Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 26 September 2017

Tim Citizen Service KJRI Hong Kong Lakukan Kunjungan ke Rumah Tahanan Lo Wu pada Selasa 26 September 2017

Kunjungan ke penjara Lo Wu Correctional Institution telah dilaksanakan oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Acting Konsul Jenderal RI Hong Kong pada hari Selasa tanggal 26 September 2017. Dalam kesempatan kunjungan yang difasilitasi oleh Petugas Social Welfare tersebut, Tim juga sempat bertemu dan berdialog dengan Commissioner Correctional Service Department Hong Kong beserta jajarannya.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong telah melakukan pertemuan dengan Warga Negara Indonesia yang sedang menjalani hukuman sebanyak 50 (lima puluh) orang dari 57 (lima puluh tujuh) orang WNI bermasalah hukum yang diinformasikan pihak penjara. Pertemuan dibagi dalam 4 (empat) sesi dimana pada sesi pertama bertemu dengan narapidana sebanyak 25 (dua puluh lima) orang dari 32 (tiga puluh dua) orang dikarenakan 7 (tujuh) orang tidak bersedia untuk menemui Tim. Selanjutnya pada sesi kedua bertemu dengan narapidana sebanyak 14 (empat belas) orang. Pada sesi ketiga Tim bertemu dengan narapidana sebanyak 7 (tujuh) orang. Dan pada sesi keempat Tim bertemu dengan 4 (empat) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang berstatus narapidana dan 2 (dua) orang yang masih berstatus tahanan.
Kemudian berdasarkan pendataan yang dilakukan terhadap WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution sesuai klasifikasi tindak pidana yang dilakukan adalah sebagai berikut :
NO
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
16
0
16
2
Pencurian
5
1
6
3
Pemalsuan Dokumen
3
0
3
4
ID Orang Lain
5
1
6
5
Paper Kerja
6
0
6
6
BOC (Overstay)
13
0
13
7
Lain-lain
7
0
7
TOTAL
55
2
57

Disamping itu dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service juga memberikan barang berupa shampo, hand body dan lotion kepada seluruh WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution serta beberapa barang lainnya sesuai permintaan dari WNI pada kunjungan sebelumnya seperti novel, pensil warna, majalah, tissue dll.
Tim Citizen Service pada kesempatan tersebut juga memberikan konsultasi dan layanan pengaduan kepada WNI terkait dengan berbagai permasalahan seperti pelayanan pihak penjara serta berbagai keluhan lainnya selama menjalani masa hukuman di Lo Wu Correctional Institution. Selain itu Tim Citizen Service juga melakukan pendataan ulang terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di penjara Lo Wu Correctional Institution.
Pada saat pertemuan dengan para WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution tersebut Tim KJRI Hong Kong juga bertemu dengan Komisaris Penjara se-Hong Kong dan menyampaikan beberapa permasalahan / keluhan yang disampaikan oleh para tahanan WNI agar mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong, secara umum kondisi para WNI yang berada di Lo Wu Correctional Institution sehat dan baik serta diperlakukan secara wajar oleh pihak penjara.


Senin, 18 September 2017

Karena OS, ARN Diberi Hukuman Percobaan 2 Tahun

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial ARN berusia 31 tahun  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18 September 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa ARN  datang ke Hong Kong pada tahun 2016  untuk bekerja sebagai domestic helper  dimana sebelum kontrak kerjanya selesai pada tanggal 8 Agustus 2017 Terdakwa ARN telah diputus kontraknya oleh majikannya namun sampai dengan batas waktu izin tinggalnya di Hong Kong habis yaitu tanggal 22 Agustus 2017 Terdakwa ARN masih  juga tidak  meninggalkan Hong Kong sehingga Terdakwa ARN menjadi overstay di Hong Kong selama 7 bulan.
Pada tanggal  3 April  2017   Terdakwa ARN  datang untuk menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dan Terdakwa  ARN  diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa ARN  diminta untuk hadir dipersidangan yang telah ditentukan oleh petugas Imigrasi di Kowloon Bay.
Hasil persidangannya telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa ARN, bahwa yang bersangkutan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay di Hong Kong selama 7 bulan, dimana atas dakwaan tersebut Terdakwa ARN mengakuinya sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa ARN dinyatakan bersalah dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi  hukuman dengan pidana penjara selama  2 minggu   dengan masa percobaan selama  24 bulan.  Dengan vonis tersebut maka Terdakwa ARN  tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 24  bulan  Terdakwa ARN tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 24  bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 2 minggu ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.

Jumat, 15 September 2017

STW Divonis 5,5 Bulan Penjara

Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial STW (37 tahun asal Banjarnegara) telah dilaksanakan pada hari  Jum’at  tanggal  15 September 2017  bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 5 ruang sidang 6.
Terdakwa STW pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan November 2008, kemudian Terdakwa break kontrak dan meninggalkan Hong Kong menuju ke Cina untuk menunggu visa dari majikan baru yang diproses melalui sebuah Agen di daerah Yuen Long.
Terdakwa STW masuk ke rumah majikan baru pada bulan Juli 2009 dan bekerja sampai dengan saat ini hingga Terdakwa STW  di tangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong yang menyamar pada tanggal 20 September 2016 pada saat yang bersangkutan sedang mencuci piring di sebuah restaurant milik majikannya yang berlokasi di Yuen Long.
Terdakwa STW dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah bekerja sebagai pencuci piring di restaurant milik majikannya dimana pada persidangan sebelumnya Terdakwa STW  telah mengakui kesalahannya dan bersedia untuk bekerja sama dengan pihak Labour Section dan Imigrasi Hong Kong guna memberikan kesaksian di persidangan berikutnya terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh majikannya.
Hasil persidangannya Terdakwa STW mengakui kesalahannya dan oleh karenanya Hakim menyatakan bahwa Terdakwa STW dinyatakan bersalah karena telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama 6 bulan. Kemudian karena selama bail out Terdakwa STW telah bekerja sama dengan pihak dari Jaksa Penuntut Umum untuk mengumpulkan bukti-bukti yang dapat mengadili majikannya karena telah mempekerjakan Terdakwa STW di sebuah restoran miliknya, maka hukuman yang semula 6  bulan itu dikurangi lagi 2 minggu sehingga Terdakwa STW hanya diwajibkan untuk menjalani hukuman penjara selama 5,5 bulan.  

Rabu, 13 September 2017

Ambil Uang Orang Lain yang Tergeletak di ATM, RS Diadili

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial RS (33 tahun asal Sragen) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 September  2017 bertempat di Pengadilan Tuen Mun lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa RS datang ke Hong Kong pada  tahun  2010   dan bekerja sebagai domestic helper. Saat ini Terdakwa RS masih bekerja  dengan majikan yang  berlokasi di daerah Ma On Shan dimana kontrak kerjanya baru akan berakhir pada bulan Maret 2019.
Pada  tanggal  26 Januari 2017 Terdakwa RS  pergi ke Bank Hang Seng yang berada disekitar rumah majikannya untuk melakukan transaksi di ATM dimana pada saat Terdakwa RS hendak melakukan transaksi  di ATM  tersebut terdapat uang kontan pada mesin ATM itu  sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus Hong Kong dollar) dan tanpa sepengetahuan siapapun Terdakwa RS telah mengambil uang kontan tersebut kemudian yang bersangkutan melanjutkan untuk melakukan transaksi melalui mesin ATM tersebut.
Pada hari yang sama Mr. Wong telah melapor ke Kantor Polisi sekitar Bank Tersebut bahwa dirinya telah kehilangan uang di mesin ATM Bank Hang Seng sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus Hong Kong dollar), dimana setelah diselidiki melalui Petugas Bank dan melihat CCTV yang dipasang di dalam Bank tersebut, maka tampaklah  Terdakwa RS yang telah mengambil uang tersebut, sehingga berdasarkan keterangan dan data yang ada pada Bank tersebut maka Polisi kemudian datang untuk menangkap Terdakwa di rumah majikannya di Ma On Shan dengan tuduhan telah melakukan pencurian di ATM Bank Hang Seng  dengan jumlah sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus Hong Kong  dollar). Terdakwa RS langsung di bawa dan di interview di kantor polisi Ma On Shan, kemudian polisi mengizinkan untuk bail out dengan membayar jaminan sebesar HKD 2.000 (dua ribu  Hong Kong dollar) sambil menunggu sampai dengan hari persidangannya.
Hasil persidangannya telah dibacakan dakwaan bahwa Terdakwa RS telah melakukan pencurian di ATM Bank Hang Seng, dan Terdakwa RS mengakui perbuatannya sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa RS dinyatakan bersalah dan oleh karenanya Hakim memutuskan Terdakwa RS diwajibkan untuk mengembalikan uang kepada pemiliknya sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus Hong Kong dollar) serta membayar denda sebesar HKD 4.000 (empat ribu Hong Kong dollar).

Selasa, 12 September 2017

STW Diadili Karena Kerja di Restoran Milik Majikannya

Persidangan WNI atas nama Terdakwa berinisial STW  (37 tahun asal Banjarnegara)  telah dilaksanakan pada hari  Selasa  tanggal 12 September 2017  bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa STW pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan November 2008, kemudian Terdakwa break kontrak dan meninggalkan Hong Kong menuju ke Cina untuk menunggu visa dari majikan baru yang diproses melalui sebuah Agen di daerah Yuen Long.
Terdakwa STW masuk ke rumah majikan baru pada bulan Juli 2009 dan bekerja sampai dengan saat ini hingga Terdakwa STW  ditangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong yang menyamar pada tanggal 20 September 2016 pada saat yang bersangkutan sedang mencuci piring di sebuah restaurant milik majikannya yang berlokasi di Yuen Long.
Terdakwa STW dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah bekerja sebagai pencuci piring di restaurant milik majikannya dimana pada persidangan sebelumnya Terdakwa STW  telah mengakui kesalahannya dan bersedia untuk bekerja sama dengan pihak Labour Section dan Imigrasi Hong Kong guna memberikan kesaksian di persidangan berikutnya terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh majikannya.
Hasil persidangannya Terdakwa STW  meminta kepada Pengacara bahwa dirinya tidak menginginkan untuk menunda persidangan mengingat perkara dari majikan Terdakwa STW telah dilaksanakan di Distric court pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2017 namun sampai saat ini hasil dari persidangan tersebut masih belum juga diketahui dan Hakim yang menanganinya juga belum menjatuhkan hukuman kepada majikan dari Terdakwa STW tersebut. Dengan beberapa pertimbangan maka Hakim kemudian memutuskan untuk menahan Terdakwa STW dan Hakim juga memutuskan bahwa persidangan perkara atas nama Terdakwa STW ditunda sampai dengan tanggal 15 September 2017.

EH Tidak Mengaku Bahwa Dirinya Telah Berjualan, Hakim Akan Hadirkan Saksi

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial EH (42 tahun asal Purwodadi) telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12 September 2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai  6 ruang sidang 7.
Terdakwa EH  datang ke Hong Kong pada tahun 2003 dan setelah kontrak kerjanya berakhir pada tahun 2005, Terdakwa EH kemudian berganti majikan yang bertempat tinggal di Yuen Long sampai dengan saat ini sehingga yang bersangkutan telah bekerja dengan majikan yang sama selama 12 tahun.
Pada tanggal 11 Juni  2017 ketika sedang menikmati hari liburnya, Terdakwa EH di tangkap oleh Petugas karena  dituduh telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah berjualan secara illegal di daerah Tsuen Wan namun yang bersangkutan kemudian diijinkan untuk pulang kerumahnya. Pada tanggal 28 Juli 2017 Terdakwa  EH diminta untuk datang kembali ke Kantor Polisi  Tsuen Wan guna untuk di interview dan di catat pernyataannya oleh petugas polisi dan Terdakwa EH di izinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 300 (tiga ratus Hong Kong dollar) dan menunggu sampai dengan hari persidangannya.
Adapun hasil persidangannya yaitu telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa EH, dan Terdakwa EH tidak mengakui perbuatannya bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu berjualan secara ilegal di daerah Tsuen Wan, oleh sebab itu Hakim akan memanggil saksi-saksi untuk dihadirkan pada persidangan yang akan datang dan sidang ditunda sampai dengan tanggal 15 November 2017.

 


Senin, 11 September 2017

YNT Terekam CCTV Melakukan Pencurian dan Divonis 12 Bulan Penjara

Persidangan Warga Negara Indonesia  atas nama Terdakwa berinisial YNT (43 tahun asal Malang)  telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 11 September 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 6 ruang sidang 7.
Terdakwa YNT datang ke Hong Kong pada bulan Desember 2015 dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang  berlokasi di daerah Ma On Shan.
Pada tanggal 11 Agustus 2017 Terdakwa YNT ditangkap oleh polisi di rumah majikannya di daerah Ma On Shan, karena Terdakwa YNT dituduh telah melakukan pencurian di rumah majikannya dengan jumlah sebesar HKD 199.000 (seratus sembilan puluh sembilan ribu Hong Kong dollar), dimana yang bersangkutan kemudian langsung di bawa dan di interview di kantor polisi Ma On Shan namun Polisi selanjutnya mengizinkan untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu sampai dengan hari persidangannya.
Hasil persidangan pada hari ini telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa YNT, bahwa yang bersangkutan telah didakwa dengan 6 dakwaan yaitu :

