Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Senin, 07 Agustus 2017

Sidang RPS Kasus Pelanggaran Keimigrasian Ditunda Lagi Hingga 24 Agustus 2017

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa RPS (29 tahun asal Kediri) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal  7 Agustus  2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai  3 court 1.
Terdakwa RPS datang ke Hong Kong pada tahun 2009 dan bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah berganti beberapa kali majikan di Hong Kong dimana dengan majikan yang terakhir ternyata sebelum kontraknya habis Terdakwa RPS telah diputus kontraknya pada bulan Maret  2012.
Dengan diputusnya kontrak tersebut maka Terdakwa RPS  seharusnya telah meninggalkan Hong Kong karena sampai batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak juga mendapatkan majikan yang baru namun yang bersangkutan masih tetap berada di Hong Kong sampai akhirnya menjadi overstay selama  3 tahun.
Pada  tahun 2015  Terdakwa  RPS menyerahkan  diri  ke Kantor Imigrasi di Ma Tao Kok dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa RPS, yang bersangkutan kemudian  mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong  dan permohonan papernya mendapatkan persetujuan dari Kantor Imigrasi Hong Kong sehingga Terdakwa RPS akhirnya  dibebaskan.
Pada tanggal 19 Juli 2017 Terdakwa RPS kembali ditangkap oleh petugas dan kemudian dilakukan interogasi  hingga akhirnya  pada tanggal 24 Juli 2017 Terdakwa RPS ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya dikarenakan yang bersangkutan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  yaitu surat keterangan paper yang telah diberikan kepada Terdakwa RPS telah berakhir dan Terdakwa wajib melaporkan diri serta mendaftarkan diri kembali untuk mengajukan paper yang baru namun hal tersebut tidak dilakukan oleh yang bersangkutan.
Dengan adanya pelanggaran tersebut maka kasus overstay yang telah ditunda karena papernya telah di setujui kemudian disidangkan kembali atas tuduhan bahwa Terdakwa RPS telah melanggar peraturan  Keimigrasian  di  Hong Kong  dengan  overstay selama  3 tahun.
Adapun hasil persidangan pada hari ini yaitu Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa sampai dengan saat ini  pihaknya belum menerima persetujuan dari Imigrasi Hong Kong terkait dengan  permohonan pengajuan banding dari Terdakwa RPS untuk mendapatkan kembali status paper-nya. Disamping itu pada hari ini Terdakwa RPS juga mengajukan permohonan bail out kepada Hakim, namun  Hakim belum memutuskan terkait permohonan bail out tersebut. Selanjutnya Hakim menyatakan menunda  persidangan perkara atas nama Terdakwa RPS ini sampai dengan tanggal 15 Agustus 2017.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong