Rabu, 23 November 2016

DK Dituduh Mencuri Cek


Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus KTCC 3695/2016  atas nama Terdakwa berinisial DK (43 tahun) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 23 November 2016 bertempat di Kowloon City Court  lantai  5 court 1. Terdakwa DK diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan pencurian.

Adapun kronologis perkara dari Terdakwa  DK pada pokoknya sebagai berikut :
  1. Terdakwa DK pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2005 dan bekerja sebagai domestic helper  dengan majikan yang sama hingga saat ini yang berlokasi di daerah Jordan.
  2. Pada tanggal 1 November 2015 teman dari  Terdakwa DK yang bernama Ti meminta tolong terhadapnya untuk mencairkan selembar cek yang bertanggalkan 28 Oktober 2015  dengan alasan karena Ti tidak memiliki rekening di Hong Kong dimana jumlah cek yang dititipkan kepada Terdakwa DK adalah sebesar HKD 4,480 (empat ribu empat ratus delapan puluh Hong Kong dollar).
  3. Pada tanggal 10 Desember  2015  Terdakwa DK mengembalikan cek tersebut kembali kepada Sdri. Ti namun pada tanggal 21 Februari  2016 Sdri. Ti kembali menyerahkan cek tersebut kepada Terdakwa DK  agar disetorkan ke bank dan dimasukkan ke dalam tabungan milik dari Terdakwa DK.
  4. Pada tanggal 24 Februari  2016 Terdakwa DK  mencairkan cek tersebut dan selanjutnya menyetorkan uangnya ke bank ke dalam nomor rekening milik Terdakwa DK.
  5. Pada tanggal 6 Maret 2016 Terdakwa DK bertemu dengan Sdri. Ti dan menyerahkan uang sebesar HKD 4,480 (empat ribu empat ratus delapan puluh hongkong dollar) kepadanya.
  6. Pada tanggal 23 Agustus  2016 Terdakwa DK  ditangkap oleh Polisi Yau Ma Tei  pada saat sedang bekerja di rumah majikan dan  Terdakwa DK dituduh telah melakukan pencurian cek.
  7. Terdakwa  DK kemudian dibawa ke Kantor Polisi Yau Ma Tei untuk diinterogasi sehubungan dengan pencurian cek tersebut, dan Terdakwa DK  diizinkan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 1,000 (seribu Hong Kong dollar).

Hasil persidangan hari ini Terdakwa DK tidak mengakui perbuatannya telah mencuri cek tersebut, sehingga diperlukan bukti-bukti yang cukup untuk  dapat mendukung pernyataan tidak bersalahnya. Oleh sebab itu Hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 19 Januari 2017.