  1. Pada tanggal 19 April 2017 Terdakwa telah melakukan pencurian 1 buah kalung, 1 buah cincin, dan sebuah gelang tangan dengan harga sebesar HKD 11.000 (sebelas ribu Hong Kong dollar) ;
  2. Pada tanggal 16 Mei 2017 Terdakwa juga melakukan pencurian 1 pasang anting dan 1 buah Liontin dengan harga sebesar HKD 5.500 (lima ribu lima ratus Hong Kong dollar);
  3. Pada tanggal 14 Juni 2017 Terdakwa telah mengambil 1 buah cincin dan 1 buah kalung dengan jumlah harga sebesar HKD 12.000 (dua belas ribu Hong Kong dollar) ;
  4. Pada tangal 14 Juni 2017 sore hari Terdakwa mengambil lagi 1 buah cincin dengan harga HKD 1.800 (seribu delapan ratus Hong Kong dollar) ;
  5. Pada tanggal 20 Juli 2017 Terdakwa telah melakukan pencurian lagi 2 buah gelang dan 1 buah cincin dengan jumlah HKD 167.000 (seratus enam puluh tujuh ribu Hong Kong dollar) ;
  6. Pada tanggal 11 Agustus 2017 Terdakwa telah mencuri uang kontan dalam lemari majikan 100 euro dan 1000 dollar mata uang Taiwan. ( dalam mata uang Hong Kong berkisar HKD 1.200 ).

Terdakwa YNT mengakui seluruh perbuatannya mengingat dari rekaman CCTV menunjukkan bahwa Terdakwa YNT telah memasuki kamar majikannya tanpa permisi dan telah melakukan pencurian berencana, oleh sebab itu Hakim menilai bahwa Terdakwa YNT telah mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan majikan terhadapnya dan karena Terdakwa YNT mengakui perbuatannya oleh karenanya Hakim menyatakan bahwa Terdakwa YNT dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana penjara selama 12 bulan.

Jumat, 08 September 2017

SA Tertuduh Penganiaya Bayi Yang Diasuhnya, Persidangannya Ditunda 21 September 2017


 
Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa SA (44 tahun asal Blora)  telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 8 September 2017 bertempat di Pengadilan Tuen Mun  lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa SA datang ke Hong Kong pada  tanggal 13 Februari 2014  dan bekerja sebagai domestic helper dimana setelah kontraknya habis Terdakwa SA kemudian memperpanjang kontrak dengan majikannya yang sama dan bekerja hingga saat ini.
Pada tanggal  11 Juli 2017 tiba-tiba beberapa orang polisi datang ke rumah majikan untuk menangkap Terdakwa SA dengan tuduhan bahwa Terdakwa SA telah melakukan penganiayaan terhadap bayi majikan yang dirawatnya yang berusia 2 bulan.
Terdakwa SA pada hari yang sama kemudian di bawa ke Kantor  Polisi untuk diinterview dan diinterogasi guna mendapatkan informasi yang lebih jelas dimana pada kesempatan tersebut Terdakwa SITI  AMINAH menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Juli 2017  saat Terdakwa SA meninggalkan  bayi yang berusia 2 bulan itu sedang tertidur di tempat tidurnya, yang bersangkutan tidak mengetahui jika kakak dari bayi yang berusia 2 bulan itu datang menghampiri bayi  tersebut dan ketika Terdakwa SA kembali ke kamar tidur bayi ternyata bayi yang dirawatnya tersebut sudah jatuh dilantai dan dalam kondisi sedang menangis.
Adapun hasil persidangan pada hari ini Terdakwa SA mengurungkan niatnya untuk pengajuan  bail out  sebab disamping  laporan tentang hasil pemeriksaan kepala bayi yang ditemukan 4 luka pada bagian tengkorak bayi masih belum juga diserahkan oleh pihak rumah sakit kepada Pengadilan, Terdakwa SA juga memikirkan vonis yang akan dijatuhkan  Hakim terhadapnya, sebab apabila saat ini Terdakwa SA masih ditahan dipenjara Tailam maka setelah vonis di putuskan Hakim, Terdakwa SA hanya wajib menjalani hukuman yang harus dilaksanakannya di kurangi dengan masa tahanan yang telah dilakukannya pada saat ini. Selanjutnya Hakim memutuskan persidangan atas nama Terdakwa SA ditunda sampai dengan tanggal 21 September 2017 dan Terdakwa SA tetap berada dalan tahanan penjara Tailam Centre for Women. 

Kamis, 07 September 2017

STW Disidang Karena Kerja di Restoran Milik Majikan

Persidangan WNI dengan nomor kasus STCC 3656/2016 atas nama Terdakwa STW  (37 tahun asal Banjarnegara)  telah dilaksanakan pada hari  Kamis  tanggal  7 September  2017  bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa STW pertama kali datang ke Hong Kong pada bulan November 2008, kemudian Terdakwa break kontrak dan meninggalkan Hong Kong menuju ke Cina untuk menunggu visa dari majikan baru yang diproses melalui sebuah Agen di daerah Yuen Long.
Terdakwa STW masuk ke rumah majikan baru pada bulan Juli 2009 dan bekerja sampai dengan saat ini hingga Terdakwa STW  di tangkap oleh petugas Imigrasi Hong Kong yang menyamar pada tanggal 20 September 2016 pada saat yang bersangkutan sedang mencuci piring di sebuah restaurant milik majikannya yang berlokasi di Yuen Long.
Terdakwa STW dituduh telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah bekerja sebagai pencuci piring di restaurant milik majikannya dimana pada persidangan sebelumnya Terdakwa STW  telah mengakui kesalahannya dan bersedia untuk bekerja sama dengan pihak Labour Section dan Imigrasi Hong Kong guna memberikan kesaksian di persidangan berikutnya terkait dengan pelanggaran yang dilakukan oleh majikannya.
Hasil persidangan pada hari ini mengingat  persidangan perkara dari majikan Terdakwa STW yang dilaksanakan di Distric Court pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2017, belum diputuskan oleh Hakim yang menangani kasusnya maka Hakim   memutuskan persidangan perkara atas nama Terdakwa STW  ditunda sampai dengan tanggal 12 September 2017.

BMI Ditangkap Karena Berjualan di Tsuen Wan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SW (49 tahun asal Jombang)  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal  7  September  2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa SW datang ke Hong Kong pada tanggal 12 Oktober 2005 ,dan bekerja sebagai domestik helper sampai saat ini Terdakwa SW masih bekerja dengan majikan yang sama  yang berlokasi di Tsuen Wan dan kontrak kerjanya akan berakhir pada tanggal 12 Oktober 2017, sehingga  sampai dengan saat ini yang bersangkutan telah bekerja dengan majikan yang sama selama 12 tahun.
Pada tanggal 28 Mei  2017 ketika sedang menikmati hari liburnya, Terdakwa SW ditangkap oleh Petugas karena dituduh telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah berjualan secara tanpa ijin di daerah Tsuen Wan. Pada hari yang sama  Terdakwa  SW dibawa ke Kantor Polisi Tsuen Wan untuk diinterview dan dicatat pernyataannya oleh petugas polisi dan Terdakwa SW diizinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 700 (tujuh ratus Hong Kong dollar) sambal menunggu hari persidangannya.
Adapun hasil persidangannya yaitu telah dibacakan dakwaan terhadap  Terdakwa SW, dan Terdakwa SW tidak mengakui perbuatannya, sehingga  Hakim kemudian menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SW  sampai dengan tanggal 3 Novermber  2017.

Selasa, 05 September 2017

BMI Overstayer Disidangkan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial FKA (32 tahun asal Lampung)  telah dilaksanakan pada hari Selasa  tanggal 5 September 2017 bertempat di Pengadilan Shatin lantai 3 court 1.
Terdakwa FKA pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2008  untuk bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah bekerja dengan beberapa majikan di Hong Kong dan terakhir dengan majikan yang  berlokasi di daerah  Heng Fa Chuen . Pada tanggal 23 Februari 2014   majikan dari Terdakwa FKA  telah memutuskan kontrak kerjanya dengan Terdakwa FKA namun setelah diputus kontraknya tersebut yang bersangkutan tidak juga meninggalkan Hong Kong sampai batas waktu ijin tinggalnya lewat hingga akhirnya overstay selama 2 tahun 6 bulan.
Pada tanggal  10 November 2016  Terdakwa FKA datang untuk menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dan Terdakwa   FKA diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa FKA diminta untuk hadir dipersidangan yang telah ditentukan oleh petugas Imigrasi di Kowloon Bay.
Pada persidangannya, Terdakwa FKA telah mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong,  kemudian karena  Terdakwa FKA telah mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong dan  permohonan papernya sedang dalam proses maka Jaksa Penuntut Umum membatalkan tuntutannya. Selanjutnya Hakim menyatakan bahwa meskipun tuntutannya telah dibatalkan namun bukan berarti Jaksa Penuntut Umum tidak akan menuntut lagi terhadap Terdakwa FKA, hal ini tergantung dari hasil permohonan papernya yang bersangkutan dan Jaksa Penuntut Umum juga masih berhak untuk menuntut kembali terhadap Terdakwa FKA apabila proses papernya ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.

Dengan keputusan tersebut maka untuk sementara Terdakwa FKA dibebaskan dari penjara sambil menunggu hasil dari permohonan papernya.   
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong