Selasa, 18 Oktober 2016

HAR Dituduh Menggunakan Dokumen Palsu


Persidangan perkara pidana atas nama Terdakwa berinisial HAR (32 tahun) dengan nomor perkara STCC 3577 / 2016 telah dilaksanakan pada hari Selasa  tanggal  18 Oktober 2016 bertempat di  Shatin Court.
Terdakwa HAR tersebut diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah menggunakan dokumen palsu dan memberikan keterangan yang tidak benar kepada petugas.
Terdakwa HAR pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan Juli 2010 untuk bekerja sebagai domestic helper dengan menggunakan dokumen Paspor Nomor AN 576306 yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Surakarta dengan data tempat tanggal lahir MAGETAN, 24 APRIL 1984. Terdakwa HAR hanya bekerja selama 1 bulan kemudian di-terminate oleh majikan dan kemudian pulang ke Indonesia.
Selanjutnya pada bulan April 2014, Terdakwa HAR kembali lagi ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper dengan menggunakan dokumen Paspor Nomor AS 458660 yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Tanjung Perak dengan data tempat tanggal lahir MAGETAN, 24 APRIL 1984. Terdakwa HAR bekerja dengan seorang majikan di daerah Yuen Long sampai dengan habis masa kontaknya yang pertama.
Pada bulan April 2016, Terdakwa HAR berencana akan melanjutkan kerja dengan majikan yang sama sehingga yang bersangkutan melalui pihak Agen kemudian mengurus perpanjangan kontrak ke Kantor Imigrasi namun setelah ditunggu beberapa lama dokumen perpanjangan kontrak tersebut tidak juga dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi dan setelah ditanyakan dikatakan bahwa dokumen Paspor Terdakwa HAR bermasalah karena pihak Imigrasi Hong Kong mendapatkan data Kartu Keluarga dari majikannya yang pertama yang menjelaskan bahwa Terdakwa HAR lahir pada tanggal 24 APRIL 1986 sedangkan di Paspor tertulis 24 APRIL 1984.
Dikarenakan permasalahan tersebut maka Terdakwa HAR kemudian diinterogasi / dimintai keterangan oleh Pihak Imigrasi Hong Kong dan selanjutnya perkaranya dlimpahkan ke Pengadilan Shatin untuk disidangkan.
Terkait persidangan perkara atas nama Terdakwa HAR tersebut pihak KJRI Hong Kong telah memberikan bantuan dengan memberikan Surat Keterangan dari Konsul Imigrasi yang menerangkan berdasarkan data yang ada bahwa benar Terdakwa HAR pernah mempunyai 2 buah dokumen Paspor yaitu Nomor AN 576306 yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Surakarta dan Nomor AS 458660 yang dikeluarkan oleh Kantor Imigrasi Tanjung Perak dimana dalam kedua dokumen Paspor tersebut identitas Terdakwa HAR tertulis sama yaitu lahir di MAGETAN tanggal 24 APRIL 1984. Disamping itu dari Fungsi Konsuler juga telah menerjemahkan dan melegalisasi dokumen milik Terdakwa HAR berupa Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga dimana dari kedua dokumen tersebut juga tertulis bahwa Terdakwa HAR lahir di MAGETAN tanggal 24 APRIL 1984.
Pada persidangan tanggal 18 Oktober 2016 tersebut, Surat Keterangan dari Konsul Imigrasi maupun dokumen Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga yang telah diterjemahkan dan dilegalisasi kemudian diserahkan kepada Hakim melalui Duty Lawyer. Selanjutnya dengan adanya dokumen tersebut pihak Duty Lawyer yang mendampingi Terdakwa HAR mengajukan permohonan kepada Hakim untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 15 November 2016 dikarenakan pihak Duty Lawyer akan menyampaikan surat kepada Pihak Imigrasi Hong Kong agar dapat kiranya mencabut kasus ini dari pengadilan.
Terkait dengan permintaan yang disampaikan oleh Duty Lawyer dari Terdakwa HAR tersebut Hakim mengabulkan dan kemudian memutuskan bahwa persidangan perkara atas nama Terdakwa HAR ditunda sampai dengan tanggal 15 November 2016.