Senin, 14 November 2016

KAR Memutuskan untuk Mengajukan Paper di Hong Kong karena Suami Punya Utang

Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus STCC 4038/2016 atas nama Terdakwa berinisial KAR  yang berasal dari Tulung Agung dan berusia 38 tahun  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 14 November  2016 bertempat di Shatin Court  lantai 3 court 1;
Terdakwa KAR  diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati batas ijin tinggal di Hong Kong selama 1 tahun 4 bulan ;
Adapun kronologis perkara dari Terdakwa  KAR pada pokoknya sebagai berikut :

  1. Terdakwa KAR  datang ke Hong Kong untuk bekerja sebagai domestic helper  dan bekerja di daerah Hung Hom  kemudaian Terdakwa break kontrak  ;  
  2. Pada saat izin tinggal di Hong Kong telah habis Terdakwa belum juga mendapatkan majikan sehingga akhirnya Terdakwa KAR menjadi overstay  ;
  3. Pada bulan Desember 2014 Terdakwa KAR datang ke Imigrasi Kowloon Bay untuk menyerahkan diri mengingat Terdakwa KAR bermaksud untuk mengajukan paper dan tidak ingin pulang ke tanah air ;
  4. Terdakwa KAR  tidak ingin pulang ke tanah air dengan alasan bahwa suami Terdakwa KAR  telah meminjam uang kepada rentenir dalam jumlah yang sangat besar dan saat ini banyak penagih utang datang ke rumah Terdakwa KAR untuk menagih dikarenakan suami Terdakwa KAR pada saat meminjam uang itu menggunakan dokumen Terdakwa KAR dan Terdakwa KAR pun telah menanda tanganinya  surat perjanjian utang piutang tersebut ;
  5. Terdakwa KAR  telah mengakui kesalahannya pada saat di interogasi oleh petugas di Imigrasi Kowloon Bay  bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong ;

Hasil persidangan hari ini, Hakim memutuskan bahwa persidangan Terdakwa KAR ditunda sampai dengan tanggal 12 Desember 2016 sambil menunggu surat permohonan paper dari Terdakwa KAR untuk disetujui oleh Imigrasi Hong Kong;