Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Jumat, 04 Agustus 2017

SR Dipenjara karena Melanggar Peraturan Keimigrasian dengan Berjualan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa SR  (40 tahun asal Malang) telah dilaksanakan pada hari Jumat   tanggal 4 Agustus  2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai  3 court 1.
Terdakwa SR  datang ke Hong Kong pada  tahun 1997   dan bekerja sebagai domestic helper  dan telah berganti majikan   beberapa kali , majikan yang sekarang berlokasi di daerah Tsuen Wan dan telah bekerja selama 6 tahun sampai dengan sekarang ini.
Pada tahun 2003   pada saat hari liburnya  Terdakwa SR  pernah ditangkap oleh Petugas Imigrasi  di daerah Victoria Park dengan tuduhan bahwa Terdakwa telah melanggar peraturan Ke Imigrasian di Hong Kong yaitu bahwa Terdakwa SR telah berjualan di taman Victoria Park tanpa izin yang sah padahal Terdakwa SR  diizinkan berada di Hong Kong hanya bekerja sebagai domestik helper, akibatnya Terdakwa SR  di putuskan Pengadilan dan dinyatakan bersalah dengan membayar denda sebesar HKD 200 (dua ratus hongkong dollar) , dan selama bekerja 6 tahun dengan majikan yang sama , setiap 2 tahun dimana Terdakwa SR hendak memperpanjang visa kerjanya dengan majikan (renew kontrak) Terdakwa SR  diwajibkan untuk membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan pernah melanggar peraturan KeImigrasian di Hong Kong dengan berjualan tanpa izin yang sah dari pemerintah Hong Kong.
Pada tanggal 29 April 2017, menurut pengakuan Terdakwa SR bahwa dirinya saat itu bermaksud untuk  membeli makanan dari seorang penjaja yang berjualan secara ilegal di daerah Tsuen Wan, namun saat Terdakwa SR  sedang melakukan transaksi jual beli makanan ringan dan tanpa disadari disana hadir Petugas Imigrasi Hong Kong yang sedang melakukan pemeriksaan rutin dan kejadian tersebut di foto oleh petugas dan dijadikan sebagai barang bukti untuk menuntut Terdakwa SR  bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Ke Imigrasian di Hong Kong, pada hari yang sama Terdakwa SR dibawa ke kantor polisi di Tsuen Wan untuk di interview dan Terdakwa SR diizinkan untuk bail out sebesar HKD 300 (tiga ratus hongkong dollar) sambil menunggu hari persidangannya.
Terdakwa SR pada persidangan tanggal 3 Agustus 2017 tidak bisa menghadirkan Pengacara yang akan membantu kasusnya di Pengadilan, sehingga hakim mencabut izin bail outnya dan pada hari yang sama Terdakwa SR ditahan di penjara Tai Lam.
Hasil Persidangan pada hari ini Pengacara memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SR sebab Pengacara membutuhkan data dan informasi yang jelas terkait dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Terdakwa SR, dan Hakim menyetujui untuk menunda persidangan Terdakwa SR sampai dengan tanggal 1 September 2017  dan izin bail out untuk Terdakwa SR hanya diberikan sampai dengan tanggal 1 September 2017 dan akan dibahas pada persidangan yang akan datang terkait dengan kasus yang sedang dihadapinya dan mengenai perpanjangan bail out-nya.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong