Kamis, 13 Oktober 2016

Narkoba Jerat BMI Berstatus Paper

Persidangan perkara pidana atas nama Terdakwa NML  (31 tahun), DAR (30 tahun) dan DMA (31 tahun) telah dilaksanakan pada hari  Kamis  tanggal  13 Oktober 2016 bertempat di  Tsuen Wan Court.
Terdakwa NML, DAR dan DMA tersebut diajukan ke persidangan dengan dakwaan kepemilikan narkotika secara tidak sah.
Terdakwa NML pertama kali datang ke Hong Kong sejak tahun 2011 dan bekerja sebagai domestic helper selama 1 tahun kemudian break contract dan menjadi overstay selama 1 tahun. Selanjutnya menjadi pemegang paper selama 1 tahun dan ditangkap Pihak Imigrasi Hong Kong dikarenakan bekerja di restoran sehingga yang bersangkutan kemudian ditahan di penjara Lo Wu selama 9 bulan dan keluar/bebas pada bulan Mei 2014. Karena tidak mau pulang ke Indonesia, Terdakwa NML kembali mengajukan paper. Kemudian pada tanggal 19 Juli 2016 sekitar pukul 11 pagi ketika yang bersangkutan sedang berada di tempat tinggalnya di lantai 3, Shanghai Street No. 724, Mongkok, bersama kedua orang temannya yaitu Terdakwa DAR dan Terdakwa DMA, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya yang ternyata 2 orang Polisi yang menyamar menjadi petugas pos membawa barang kiriman paket yang katanya ditujukan kepada Terdakwa  NML dan petugas memaksa Terdakwa NML untuk menandatanganinya meskipun nomor telepon yang tertera pada tanda terimanya tersebut tidak sama dengan nomor telepon miliknya. Kemudian setelah Terdakwa NML menandatangi tanda terima pengiriman barang maka yang bersangkutan bersama dengan temannya yaitu Terdakwa DAR dan Terdakwa DMA diborgol dan ketika diperlihatkan isi barang kiriman paket tersebut ternyata berisi narkotika jenis kokain seberat 1.000 gram. Selanjutnya polisi menggeledah kamar Terdakwa NML dan ditemukan 1 barang jenis parsel berisi narkotika seberat 1 kg. Selanjutnya ketiga Terdakwa dibawa ke Kantor Bea dan Cukai untuk diinterogasi. Keesokan harinya mereka bertiga dibawa ke Bandara Internasional Hong Kong untuk dilakukan sidik jari dan pada hari Kamis  21 Juli 2016 mereka telah menjalani persidangan di Pengadilan Tsuen Wan untuk dibacakan dakwaan terhadap mereka yaitu telah memiliki narkotika jenis kokain seberat 1 kg ditambah narkotika yang ditemukan di kamarnya seberat 1 kg.
Terdakwa DAR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2011 dan bekerja pada majikan selama 6 bulan kemudian break contract hingga akhirnya overstay. Selanjutnya yang bersangkutan menjadi pemegang paper dan tinggal bersama dengan temannya Terdakwa NML. Terdakwa ikut ditangkap petugas Kepolisian bersama dengan Terdakwa NML dan Terdakwa DMA pada tanggal 19 Juli 2016  saat berada di tempat tinggalnya di lantai 3, Shanghai Street No. 724, Mongkok.
Terdakwa DMA pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010 dan bekerja pada majikan hanya selama 5 bulan karena di-terminate hingga akhirnya yang bersangkutan overstay. Terdakwa DMA kemudian tinggal di Sham Shui Po dan telah mengajukan paper sejak tahun 2012. Pada tanggal 19 Juli 2016 , Terdakwa DMA ketika sedang berkunjung ke tempat tinggal temannya dan berada di kamar temannya yaitu Terdakwa NML tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu kamar yang ternyata polisi yang menyamar sebagai tukang pos. Terdakwa DMA mengaku tidak tahu mengenai kasus yang menimpa terhadap temannya yaitu Terdakwa NML karena yang bersangkutan mengaku hanya sedang main di rumah temannya tersebut dan ikut ditangkap ketika ada polisi datang hingga Terdakwa DMA akhirnya harus ikut ditahan bersama temannya Terdakwa NML dan Terdakwa DAR.
Adapun hasil persidangan pada tanggal 13 Oktober 2016 ini, mengingat alat bukti yang diajukan ke persidangan tidak cukup untuk membuktikan keterlibatan / perbuatan pidana yang dilakukan oleh Terdakwa DAR dan Terdakwa DMA maka Hakim CHEANG KEI HONG kemudian memutuskan untuk MEMBEBASKAN Terdakwa DAR dan Terdakwa DMA dari segala dakwaan. Sedangkan untuk Terdakwa NML karena dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terkait kepemilikan narkotika yang ditemukan di tempat tinggalnya maka Hakim perlu mempelajari kasus ini lebih mendalam sehingga memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa NML sampai dengan tanggal 18 November 2016.