Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 19 Oktober 2017

Sidang SA Diundur Lagi Karena Belum Ada Hasil Pemeriksaan Dokter

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SA (44 tahun asal Blora)  telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 19 Oktober 2017 bertempat di Pengadilan Tuen Mun lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa SA datang ke Hong Kong pada  tanggal 13 Februari 2014  dan bekerja sebagai domestic helper dimana setelah kontraknya habis Terdakwa SA kemudian memperpanjang kontrak dengan majikannya yang sama dan bekerja hingga saat ini.
Pada tanggal  11 Juli 2017 tiba-tiba beberapa orang polisi datang ke rumah majikan untuk menangkap  Terdakwa SA dengan tuduhan bahwa Terdakwa SA telah melakukan penganiayaan terhadap bayi majikan yang dirawatnya yang berusia 2 bulan.
Terdakwa SA pada hari yang sama kemudian di bawa ke Kantor  Polisi untuk diinterview dan diinterogasi guna mendapatkan informasi yang lebih jelas dimana pada kesempatan tersebut Terdakwa SITI  AMINAH menjelaskan bahwa pada tanggal 2 Juli 2017  saat Terdakwa SA meninggalkan  bayi yang berusia 2 bulan itu sedang tertidur di tempat tidurnya, yang bersangkutan tidak mengetahui jika kakak dari bayi yang berusia 2 bulan itu datang menghampiri bayi  tersebut dan ketika Terdakwa SA kembali ke kamar tidur bayi ternyata bayi yang dirawatnya tersebut sudah jatuh dilantai dan dalam kondisi sedang menangis.
Adapun hasil persidangannya Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa bayi yang berusia 2 bulan itu diperiksa oleh 3 orang dokter dan sampai dengan saat ini masih belum didapatkan kesepakatan dari ketiga orang dokter tersebut terkait dengan  hasil laporan pemeriksaan kepala bayi yang ditemukan terdapat 4 luka pada bagian tengkorak bayi tersebut dan oleh karenaya Jaksa Penuntut Umum memohon kepada Hakim untuk menunda kasus atas nama Terdakwa SA mengingat mereka masih membutuhkan waktu yang lebih lama lagi  untuk mendapatkan kepastian hasil pemeriksaannya. Atas permohonan dari Jaksa Penuntut Umum tersebut Hakim menyetujuinya sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SA  sampai dengan tanggal 23 November  2017, dan selama menanti persidangan tersebut Terdakwa SA tetap akan berada dalan tahanan di penjara Tailam Centre for Women. 

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong