Rabu, 23 November 2016

BMI Mangkir Sidang


Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus STCC 1663/2016  atas nama Terdakwa berinisial EP (asal Banyumas, 34 tahun) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 November  2016 bertempat di  Shatin Court  lantai  6 court 7.
Terdakwa EP diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan pelanggaran Keimigrasian.
Adapun kronologis perkara dari Terdakwa  EP  pada pokoknya adalah sebagai berikut :

  1. Terdakwa EP   pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2008 dan bekerja sebagai domestic helper  serta telah berganti majikan  beberapa kali di Hong Kong  ;
  2. Terdakwa EP  di-terminate majikan  pada tanggal 14 Agustus 2015 namun   Terdakwa masih berada di Hong Kong  sehingga Terdakwa EP menjadi overstayer selama  1 tahun 3 bulan ;
  3. Terdakwa EP  kemudia menyerahkan diri ke Imigrasi Kowloon Bay dan mengajukan paper, namun pada tanggal  23 September 2016 dimana Terdakwa EP seharusnya memenuhi panggilan dari Pengadilan di Shatin untuk menghadiri persidangan tetapi Terdakwa EP tidak datang sehingga Hakim mengeluarkan perintah untuk melakukan penangkapan terhadap Terdakwa EP   ;  
  4. Pada saat Terdakwa EP  sedang melapor diri ke Kantor Imigrasi Ma Tao Kok maka polisi langsung menangkap Terdakwa dan melakukan interogasi terkait dengan ketidakhadirannya di persidangan yang seharusnya hadir pada tanggal 23 September 2016 ;
  5. Setelah diinterogasi Terdakwa EP  diizinkan untuk bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 1,000 (seribu Hong Kong dollar) dengan syarat harus melapor diri setiap hari ke Kantor Polisi di Tuen Mun ;

Hasil persidangannya, Terdakwa EP mengakui kesalahannya maka Hakim kemudian menjatuhkan hukuman selama 2 minggu dengan masa percobaan selama 3 tahun,  sehingga Terdakwa EP tidak perlu menjalani hukuman penjara saat ini namun dalam waktu 3 tahun Terdakwa EP tidak  boleh melakukan kesalahan apapun, dan apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa EP melakukan lagi pelanggaran maka hukumannya selama 2 minggu harus dijalankan ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru dilakukan oleh Terdakwa EP .