Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 15 Agustus 2017

Status RPS Masih Belum Diputuskan oleh Hakim

Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa RPS (29 tahun asal Kediri14 Mei 1988) telah dilaksanakan pada hari Selasa  tanggal 15 Agustus  2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai  3 court 1.
Terdakwa RPS datang ke Hong Kong pada tahun 2009 dan bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah berganti beberapa kali majikan di Hong Kong dan majikan yang terakhir ternyata sebelum kontraknya habis Terdakwa RPS telah diputus kontraknya pada bulan Maret  2012.
Dengan diputusnya kontrak tersebut maka Terdakwa RPS  seharusnya telah meninggalkan Hong Kong karena sampai batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak juga mendapatkan majikan yang baru namun yang bersangkutan masih tetap berada di Hong Kong sampai akhirnya menjadi overstay selama  3 tahun.
Pada  tahun 2015  Terdakwa  RPS menyerahkan  diri  ke Kantor Imigrasi di Ma Tao Kok dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa RPS, yang bersangkutan kemudian  mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong  dan permohonan papernya mendapatkan persetujuan dari Kantor Imigrasi Hong Kong sehingga kasus overstay atas nama Terdakwa RPS untuk sementara dihentikan.
Pada tanggal 19 Juli 2017 Terdakwa RPS kembali ditangkap oleh petugas dan kemudian dilakukan interogasi  hingga akhirnya  pada tanggal 24 Juli 2017 Terdakwa RPS ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya dikarenakan yang bersangkutan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  yaitu surat keterangan paper yang telah diberikan kepada Terdakwa RPS telah berakhir dan Terdakwa wajib melaporkan diri serta mendaftarkan diri kembali untuk mengajukan paper yang baru namun hal tersebut tidak dilakukan oleh yang bersangkutan.
Dengan adanya pelanggaran tersebut maka kasus overstay yang telah dihentikan sebelumnya karena permohonan papernya telah disetujui kemudian disidangkan kembali atas tuduhan bahwa Terdakwa RPS telah melanggar peraturan  Keimigrasian  di  Hong Kong  dengan  overstay selama  3 tahun.
Adapun hasil persidangan pada hari ini yaitu Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa persetujuan dari Imigrasi terkait dengan permohonan pengajuan bandingnya untuk mendapatkan kembali paper tersebut  sampai dengan saat ini  pihaknya masih belum menerimanya. Kemudian terkait dengan Terdakwa RPS yang mengajukan bail out dengan uang jaminan sebesar HKD 700 (tujuh ratus Hong Kong dollar) oleh Hakim juga belum diputuskan, dan untuk sementara sambil menanti persidangan yang akan datang pada tanggal 22 Agustus 2017,Terdakwa RPS tetap harus ditahan di penjara Tai Lam Centre For Women.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong