Selasa, 13 Desember 2016

PMI Overstay 2 Minggu Diganjar Hukuman Percobaan

Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus STCC 4392/2016 atas nama Terdakwa berinisial TS (31 tahun asal Surabaya), telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Desember  2016 bertempat di Shatin Court  lantai 6 court 7.
Terdakwa TS diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah melewati batas ijin tinggal di Hong Kong selama 2 minggu.
Pertama kali Terdakwa TS  datang ke Hong Kong pada tahun 2008 untuk bekerja sebagai domestic helper dan telah beberapa kali berganti majikan di Hong Kong dimana majikan terakhir berlokasi di daerah Yuen Long.
Pada tanggal 28 Maret 2016 Terdakwa TS telah diputus kontrak kerjanya oleh majikan dan Terdakwa TS hanya  diizinkan untuk tinggal di Hong Kong sampai dengan tanggal 11 April 2016 namun Terdakwa TS masih tetap berada di Hong Kong dan karena Terdakwa TS tidak mendapatkan majikan baru maka yang bersangkutan akhirnya menjadi overstayer di Hong Kong selama 2 minggu.
Pada tanggal 28 April 2016  Terdakwa TS datang ke Imigrasi Kowloon Bay untuk menyerahkan diri sebab Terdakwa TS berkeinginan untuk pulang ke tanah air.
Terdakwa TS  telah mengakui kesalahannya pada saat diinterogasi oleh petugas di Imigrasi Kowloon Bay bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong dan Terdakwa TS juga mengajukan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 100 ( seratus hongkong dollar) dimana yang bersangkutan akan tinggal bersama temannya di daerah Yuen Long.
Hasil persidangan hari ini Terdakwa TS telah mengakui kesalahannya dan Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa TS terbukti bersalah  dan oleh karenanya Hakim menjatuhkan hukuman selama 2 minggu dengan masa percobaan selama 3 tahun sehingga untuk saat ini Terdakwa TS  tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 3 tahun Terdakwa TS  tidak  boleh melakukan pelanggaran hukum apapun, dan apabila dalam waktu 3 tahun Terdakwa TS melakukan lagi pelanggaran maka Terdakwa TS akan dihukum selama 2 minggu ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru dilakukan oleh Terdakwa TS.