan teliti, sehingga persidangan Sdri.  KS ditunda sampai dengan tanggal 18 Oktober 2016.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong