Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 30 November 2016

Overstay Lagi, Paper Lagi...

Persidangan dengan nomor kasus STCC 4287/2016 atas nama Terdakwa IPADAH  (Cirebon, 10 Juni 1982 ) telah dilaksanakan pada hari Rabu  tanggal 30 November  2016 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1.
Terdakwa IPADAH pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2012 dan   bekerja sebagai domestic helper  pada  3 majikan yang  berbeda dimana   Terdakwa IPADAH  bekerja dengan  majikan terakhir yang berlokasi  di daerah Tin Shui Wai.
Pada bulan Oktober tahun 2015 Terdakwa IPADAH  di-terminate oleh majikannya namun  Terdakwa IPADAH tidak segera meninggalkan Hong Kong meskipun  batas izin tinggal di Hong Kong telah habis sehingga Terdakwa IPADAH akhirnya overstay selama 8 bulan 2 minggu.
Pada bulan Juli 2016 Terdakwa IPADAH datang menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dikarenakan Terdakwa IPADAH hendak mengajukan paper, setelah Terdakwa  IPADAH  diinterogasi maka Imigrasi Kowloon Bay memberikan izin terhadap Terdakwa IPADAH untuk bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus hongkong dollar) sambil menunggu persidangannya.
Pada  persidangan sebelumnya  Hakim membacakan tuduhan terhadap Terdakwa IPADAH yang telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 8 bulan 2 minggu dimana terhadap tuduhan tersebut Terdakwa IPADAH mengakui kesalahannya dan Hakim juga memberikan kesempatan terakhir kepada Terdakwa IPADAH untuk memgajukan kembali permohonan papernya yang telah dua kali di tolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Adapun hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa  IPADAH kembali mengakui kesalahannya dan Hakim kemudian menjatuhkan hukuman selama 2 minggu dengan masa percobaan selama 3 tahun,  sehingga untuk saat ini Terdakwa IPADAH tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 3 tahun TerdakwA IPADAH tidak  boleh melakukan pelanggaran hukum apapun, dan apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa IPADAH melakukan lagi pelanggaran maka  Terdakwa IPADAH akan dihukum selama 2 minggu ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru dilakukan oleh Terdakwa IPADAH .

Pengajuan Paper MAR Ditolak

Persidangan dengan nomor kasus STCC 4250/2016 atas nama Terdakwa MAR  (Lampung, 11 Juli 1974 ) telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal 30 November  2016 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1.
Terdakwa MAR yang telah mengakui bahwa dirinya melanggar peraturan ke Imigrasian di Hong Kong dan telah overstay selama  2 tahun 10 bulan di Hong Kong pada persidangan sebelumnya telah dikabulkan oleh Hakim terkait permohonan bail out-nya dengan uang jaminan HKD 1.000 ( seribu Hong Kong dollar ).
Pada persidangan kali ini Terdakwa  MAR diminta untuk menyerahkan alamat dimana Terdakwa MAR akan tinggal selama menanti persidangan berikutnya.
Terdakwa MAR telah dua kali mengajukan surat permohonan paper kepada Imigrasi Hong Kong namun keduanya telah ditolak dan tidak mendapatkan persetujuan dari Imigrasi Hong Kong  
Hasil persidangan hari ini Hakim memberikan kesempatan terakhir kepada Terdakwa MAR untuk membuat kembali surat permohonan paper kepada Imigrasi Hong Kong  dan sidang ditunda sampai dengan tanggal 28 Desember 2016.

Senin, 28 November 2016

MAR Diadili karena Overstay

Persidangan dengan nomor kasus STCC 4250/2016 atas nama Terdakwa berinisial MAR  (Lampung, 11 Juli 1974 ) telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal 28 November  2016 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1.
Terdakwa MAR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2007 dan   bekerja  pada  3 majikan yang  berbeda kemudian Terdakwa MAR  pulang ke tanah air.
Pada  tahun 2013 Terdakwa MAR  datang kembali ke Hong Kong dan bekerja sebagai domestic helper selama 3 tahun dengan majikan yang sama yang berlokasi di daerah Kwun Tong, namun  Terdakwa MAR kemudian break kontrak tetapi Terdakwa MAR tidak pulang ke tanah air melainkan masih tetap tinggal di Hong Kong dan menjadi overstay selama 2 tahun 10 bulan.
Pada tanggal 16 Oktober 2016 saat Terdakwa MAR sedang berjalan di daerah Jordan, Terdakwa  MAR ditangkap oleh Polisi Yau Ma Tei dan kemudian dibawa ke Kantor Polisi Yau Ma Tei  untuk diinterogasi dan selanjutnya ditahan di Penjara Lowu sambil menunggu persidangannya.
Terdakwa MAR dituduh telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melanggar izin batas tinggal di Hong Kong sehingga overstay selama 2 tahun 10 bulan, dan saat ini Terdakwa MAR sedang mengajukan paper kepada Imigrasi Hong Kong.  
Hasil persidangan hari ini pengacara memohon bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 1.000  (seribu Hong Kong dollar) untuk Terdakwa MAR  dan Hakim mengabulkan permohonan tersebut. Disamping itui Hakim juga memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 30 November 2016.



Jumat, 25 November 2016

Overstayer Tidak Mau Pulang ke Indonesia Memutuskan Mengajukan Paper




Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa SR (Jakarta, 23 Maret 1970), No. Kasus STCC 4222/2016 telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 25 November 2016  bertempat di Shatin Court  lantai 3 court 1.
Terdakwa dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 2 bulan dimana Terdakwa pertama kali ke Hong Kong pada tahun 1999 dan bekerja sebagai domestic helper dan telah berganti majikan beberapa kali di Hong Kong.
Pada tanggal 11 Agustus 2016 pada saat Terdakwa SR sedang berjalan di Mong Kok tiba-tiba ditangkap oleh Polisi Mong Kok dan kemudian dibawa ke kantor polisi di Mong Kok untuk diinterview dimana selanjutnya Terdakwa SR ditahan di Penjara Tai Lam yang kemudian dipindahkan ke Penjara Lowu untuk menanti persidangan.
Selain Terdakwa SR, pada kesempatan persidangan tersebut juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap Warga Negara Indonesia lainnya yaitu atas nama Terdakwa UN (Subang, 23 Agustus 1974), No. Kasus STCC 4225/2016.
Terdakwa UN dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 2 bulan, Terdakwa pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2009 dan bekerja sebagai domestic helper dan telah berganti majikan beberapa kali di Hong Kong.
Terdakwa UN telah meninggalkan rumah majikan sejak tanggal 2 Agustus 2016, dan Terdakwa ditangkap oleh polisi di Jordan pada tanggal 14 Oktober 2016, kemudian Terdakwa UN ditahan di penjara Tai Lam yang kemudian dipindahkan ke penjara Lowu untuk menanti persidangan.
Dalam persidangan tersebut Terdakwa SR dan Terdakwa UN mengakui kesalahannya yaitu telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong dengan telah overstay selama 2 bulan dimana kedua Terdakwa telah mengajukan paper sebanyak 2 kali tetapi permohonan papernya masih belum mendapatkan persetujuan dari pihak Imigrasi Hong Kong.
Hasil persidangan hari ini Hakim menyetujui permohonan bail out dari kedua Terdakwa dimana  masing masing Terdakwa diharuskan untuk membayar uang jaminan sebesar  HKD 500  (lima ratus Hong Kong dollar). Disamping itu Hakim juga memutuskan bahwa persidangan kedua Terdakwa ditunda sampai dengan tanggal 29 Desember 2016 guna memberikan kesempatan terakhir kepada kedua terdakwa untuk mengajukan permohonan papernya.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong