Selasa, 11 Oktober 2016

Tiga Orang BMI Terlibat Kasus Pencucian Uang


Persidangan perkara pidana atas nama Terdakwa SRY  (31 tahun), STR (31 tahun) dan MNR (37 tahun)   telah dilaksanakan pada hari  Selasa   tanggal  11 Oktober 2016 bertempat di District Court  Wanchai.
Terdakwa SRY, STR dan MNR tersebut diajukan ke persidangan dengan dakwaan persekongkolan (conspiracy) melakukan kejahatan terkait pencucian uang.
Terdakwa SRY pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2007 dan bekerja di daerah Tsuen Wan. Kemudian yang bersangkutan ditangkap oleh Polisi Hong Kong pada tahun 2013 di Kantor Imigrasi Wan Chai saat renew kontrak dengan tuduhan telah terlibat dalam tindak pidana pencucian uang. Terdakwa SRY meminjamkan ATM-nya (HSBC, Hangseng, Chiyu, BOC, Nanyang, Jockey Club) ke orang Hong Kong yang membayar setiap ATM sebesar HKD 2,000 secara cash. Terkait perkara tersebut Terdakwa SRY pada tahun 2014 telah dijatuhi hukuman penjara selama 16 bulan. Terdakwa SRY seharusnya bebas pada tanggal 23 Januari 2016 namun  yang bersangkutan diajukan ke persidangan lagi pada tanggal 22 Januari 2016 karena didakwa telah melakukan persekongkolan (conspiracy) melakukan tindak pidana terkait pencucian uang bersama dengan temannya yaitu Terdakwa STR dan Terdakwa MNR.  Adapun perbuatan dari Terdakwa SRY terkait dengan perkara ini yaitu memberikan ATM milik Terdakwa STR dan Terdakwa MNR kepada seseorang warga negara Hong Kong dimana berdasarkan laporan dari pihak Kepolisian Hong Kong, ATM (rekening) tersebut digunakan untuk bisnis peminjaman uang dengan bunga yang tinggi dimana setiap HKD 1,000 bunganya HKD 300 per 10 hari. Dalam persidangannya dikatakan bahwa ATM (rekening) milik Terdakwa SRY telah digunakan untuk melakukan transaksi kurang lebih sebesar HKD 3.000.000.
Sedangkan Terdakwa STR datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2005 dan bekerja pada seorang majikan untuk menjaga nenek. Sekitar bulan Maret tahun 2012 yang bersangkutan ditemui oleh Terdakwa SRY yang bermaksud meminjam ATM Hang Seng milik Terdakwa STR dengan alasan untuk menabung uang milik Terdakwa SRY. Pada bulan November 2012 Terdakwa SRY menyuruh Terdakwa STR untuk menutup rekening Hang seng miliknya dengan alasan takut ada yang menggunakannya untuk kriminal. Selanjutnya pada tanggal 17 September 2015 ketika Terdakwa STR sedang bekerja menjaga nenek telah didatangi 4 orang Polisi yang kemudian menginterogasi Terdakwa STR terkait ATM (rekening) miliknya. Setelah diinterogasi, Terdakwa STR kemudian dibawa ke Kantor Polisi Hung Hom untuk dimintai keterangan lebih lanjut selama 1 hari. Terdakwa STR mengajukan bail out dengan jaminan uang sebesar HKD 1.000 untuk kembali ke majikan karena masih ada visa kontrak kerja selama 4 bulan. Majikan mengajukan visa kerja  untuk Terdakwa STR ke Imigrasi Hong Kong tetapi ditolak karena ada kasus. Sambil menunggu selesai kasusnya, majikan memberikan izin tinggal selama 2 bulan di rumah majikan tanpa kerja. Karena tidak kunjung selesai kasusnya, Terdakwa STR akhirnya dikembalikan ke agen dan tinggal selama 8 bulan. Terdakwa STR setelah mengikuti persidangan pada tanggal 06 Oktober 2016 kemudian ditahan di penjara Tai Lam. Dalam persidangannya diketahui bahwa ATM (rekening) milik Terdakwa STR telah digunakan untuk melakukan transaksi kurang lebih sebesar HKD 1,230,000.

Selanjutnya untuk Terdakwa MNR, datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2005 dan bekerja pada seorang majikan untuk menjaga kakek dan nenek usia 93 tahun. Pada tahun 2011 Terdakwa SRY telah membeli ATM (rekening) BOC milik Terdakwa MNR seharga HKD 1,000. Sekitar tahun 2012 Terdakwa MNR membaca berita di koran mengenai kasus money laundering sehingga yang bersangkutan kemudian menanyakan tentang ATM miliknya kepada Terdakwa SRY dimana Terdakwa SRY lalu menyarankan Terdakwa MNR untuk memblokir akun rekening atas nama Terdakwa MNR. Pada tanggal 15 September 2015, Terdakwa MNR telah didatangi 3 orang Polisi yang kemudian menginterogasinya terkait apakah yang bersangkutan pernah menjual ATM rekening) BOC miliknya kepada seseorang yaitu Terdakwa SRY. Terdakwa MNR mengaku memang telah menjual ATM (rekening) BOC miliknya kepada Terdakwa SRY sehingga yang bersangkutan  kemudian dibawa ke Kantor Polisi Tai Wai dan diinterogasi selama 2 hari. Terdakwa MNR membayar bail out sebesar HKD 1,000. Kemudian pada tanggal 12 September 2016 setelah Terdakwa MNR  mengikuti persidangan, yang bersangkutan ditahan di penjara Tai Lam. Dalam persidangannya diketahui bahwa ATM (rekening) milik Terdakwa MNR telah digunakan untuk melakukan transaksi kurang lebih sebesar HKD 560,000.

Adapun hasil persidangan pada tanggal 11 Oktober 2016 yang bertempat di District Court Wan Chai, Terdakwa SRY, Terdakwa STR dan Terdakwa MNR didakwa telah melakukan persekongkolan (conspiracy) untuk melakukan kejahatan terkait pencucian uang. Terhadap dakwaan tersebut Terdakwa SRY dan Terdakwa MNR mengakui kesalahannya sehingga Hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada kedua Terdakwa selama 20 (dua puluh) bulan. Sedangkan untuk Terdakwa STR dikarenakan tidak mengaku bersalah maka Hakim kemudian menjatuhkan pidana penjara kepada yang bersangkutan selama 30 (tiga puluh) bulan sehingga ketiganya kemudian menjalani hukuman tersebut di Penjara Lowu Correctional Institution.