Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 31 Mei 2017

MM Disidang karena Telah Melakukan Pelanggaran Keimigrasian Hong Kong

Persidangan Warga Negara Indonesia  atas nama Terdakwa berinisial MM  (Bogor, 10 April 1976)  telah dilaksanakan pada hari Rabu  tanggal 31 Mei  2017 bertempat di Pengadilan Tuen Mun lantai 3 court 1.
Terdakwa MM  pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan Maret 2014 dan bekerja sebagai domestic helper. Terdakwa MM  telah berganti dua kali majikan di Hong Kong dimana  tempat majikan  yang kedua berlokasi di daerah Yuen Long.  Sebelum kontraknya berakhir Terdakwa MM telah di putus kontrak oleh majikannya sehingga yang bersangkutan hanya bekerja selama 9 bulan, namun setelah diputus kontrak oleh majikannya tersebut Terdakwa MM tidak juga meninggalkan Hong Kong sehingga menjadi overstay selama 2 tahun.
Pada tanggal 10 Maret 2017  Terdakwa MM ditangkap oleh Polisi Yuen Long yang sedang menyamar dimana saat itu Terdakwa MM sedang bekerja part time di sebuah Bar yang berlokasi di Yuen Long  dan pada saat di geledah oleh Polisi Yuen Long, ditemukan kunci utama dari  pintu Bar di kantong pakaian yang dikenakan oleh Terdakwa MM.
Pada persidangan  hari ini Terdakwa MM telah didakwa melakukan 3 tindak pidana yaitu :
1.    Terdakwa telah melanggar Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah  overstay di Hong Kong selama 2 tahun
2.    Terdakwa telah berjualan minuman keras tanpa izin yang sah dari pemerintah Hong Kong
3.    Terdakwa telah bekerja di Hong Kong tanpa memiliki visa kerja
Pada persidangan hari ini, Terdakwa mengakui dakwaan terhadapnya bahwa dirinya telah melanggar peraturan  Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah Overstay dan telah bekerja di bar namun Terdakwa  MM tidak mengakui bahwa dirinya telah memiliki dan menjual minuman keras, oleh sebab itu Hakim memutuskan bahwa persidangan akan ditunda sampai dengan tanggal 22 Juni 2017.


Senin, 29 Mei 2017

Karena Tidak Ada Bukti, HAR Dibebaskan

Persidangan Warga Negara Indonesia dengan nomor kasus STCC 3577/2016 atas nama Terdakwa berinisial HAR  (33 tahun asal Magetan telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 29 Mei 2017 bertempat di Shatin Court  lantai  3 court 1.
Terdakwa HAR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2010 dan bekerja hanya selama 1 bulan  dengan majikan yang berlokasi di South Horizon  karena yang bersangkutan diputus kontrak oleh majikannya.
Terdakwa HAR  dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong dengan memberikan informasi dan data yang tidak benar / palsu yang mana data yang ada di Paspor tidak sesuai dengan Kartu Keluarga Terdakwa HAR yang terdapat di Imigrasi Hong Kong.
Selama menjalani proses persidangan Terdakwa HAR  diizinkan bailout dengan uang jaminan sebesar HK$ 100 (seratus Hong Kong dollar)  dan saat ini Terdakwa ditampung oleh agennya di Yuen Long.
Adapun hasil persidangan pada hari ini Jaksa Penuntut Umum menarik semua tuntutannya karena kasus ini dipandang tidak cukup bukti untuk menuntut Terdakwa HAR dan sejak pertama kali sidang Terdakwa HAR juga tidak mengakui bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong.

Berdasarkan hal tersebut maka Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa HAR dinyatakan tidak bersalah dan oleh karenanya dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Disamping itu Terdakwa HAR juga dapat mengambil kembali uang bail out  sebesar HKD 100 (seratus hongkong dollar) yang telah diserahkan sebagai jaminan di Imigrasi Kowloon Bay.

Rabu, 24 Mei 2017

Palsukan Dokumen, SWK Dijebloskan ke Penjara

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SWK (39 tahun asal Kendal telah dilaksanakan pada hari Rabu  tanggal 24 Mei 2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai  5 court 6.
Terdakwa SWK untuk kedua  kalinya datang ke Hong Kong pada bulan Januari tahun 2016 untuk bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan bekerja dengan majikan yang berlokasi  di Tsing Yi.
Pada bulan April 2016  Terdakwa  SWK bekerja sama dengan seorang WNI bernama Syahrini untuk meminjam uang di Finance Prime Credit. Mengingat dokumen yang asli milik dari  Terdakwa SWK disimpan agen, maka Terdakwa SWK bersekongkol dengan Syahrini untuk meminjam uang dengan menggunakan foto copy dokumen yang dipalsukan, yaitu dengan menggunakan Paspor dengan Nomor  AS 202269 dan No. Kontrak Kerja yang palsu yaitu L 236151. Terdakwa SWK berhasil meminjam uang dari Finance Prime Credit sebesar HKD 29.000 (dua puluh sembilan ribu hongkong dollar) dan Terdakwa SWK membayar Syahrini sebesar HKD 7.000 (tujuh ribu hongkong dollar ) sebagai upahnya sebab berhasil meminjam uang ke Finance Prime Credit dengan cicilan yang akan dibayar selama 1 tahun , dimana setiap bulannya harus membayar sebesar $ 3.052 (tiga ribu lima puluh dua hongkong dollar). Adapun pinjamannya tersebut telah dilunasi oleh Terdakwa SWK  pada bulan April 2017;
Namun pada tanggal  9 Februari 2017 datang seorang Filipina ke Finance Prime Credit yang bermaksud untuk meminjam uang dengan membawa dokumen Kontrak Kerja yang bernomorkan L 236151, dan setelah diperiksa oleh petugas Finance Prime Credit diperoleh data bahwa Nomor Kontrak Kerja tersebut telah dipergunakan oleh Terdakwa SWK  pada bulan April 2016, sehingga petugas Finance Prime Credit dan wanita Filipina  tersebut kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi yang untuk selanjutnya pada tanggal 10 April 2016 Terdakwa SWK ditangkap di tempat kediaman majikannya, dan pada tanggal 11 April 2017 majikan memutus kontrak kerjanya dengan Terdakwa SWK.
Pada tanggal 10 April 2017 Terdakwa dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi guna mendapatkan informasi yang lebih rinci. Terdakwa diizinkan oleh polisi untuk bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 1.000 (seribu hongkong dollar) dan sambil menunggu hari persidangannya yang bersangkutan tinggal di shelter agennya.
Hasil persidangan hari ini  Terdakwa SWK mengakui kesalahannya sehingga  Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SWK dinyatakan bersalah telah melakukan penipuan dan melakukan pemalsuan dokumen dan oleh karenanya Hakim menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa SWK dengan pidana penjara selama 4 bulan.


Selasa, 23 Mei 2017

IL yang Overstay 7,5 Bulan Menyerahkan Diri Karena Ingin Pulang

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial IL, kelahiran Lampung berusia 36  tahun  dengan nomor kasus STCC 1921 /2017 telah dilaksanakan pada hari Selasa  tanggal 23 Mei  2017 bertempat di Pengadilan Shatin  lantai  3 court 1.
IL  pertama kali datang ke Hong Kong pada tanggal 22 Agustus 2015  untuk bekerja sebagai domestic helper  dan bekerja dengan majikan di daerah Pok Fu Lam.
Pada tanggal 1 September 2016 Terdakwa IL  diputus kontrak oleh majikannya dan setelah keluar dari rumah majikan,  Terdakwa IL hanya boleh di izinkan tinggal di Hong Kong sampai dengan tanggal 15 September 2016, namun karena Terdakwa IL  masih belum juga mendapatkan majikan baru di Hong Kong dan masih tetap berada di Hong Kong meskipun visanya telah berakhir maka Terdakwa IL menjadi overstay di Hong Kong selama 7,5 bulan.
Pada tanggal 5 Mei 2017 Terdakwa IL menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi Hong Kong di Ma Tau Kok karena Terdakwa IL berkeinginan untuk pulang ke tanah air. Setelah Terdakwa IL di interogasi, petugas Imigrasi mengizinkan Terdakwa IL untuk  bail out  dengan membayar uang jaminan  sebesar HKD 100 (seratus Hong Kong dollar) sampai dengan hari persidangannya.  
Pada persidangan hari ini Terdakwa IL  mengakui perbuatanya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 7.5 bulan, sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa dinyatakan bersalah dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi  hukuman dengan pidana penjara selama  16 hari   dengan masa percobaan selama 12 bulan. Dengan vonis tersebut maka Terdakwa IL    tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 12 bulan  Terdakwa IL   tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 12  bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 16 hari    ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.


Senin, 22 Mei 2017

Sidang Lanjutan NB Divonis Bebas Karena Kurangnya Bukti dari Para Saksi

Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial NB (39 tahun) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 Mei  2017 bertempat di Pengadilan Tuen Mun lantai 5 court 5.
Terdakwa NB  diajukan ke persidangan dengan dakwaan telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak kecil perempuan berusia 3,5 tahun  di rumah majikannya yang berlokasi di daerah Tuen Mun.
Terdakwa NB yang datang pertama kali  ke Hong Kong pada tanggal 17 Desember 2015 untuk bekerja sebagai domestic helper dan bekerja dengan majikan yang berlokasi di daerah Tuen Mun pada tanggal 9 Januari 2017 Terdakwa NB ditangkap di rumah majikannya  oleh polisi Tuen Mun yang mendapatkan laporan dari tetangga rumah majikannya karena Terdakwa NB dituduh telah menganiaya seorang anak kecil perempuan yang berusia 3,5 tahun. Terdakwa kemudian dibawa ke kantor polisi di Tuen Mun guna  di interview dan di interogasi oleh polisi dimana Terdakwa NB  kemudian dimasukkan ke dalam penjara Tailam Centre for Women sejak tanggal 11 Januari 2017.
Pada persidangan terdahulu Terdakwa NB tidak mengakui perbuatannya telah menganiaya seorang anak kecil perempuan berusia 3,5 tahun.
Dan pada persidangan hari Kamis tanggal 11 Mei 2017 Jaksa Penuntut  telah menghadirkan Saksi Tetangga yang melaporkan Terdakwa NB kepada polisi telah memberikan pernyataan yang memberatkan Terdakwa NB yaitu yang bersangkutan telah menganiaya anak  kecil perempuan berusia 3,5 tahun. Saksi majikan perempuan dari Terdakwa NB yang telah memberikan pernyataan yang baik dan dapat membantu meringankan Terdakwa NB yaitu bahwa Terdakwa NB selama bekerja dengannya telah melakukan pekerjaan yang baik. Saksi Nenek dari anak kecil perempuan tidak diizinkan untuk memberikan kesaksian oleh Hakim atas keberatan dari pengacara sebab saksi nenek tidak berada di tempat kejadian saat peristiwa tersebut terjadi , dan saksi nenek datang ke rumah setelah kejadian dan Saksi Polisi yang menangkap Terdakwa NB pun tidak memberikan pernyataan sebab kejadian telah lewat baru polisi datang menangkap Terdakwa NB (menangkap Terdakwa NB karena ditelepon oleh tetangga rumah majikan dari Terdakwa NB bekerja).

Hasil persidangan kali ini, setelah mempertimbangkan fakta-fakta yang ada di persidangan sebelumnya maka Hakim memutuskan bahwa Terdakwa NB  dinyatakan tidak bersalah dan oleh karenanya dibebaskan dari hukuman dikarenakan tidak ada alasan yang membuat dirinya untuk dijatuhi hukuman. Hakim menyatakan bahwa Terdakwa NB tidak ada faktor kesengajaan namun hanya kelalaian dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam mengurus anak majikannya tersebut.

Jumat, 19 Mei 2017

Lagi-lagi, Lupa Bayar, SK Disidangkan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SK telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 19 Mei  2017 bertempat di Shatin lantai 3 court 1.
Terdakwa SK datang ke Hong Kong pada tahun 1999 untuk bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah berganti 5 kali majikan. Saat ini Terdakwa SK masih bekerja  dengan majikan yang berlokasi di  daerah Ma On Shan dan telah bekerja selama 5 tahun.
Pada tanggal 26 April 2017, Terdakwa diminta oleh majikannya untuk berbelanja beberapa barang kebutuhan rumah tangga di supermarket WELLCOME. Pada kesempatan tersebut, Terdakwa berbelanja  1 buah labu, 1 pak bakso ikan, 1 pak bakso sapi, 1 botol madu, 2 pak strawberry, 1 pak daging ayam, 1 bungkus kopi bubuk, 1 pak buntut babi dan 1 pak tahu kukus dengan harga keseluruhannya  sebesar  HKD 254  (dua ratus lima puluh empat Hong Kong dollar). Namun dikarenakan Terdakwa SK sibuk dengan telepon genggamnya sehingga yang bersangkutan lupa untuk membayar ke kasir dimana saat itu ada petugas supermarket WELLCOME  yang memperhatikan dan melihat Terdakwa SK keluar langsung menahannya dan melaporkan ke kantor polisi Ma On Shan.
Pada hari yang sama Terdakwa di bawa ke kantor polisi Ma On Shan untuk dilakukan interogasi dan Terdakwa mengakui bahwa dirinya telah melakukan pencurian karena lupa untuk membayar belanjaannya di kasir. Terkait kasus tersebut, Terdakwa SK di izinkan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar) sampai menunggu hari persidangannya.
Pada persidangan hari ini hanya dibacakan data fakta bahwa Terdakwa SK telah melakukan pencurian di  supermarket WELLCOME dan  Hakim menunda persidangan Terdakwa SK sampai dengan tanggal 16 Juni 2017.


Kamis, 18 Mei 2017

KJRI Menemui WNI Bermasalah Hukum di Penjara Lo Wu

Kunjungan ke penjara Lo Wu Correctional Institution telah dilaksanakan oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal RI Hong Kong pada hari Kamis tanggal 18 Mei 2017.
Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong telah melakukan pertemuan dengan Warga Negara Indonesia yang sedang menjalani hukuman sebanyak 51 (lima puluh satu) orang dari 60 (enam puluh) orang narapidana yang diinformasikan pihak penjara. Pertemuan dibagi dalam 3 (tiga) sesi dimana pada sesi pertama bertemu dengan narapidana sebanyak 27 (dua puluh tujuh) dari 30 (tiga puluh) orang. Selanjutnya pada sesi kedua bertemu dengan narapidana sebanyak 14 (empat belas) orang dan seorang tahanan dari 20 (dua puluh) orang. Sedangkan pada sesi ketiga bertemu dengan narapidana sebanyak 8 (delapan) orang dari 10 (sepuluh).
Adapun data Warga Negara Indonesia yang bermasalah dengan hukum di Lo Wu Correctional Institution sampai dengan saat ini terdiri dari :
Tahanan        :             1 orang
Narapidana   :           59 orang
Jumlah         :           60 orang

Kemudian berdasarkan pendataan yang dilakukan terhadap WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution sesuai klasifikasi tindak pidana yang dilakukan adalah sebagai berikut :
NO
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
15
0
15
2
Pencurian
6
0
6
3
Pemalsuan Dokumen
3
0
3
4
ID Orang Lain
3
0
3
5
Paper Kerja
6
0
6
6
BOC (Overstay)
19
1
20
7
Lain-lain
7
0
7
TOTAL
59
1
60

Disamping itu dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service telah memberikan barang berupa shampo, hand body dan lotion kepada seluruh WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution serta beberapa barang lainnya sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti Al Qur’an, novel, pensil warna, majalah, kamus bahasa Inggris, al-Kitab, dll.
Tim Citizen Service pada kesempatan tersebut juga memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan kesehatan serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di Lo Wu Correctional Institution. Selain itu Tim Citizen Service juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di penjara Lo Wu Correctional Institution.
Setelah pertemuan dengan para WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution tersebut selesai selanjutnya Konsul Jenderal RI Hong Kong juga bertemu dengan Pejabat Lo Wu Correctional Institution guna menyampaikan beberapa permasalahan / keluhan sebagaimana yang telah disampaikan oleh para tahanan WNI agar mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong, secara umum kondisi para WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution sehat dan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong