Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 09 Agustus 2017

Karena Berjualan, SR Diadili

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SR (40 tahun asal Malang) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal  9 Agustus  2017 bertempat di Shatin  Court lantai 3 court 1.
Terdakwa SR  datang ke Hong Kong pada  tahun 1997 untuk bekerja sebagai domestic helper dan telah berganti majikan beberapa kali dimana majikan yang terakhir berlokasi di daerah Tsuen Wan dan telah bekerja selama 6 tahun sampai dengan sekarang ini.
Pada tahun 2003, saat  Terdakwa SR  sedang menikmati hari libur pernah ditangkap oleh Petugas Imigrasi  di daerah Victoria Park dengan tuduhan bahwa Terdakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu Terdakwa SR telah berjualan di taman Victoria Park secara tidak sah mengingat Terdakwa SR  diizinkan berada di Hong Kong hanya untuk bekerja sebagai domestik helper, sehingga Terdakwa SR  kemudian diputuskan oleh Pengadilan dinyatakan bersalah dan harus membayar denda sebesar HKD 200 (dua ratus hongkong dollar).
Selanjutnya dengan adanya kasus tersebut maka setiap 2 tahun ketika Terdakwa SR hendak memperpanjang visa kerjanya dengan majikan (renew kontrak), yang bersangkutan juga diwajibkan untuk membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan pernah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong dengan berjualan tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong.
Pada tanggal 29 April 2017, menurut pengakuan Terdakwa SR bahwa dirinya saat itu bermaksud untuk  membeli makanan dari seorang penjaja yang berjualan secara ilegal di daerah Tsuen Wan, namun saat Terdakwa SR  sedang melakukan transaksi jual beli makanan ringan dan tanpa disadari disana hadir Petugas Imigrasi Hong Kong yang sedang melakukan pemeriksaan rutin dan kejadian tersebut di foto oleh petugas dan dijadikan sebagai barang bukti untuk menuntut Terdakwa SR  bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong. Pada hari yang sama Terdakwa SR dibawa ke kantor polisi di Tsuen Wan untuk di interview dan Terdakwa SR diizinkan untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 300 (tiga ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu hari persidangannya.
Hasil Persidangan pada hari ini telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa SR  yaitu telah melanggar Peraturan Keimigrasian untuk kedua kalinya di Hong Kong karena yang bersangkutan tertangkap sedang berjualan tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong. Atas dakwaan tersebut Terdakwa  SR tidak mengaku bersalah sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SR sampai dengan tanggal 1 September 2017 dan selama menunggu persidangan yang akan  datang Terdakwa SR tetap diizinkan untuk bail out dan menunggu di rumah majikannya yang sekarang dimana Terdakwa SR bekerja.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong