Kamis, 01 Desember 2016

Pekerja Migran Indonesia (PMI) Overstay karena Terkena Bujuk Rayu WNA

Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus STCC 4295/2016 atas nama Terdakwa berinisial DSS (26 tahun asal Pasuruan)  telah dilaksanakan pada hari Kamis  tanggal  1 Desember  2016 bertempat di Shatin Court  lantai 3 court 1;
Terdakwa DSS diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati batas ijin tinggal di Hong Kong selama 11 hari ;
Adapun kronologis perkara dari Terdakwa DSS pada pokoknya sebagai berikut :
Terdakwa DSS pertama kali datang ke Hong Kong pada tanggal 5 Februari 2014  untuk bekerja sebagai domestic helper dan telah dua  kali berganti majikan di Hong Kong dimana majikan terakhir berlokasi di daerah Yuen Long  ; 
Pada  tanggal 11 Februari 2016  Terdakwa DSS telah diputus kontrak kerjanya oleh majikan dan karena Terdakwa DSS tidak juga mendapatkan majikan yang baru maka Terdakwa DSS akhirnya menjadi overstay di Hong Kong selama 11 hari   ;
Pada tanggal 7 Maret 2016 Terdakwa DSS datang ke Imigrasi Kowloon Bay untuk menyerahkan diri sebab Terdakwa DSS berkeinginan untuk mengajukan paper dan dapat tinggal di Hong Kong bersama teman laki-lakinya yang memegang paper dan  berkewarganegaraan India  ; 
Terdakwa DSS telah mengakui kesalahannya pada saat di interogasi oleh petugas di Imigrasi Kowloon Bay  yaitu dirinya telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong ;
Hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa  DSS mengakui kesalahannya dan Hakim menjatuhkan hukuman selama 2 minggu dengan masa percobaan selama 3 tahun sehingga untuk saat ini Terdakwa  DSS tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 3 tahun Terdakwa DSS tidak  boleh melakukan pelanggaran hukum apapun, dan apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa DSS melakukan lagi pelanggaran maka  Terdakwa DSS akan dihukum selama 2 minggu ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru dilakukan oleh Terdakwa DSS.