Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 31 Oktober 2017

Sidang Lanjutan IYT Kasus Overstay Ditunda Lagi

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial IYT (26 tahun asal Madiun) telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 31 Oktober  2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 5 ruang siding 6.
Terdakwa IYT pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2011 untuk bekerja sebagai domestic helper  dimana yang bersangkutan telah bekerja dengan  beberapa majikan di Hong Kong dan majikan yang terakhir tempat Terdakwa IYT  bekerja  berlokasi di Tin Shui Wai. Dengan majikan yang terakhir ini  Terdakwa IYT hanya bekerja selama 1 bulan saja dikarenakan majikan telah memutuskan kontrak dengan  Terdakwa IYT pada tanggal 31 Maret 2017. Setelah kontrak kerjanya diputus seharusnya Terdakwa IDA YAYUK KRISNAWATI hanya diizinkan tinggal di Hong Kong  sampai dengan tanggal 14 April 2017 namun Terdakwa IYT masih tetap berada di Hong Kong  meski batas waktunya telah lewat sehingga akhirnya menjadi overstay selama 4 hari.
Pada tanggal  18  April 2017  Terdakwa  IYT  datang untuk menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dan Terdakwa IYT diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa IYT diminta untuk menghadiri persidangan yang  akan ditentukan oleh Imigrasi Kowloon Bay.
Pada persidangan hari ini, hanya dilakukan pembacaan dakwaan terhadap Terdakwa IYT  yaitu telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong.  Saat ini Terdakwa IYT sedang mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong dan permohonan papernya sedang dalam proses sehingga Hakim menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa IYT sampai dengan tanggal 3 November  2017.

Senin, 30 Oktober 2017

RPR Ditangkap karena Overstay

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial RPR (36 tahun asal Ponorogo) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Oktober 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang siding 1.
Terdakwa RPR pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2008  untuk bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah bekerja dengan  majikan yang sama selama 8 tahun. Pada saat Terdakwa RPR masih bekerja dengan majikannya tersebut yang bersangkutan telah hamil selama 4 bulan. Kontrak kerja telah berakhir pada tanggal 18 September 2016 dan Terdakwa RPR  hanya boleh diizinkan tinggal di Hong Kong selama 2 minggu setelah  tanggal  dimana kontrak kerjanya berakhir, namun Terdakwa RPR  masih tetap berada di Hong Kong  sehingga menjadi overstay selama 6 bulan.
Pada tanggal  7 April 2017  Terdakwa RPR datang untuk menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dan Terdakwa   RPR diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa RPR diminta untuk hadir dipersidangan yang telah ditentukan oleh petugas Imigrasi di Kowloon Bay.
Pada persidangan hari ini, Terdakwa RPR  telah mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong,  yaitu telah overstay selama 6 bulan.  Kemudian karena  Terdakwa RPR  telah mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong dan  permohonan papernya sedang dalam proses maka Jaksa Penuntut Umum membatalkan tuntutannya. Selanjutnya Hakim menyatakan bahwa meskipun tuntutannya telah dibatalkan namun bukan berarti Jaksa Penuntut Umum tidak akan menuntut lagi terhadap Terdakwa  RPR , hal tersebut tergantung dari hasil permohonan papernya yang bersangkutan dan Jaksa Penuntut Umum juga masih berhak untuk menuntut kembali terhadap Terdakwa RPR apabila proses papernya ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Dengan keputusan tersebut maka untuk sementara Terdakwa RPR  dibebaskan dari segala tuntutan sambil menunggu hasil dari permohonan papernya. 

Jumat, 27 Oktober 2017

LK Divonis Penjara 3 Bulan Karena Mencuri Uang Majikan


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial LK  (23 tahun asal Kendal) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 27 Oktober 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa LK pada bulan Juli 2017 datang ke Hong Kong dan bekerja sebagai domestic helper dengan majikan yang berlokasi di daerah Wu Kai Sha.
Pada tanggal 19 Oktober 2017 Terdakwa LK ditangkap di rumah majikannya oleh Polisi dengan tuduhan bahwa Terdakwa LK telah melakukan pencurian di rumah majikannya. Pencurian yang dilakukan oleh Terdakwa LK telah dilakukan secara berulang kali tanpa sepengetahuan majikannya, dimana uang yang dicurinya tersebut kemudian dikumpulkan dan  disimpannya di dalam sebuah buku oleh Terdakwa LK.
Pada tanggal 19 Oktober 2017 Majikan Terdakwa LK merasa yakin sekali bahwa dirinya telah menyimpan uang di dalam kantong bajunya di dalam kamar bahkan telah mencatat nomor seri yang tertera pada uang tersebut, dan saat hendak mengambil uang tersebut ternyata uangnya tidak ada dan setelah diperiksa oleh polisi ditemukan uang dengan nomor seri yang sama dengan catatannya tersebut di tempat Terdakwa LK. Uang yang telah dicuri selama beberapa kali hingga akhir bulan September 2017 itu berjumlah HKD 6.900 (enam ribu sembilan ratus Hong Kong dollar) dan uang yang dicuri pada tanggal 19 Oktober 2017 itu berjumlah HKD 1.200 (seribu dua ratus Hong Kong dollar).
Terdakwa LK kemudian dibawa ke Kantor Polisi di Wu Kai Sha dan setelah di interogasi Terdakwa LK diizinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 2.000 (dua ribu Hong Kong dollar) yang dibayar oleh Agen Teknik dan selama menunggu persidangan Terdakwa LK ditampung di shelter Agen Teknik.
Hasil persidangannya, Terdakwa LK telah mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melakukan pencurian uang milik majikannya yang dilakukan secara berulang kali dan oleh karenanya Hakim memutuskan bahwa Terdakwa LK dinyatakan bersalah dan oleh karenya yang bersangkutan dijatuhi hukuman dengan pidana penjara selama 3 bulan .  

Kamis, 26 Oktober 2017

MM Ditangkap dan Disidang karena Jualan Air Minum Kemasan Botol

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MM (44 tahun asal Ngawi) telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017 dan hari Jumat  tanggal  27 Oktober 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 6 ruang sidang 7.
Terdakwa MM  datang ke Hong Kong pada  tahun 2000  dan bekerja sebagai domestic helper  sehingga sampai dengan saat ini yang bersangkutan telah bekerja selama 17  tahun dimana majikan yang  terakhir berlokasi di daerah Sau Kei Wan.
Pada tanggal 25 Juni 2017 saat menikmati hari libur,  Terdakwa MM   telah ditangkap oleh Petugas Imigrasi di daerah Victoria Park dengan tuduhan bahwa Terdakwa MM telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu yang bersangkutan telah berjualan minuman botol di taman Victoria Park tanpa izin yang sah mengingat Terdakwa MM  diizinkan berada di Hong Kong hanya untuk bekerja sebagai domestik helper, sehingga Terdakwa MM  kemudian di bawa ke Kantor Imigrasi Kowloon Bay untuk diperiksa dan diinterview.  Selanjutnya Petugas Imigrasi mengizinkan Terdakwa MM untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus Hong Kong dollar)  sampai tiba hari persidangannya.
Adapun hasil persidangan kali ini yaitu Terdakwa MM  yang didakwa melanggar Peraturan Keimigrasian  di Hong Kong dengan telah berjualan tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong, namun yang bersangkutan tidak mengakui bersalah sehingga pada persidangan hari Kamis tanggal 26 Oktober 2017 ini Hakim memutuskan untuk menghadirkan  4 orang saksi yang akan memberikan pernyataan terkait dengan perkara tersebut. Adapun keempat orang saksi tersebut adalah Petugas dari Departemen Pariwisata, Petugas Imigrasi yang menangkap Terdakwa MM, Petugas Imigrasi yang menginterogasi dan Penerjemah bahasa Indonesia. Selanjutnya mengingat Terdakwa MM tidak memiliki saksi yang akan membelanya, maka Terdakwa MM sendiri yang akan memberikan pembelaan.
Kemudian pada persidangan hari Jum’at tanggal 27 Oktober 2017 selain mendengarkan keterangan dari Terdakwa MM, telah ditunjukkan pula barang barang yang dijadikan alat bukti di pengadilan terkait perkara atas nama Terdakwa MM ini. Disamping itu pada kesempatan persidangan hari Jum’at ini Hakim juga meminta kepada Pengacara dan Jaksa Penuntut untuk memberikan contoh yurisprudensi yang sesuai dengan perkara atas nama Terdakwa MM dan Hakim selanjutnya memutuskan persidangan perkara atas nama Terdakwa MM ditunda sampai dengan tanggal 8 November 2017


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong