Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 19 Desember 2017

KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Penjara Macau


Pada tanggal 19 Desember 2017, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong telah melaksanakan kunjungan ke penjara Estabelecimento Prisional de Coloane Macau dalam rangka melakukan monitoring WNI yang bermasalah hukum khususnya yang berada di penjara Estabelecimento Prisional de Coloane Macau ; Adapun Tahanan / Narapidana WNI yang berada di Estabelecimento Prisional de Coloane Macau saat ini sebanyak 12 (dua belas) orang, yang terdiri dari 9 (sembilan) orang perempuan dan 3 (tiga) orang laki-laki dengan perincian tindak pidana sebagai berikut  :
a.    Narkotika                         :      6    orang (3 perempuan dan 3 laki-laki)
b.    Pencurian                         :      3    orang (3 perempuan)
c.     Pelanggaran Ijin Tinggal  :      1    orang (1 perempuan)            
d.    Tindak Pidana Lainnya    :      2    orang (2 perempuan)
      J u m l a h                 :    12    orang

Dalam kunjungan tersebut, KJRI Hong Kong telah memberikan 12 (dua belas) paket barang yang masing-masing berupa buku bacaan, biskuit cracker, kue Ciffon dan buku bacaan berupa novel dan majalah untuk para tahanan / narapidana.
Disamping itu pada kesempatan tersebut juga dilakukan dialog khususnya oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong dengan para tahanan dalam rangka mengetahui kondisi serta berbagai permasalahan yang mereka hadapi selama dalam tahanan.
Berdasarkan pengamatan yang ada, secara umum kondisi para tahanan / narapidana dalam keadaan sehat dan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara di Macau

Senin, 18 Desember 2017

BMI Dilaporkan Majikan Karena Ketahuan Mencuri Uang Nenek


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SH (44 tahun asal Malang) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18  Desember 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin.
Terdakwa SH  datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2010  dan telah bekerja dengan 2 majikan di Hong Kong dimana  Majikan yang terakhir tempat Terdakwa SH bekerja berlokasi di Mong Kok.
Pada tanggal 3 November 2017 ketika Terdakwa  SH  hendak menjemput anak majikannya di sekolah, tanpa sengaja Terdakwa  SH melihat ada kunci rumah nenek (ibu dari majikan laki lakinya) dimana karena  merasa terdesak oleh temannya yang sering kali menagih utang kepadanya maka Terdakwa SH sebelum menjemput anak ke sekolahan mampir dahulu ke rumah nenek dan sewaktu di rumah nenek tersebut Terdakwa SH melihat ada uang sebesar HKD 1.200 (seribu dua ratus hongkong dollar) dan  kemudian tanpa berpikir panjang Terdakwa SH mengambil uang tersebut dan kemudian segera meninggalkan rumah nenek untuk menjemput anak majikannya di sekolahan.
Beberapa hari kemudian, Majikan Terdakwa SH melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan pada hari yang sama Terdakwa SH ditangkap dengan tuduhan bahwa Terdakwa SH telah melakukan pencurian di rumah nenek.
Menurut keterangan Terdakwa SH perbuatan mencuri ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan mengingat yang bersangkutan  sebelumnya juga pernah melakukan pencurian perhiasan di rumah majikannya dan Terdakwa SH mengakui perbuatannya sehingga  majikan  kemudian menghitung  kerugian yang dialaminya dan meminta Terdakwa SH untuk mengembalikan kerugian tersebut dengan cara dicicil setiap bulan.
Adapun hasil persidangan pada hari ini Hakim hanya membacakan kembali dakwaan terhadap Terdakwa SH  yaitu telah  melakukan pencurian berencana, namun karena kurangnya bukti dari Jaksa Penuntut Umum, maka Jaksa Penuntut Umum memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan guna mengumpulkan saksi, bukti dari rekaman CCTV yang menyatakan bahwa Terdakwa SH telah melakukan pencurian di rumah nenek. Untuk selanjutnya Hakim memutuskan menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SH sampai dengan tanggal 22 Januari 2018.


Jumat, 15 Desember 2017

BMI Ditangkap dan Diadili Karena Membantu Majikannya di Pasar


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial NU (24 tahun asal Indramayu) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 15 Desember 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin.
Terdakwa NU datang pertama kali ke Hong Kong pada bulan Juli tahun 2017 dan bekerja pada majikan yang tinggal di daerah Tai Po.
Pada tanggal 21 November 2017 ketika Terdakwa NU sedang membantu di tempat jualan sayur milik majikannya, yang bersangkutan telah ditangkap oleh Petugas karena dituduh telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong dengan bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan kontrak kerjanya yaitu membantu majikannya berjualan di pasar.
Kemudian pada hari yang sama Terdakwa NU dibawa ke Kantor Polisi Tai Po untuk diinterview dan dicatat pernyataannya oleh petugas polisi dan Terdakwa NU ditahan selama 3 hari sampai dengan hari persidangannya yang pertama yakni tanggal 24 November 2017 dengan agenda pembacaan dakwaan atas kesalahan yang telah dilakukan oleh Terdakwa NU.
Adapun hasil persidangan pada hari ini Hakim memutuskan bahwa Terdakwa NU telah terbukti melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan kontrak kerjanya dan oleh karenanya Hakim memutuskan Terdakwa NU dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 6 minggu dengan masa percobaan selama 12 bulan. Dengan vonis tersebut maka Terdakwa NU tidak perlu menjalani hukuman penjara 6 minggu tersebut, namun dalam waktu 12 bulan  Terdakwa NU tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 12  bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara 6 minggu  ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.
Selanjutnya mengingat Terdakwa NU selama proses persidangan ditampung di shelter KJRI dan menurut pengakuannya masih ada hak-haknya dengan majikan seperti gaji terakhir, uang lembur kerja di hari libur, uang terminate dan tiket maka kami mohon kiranya Fungsi terkait dapat menindaklanjuti dalam pengurusan hak-hak yang bersangkutan. Selain itu kami juga mengusulkan agar majikan dari Terdakwa NU dapat kiranya dimasukkan dalam daftar majikan yang di-blacklist.


Rabu, 13 Desember 2017

BMI Ditangkap Ketika sedang Bekerja di Tempat Lain


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial JM  (35 tahun asal Subang)  telah dilaksanakan pada hari Rabu  tanggal 13 Desember 2017  bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa JM  datang ke Hong Kong pada  tahun 2009  dan bekerja sebagai domestic helper serta telah beberapa kali berganti majikan di Hong Kong dimana saat ini Terdakwa JM bekerja dengan majikan yang  berlokasi di daerah Yau Ma Tei.
Pada tanggal 9 Oktober 2017 saat menikmati hari libur, Terdakwa JM   telah ditangkap oleh Petugas Imigrasi  yang berpakaian preman disebuah Guest House milik dari ibu majikannya pada saat Terdakwa  JM sedang membantu bersih-bersih di Guest House tersebut. Terdakwa JM ditangkap  dengan tuduhan bahwa yang bersangkutan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu yang bersangkutan telah bekerja di sebuah Guest House di daerah Yau Ma Tei.
Pada hari yang sama Terdakwa JM langsung dibawa petugas ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay untuk diperiksa dan di interview.  Selanjutnya Petugas Imigrasi mengizinkan Terdakwa JM untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 200 (dua ratus Hong Kong dollar) dan menunggu di rumah majikannya sampai tiba hari persidangannya. 
Hasil persidangannya  Terdakwa JM tidak mengakui kesalahannya bahwa  Terdakwa JM telah melanggar   Peraturan Keimigrasian  di Hong Kong dengan bekerja di sebuah Guest House tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong. Selanjutnya Hakim memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa JM sampai dengan tanggal 8 Januari 2018.

Senin, 11 Desember 2017

3 BMI Overstay Ditangkap dan Dipenjara 6 Minggu


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial EM (39 tahun asal Lampung), HS (38 tahun Asal Sragen) dan AK (40 tahun asal Indramayu) telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal  11 Desember 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Kronologis perkara yang melibatkan 3 (tiga) orang WNI tersebut yaitu pada tanggal 8 November 2017 ketiga Terdakwa yang berstatus overstay telah ditangkap oleh petugas imigrasi Hong Kong ketika sedang bekerja di rumah makan di daerah Tsim Sha Tsui. Ketiganya kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi untuk dilakukan interogasi dan selanjutnya ditahan di penjara Lowu Correctional Institution sambil menunggu hari persidangannya.
Hasil persidangannya  karena ketiga Terdakwa telah mengakui bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong yaitu telah overstay di Hong Kong, maka Hakim memutuskan bahwa ketiga Terdakwa dinyatakan bersalah dan oleh karenanya dijatuhi hukuman pidana penjara selama 6 minggu.

Sabtu, 09 Desember 2017

Jaksa Agung RI Bertandang ke China

Pada tanggal 5 – 8 Desember 2017 Jaksa Agung RI beserta delegasi Kejaksaan RI menghadiri acara “China-ASEAN Jurist Gathering & China-ASEAN Legal Forum” di Nanning City Guangxi China.







Senin, 04 Desember 2017

Kunjungan Kerja Jaksa Agung ke Hong Kong

Senin tanggal 4 Desember 2017
Kunjungan Kerja Jaksa Agung RI ke KJRI Hong Kong








Selasa, 28 November 2017

BMI Ditangkap dan Disidang Gara-gara Jualan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SL (47 tahun asal Tulung Agung)  telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal  28 November  2017  bertempat di Pengadil;an Shatin lantai  3 court 2 ;
Terdakwa SL datang ke Hong Kong pada tahun 2011 dan telah bekerja dengan majikan yang sama selama 6 tahun ;
Pada tanggal 28 Mei 2017  ketika sedang menikmati hari liburnya, Terdakwa SL di tangkap oleh Petugas karena  dituduh telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah berjualan secara illegal di daerah Tsuen Wan  sehingga Terdakwa SL kemudian dibawa ke kantor polisi di  Tsuen Wan untuk diinterview dan diinterogasi. Terdakwa SL diizinkan untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 200 (dua ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu sampai dengan hari persidangannya  ;
Pada tanggal 15 Agustus 2017  Terdakwa SL  telah diputus kontrak oleh majikannya dan saat ini Terdakwa SL tinggal bersama dengan temannya di daerah Sham Shui Po.
Pada persidangan hari ini telah dihadirkan 4 orang saksi yaitu 2 orang petugas Pamong Praja, 1 orang Petugas Imigrasi dan 1 orang penerjemah yang membantu menerjemahkan saat Terdakwa SL diambil pernyataannya di kantor polisi. Selanjutnya dikarenakan Terdakwa SL tidak memiliki saksi yang akan memberikan keterangan yang meringankan bagi Terdakwa SL di Pengadilan, maka Terdakwa SL juga diberikan kesempatan untuk memberikan pernyataan guna membela dirinya dalam persidangan ;
Setelah mendengarkan keterangan dari 4 orang saksi dan pembelaan dari Terdakwa SL maka Hakim membutuhkan waktu untuk membuat Putusan sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SL sampai dengan tanggal 7 Desember 2017.


Senin, 27 November 2017

BMI Overstay Menyerahkan Diri karena Ingin Pulang

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MS (39 tahun asal Madiun)  telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal  27 November  2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai  3  ruang sidang1.
Terdakwa MS datang ke Hong Kong pada bulan Desember 1997 untuk bekerja sebagai domestic helper  dimanaTerdakwa MS sempat pulang  ke tanah air dan kemudian datang kembali ke Hong Kong  pada tahun  2016 untuk bekerja dengan majikan yang terakhir yang berlokasi di daerah Tseung Kwan O.
Pada tanggal 10 September 2016 Terdakwa MS diputus kontrak oleh majikannya dimana Terdakwa MS hanya diizinkan tinggal di Hong Kong selama 2 minggu setelah kontrak kerjanya diputus, namun sampai dengan tanggal 25 September Terdakwa masih tetap berada di Hong Kong hingga akhirnya menjadi overstay selama 8,5 bulan.
Pada tanggal 18 Juni 2017 Terdakwa MS  datang ke Kantor Imigrasi di Kow Loon Bay untuk menyerahkan diri dikarenakan Terdakwa MS berkeinginan untuk pulang ke tanah air.  Terdakwa MS kemudian diinterview  dan dicatat pernyataannya oleh petugas Imigrasi  dan selanjutnya Terdakwa MS  diizinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu hari persidangannya.
Hasil persidangan hari ini karena  Terdakwa MS mengakui bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  yaitu telah overstay di Hong Kong selama 8,5 bulan, maka Hakim memutuskan Terdakwa MS  dinyatakan bersalah, dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama  3 minggu  dengan masa percobaan selama 24 bulan.  Dengan vonis tersebut maka Terdakwa MS  tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 24 bulan Terdakwa MS  tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 24  bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 3 minggu  ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong