Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 28 November 2017

BMI Ditangkap dan Disidang Gara-gara Jualan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SL (47 tahun asal Tulung Agung)  telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal  28 November  2017  bertempat di Pengadil;an Shatin lantai  3 court 2 ;
Terdakwa SL datang ke Hong Kong pada tahun 2011 dan telah bekerja dengan majikan yang sama selama 6 tahun ;
Pada tanggal 28 Mei 2017  ketika sedang menikmati hari liburnya, Terdakwa SL di tangkap oleh Petugas karena  dituduh telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah berjualan secara illegal di daerah Tsuen Wan  sehingga Terdakwa SL kemudian dibawa ke kantor polisi di  Tsuen Wan untuk diinterview dan diinterogasi. Terdakwa SL diizinkan untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 200 (dua ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu sampai dengan hari persidangannya  ;
Pada tanggal 15 Agustus 2017  Terdakwa SL  telah diputus kontrak oleh majikannya dan saat ini Terdakwa SL tinggal bersama dengan temannya di daerah Sham Shui Po.
Pada persidangan hari ini telah dihadirkan 4 orang saksi yaitu 2 orang petugas Pamong Praja, 1 orang Petugas Imigrasi dan 1 orang penerjemah yang membantu menerjemahkan saat Terdakwa SL diambil pernyataannya di kantor polisi. Selanjutnya dikarenakan Terdakwa SL tidak memiliki saksi yang akan memberikan keterangan yang meringankan bagi Terdakwa SL di Pengadilan, maka Terdakwa SL juga diberikan kesempatan untuk memberikan pernyataan guna membela dirinya dalam persidangan ;
Setelah mendengarkan keterangan dari 4 orang saksi dan pembelaan dari Terdakwa SL maka Hakim membutuhkan waktu untuk membuat Putusan sehingga Hakim kemudian memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SL sampai dengan tanggal 7 Desember 2017.


Senin, 27 November 2017

BMI Overstay Menyerahkan Diri karena Ingin Pulang

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MS (39 tahun asal Madiun)  telah dilaksanakan pada hari Senin  tanggal  27 November  2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai  3  ruang sidang1.
Terdakwa MS datang ke Hong Kong pada bulan Desember 1997 untuk bekerja sebagai domestic helper  dimanaTerdakwa MS sempat pulang  ke tanah air dan kemudian datang kembali ke Hong Kong  pada tahun  2016 untuk bekerja dengan majikan yang terakhir yang berlokasi di daerah Tseung Kwan O.
Pada tanggal 10 September 2016 Terdakwa MS diputus kontrak oleh majikannya dimana Terdakwa MS hanya diizinkan tinggal di Hong Kong selama 2 minggu setelah kontrak kerjanya diputus, namun sampai dengan tanggal 25 September Terdakwa masih tetap berada di Hong Kong hingga akhirnya menjadi overstay selama 8,5 bulan.
Pada tanggal 18 Juni 2017 Terdakwa MS  datang ke Kantor Imigrasi di Kow Loon Bay untuk menyerahkan diri dikarenakan Terdakwa MS berkeinginan untuk pulang ke tanah air.  Terdakwa MS kemudian diinterview  dan dicatat pernyataannya oleh petugas Imigrasi  dan selanjutnya Terdakwa MS  diizinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu hari persidangannya.
Hasil persidangan hari ini karena  Terdakwa MS mengakui bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  yaitu telah overstay di Hong Kong selama 8,5 bulan, maka Hakim memutuskan Terdakwa MS  dinyatakan bersalah, dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi pidana penjara selama  3 minggu  dengan masa percobaan selama 24 bulan.  Dengan vonis tersebut maka Terdakwa MS  tidak perlu menjalani hukuman penjara namun dalam waktu 24 bulan Terdakwa MS  tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 24  bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 3 minggu  ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.


Jumat, 24 November 2017

Hati-hati Jika Anda Bekerja di Alamat yang Tidak Sesuai dengan Kontrak Kerja


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SD (19 tahun asal Indramayu) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 2.
Terdakwa SD  pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2011 untuk bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan pernah pulang ke Indonesia dan kembali lagi ke Hong Kong pada  tanggal 23  Agustus 2017  untuk bekerja dengan majikan yang berlokasi di daerah Yuen Long.
Pada tanggal 30 Oktober 2017 saat Terdakwa SD sedang bekerja di rumah majikannya telah datang Petugas Imigrasi ke rumah majikan untuk menangkap Terdakwa SD dengan tuduhan bahwa Terdakwa SD telah bekerja dengan alamat yang berbeda dengan alamat yang tertera pada Kontrak Kerjanya sehingga Terdakwa SD kemudian dibawa ke Kantor Polisi dan selanjutnya Terdakwa SD  ditahan di penjara Tai Lam untuk menunggu hari persidangannya.
Pada persidangan hari ini,  mengingat minimnya alat bukti maka Jaksa Penuntut Umum kemudian membatalkan  tuntutannya  terhadap Terdakwa SD, dan oleh karenanya Hakim menyatakan bahwa Terdakwa SD dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari penjara.


BMI Ditangkap Karena Kerja Membantu Toko Majikan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial NL (23 tahun asal Indramayu dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 24  November  2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai  3  ruang sidang 1.
Terdakwa NL  datang ke Hong Kong pada  tanggal 27 Juli 2017  untuk bekerja sebagai domestic helper  dan Terdakwa NL bekerja dengan majikan yang berlokasi di Taipo.
Pada tanggal 21 November 2017 Polisi yang sedang berpatroli menangkap Terdakwa NL dengan dakwaan bahwa Terdakwa NL telah melanggar peraturan Keimigrasian Hong Kong yaitu telah bekerja di sebuah Toko sayuran milik majikannya dimana pada saat ditangkap Terdakwa NL sedang memindahkan sayuran dari satu tempat ke tempat yang lain.
Saat Polisi meminta Terdakwa NL untuk menunjukkan dokumen miliknya ternyata Terdakwa NL mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki dokumen apapun sebab menurut  pernyataan yang bersangkutan sejak datang ke Hong Kong dan bekerja dengan majikannya, dirinya tidak pernah memegang dokumen mengingat semua dokumen di tahan di agennya.
Pada hari yang sama Terdakwa NL langsung dibawa petugas ke Kantor Polisi di daerah Taipo  untuk diperiksa dan di interview.  Selanjutnya  Terdakwa NL  masih tetap ditahan di Kantor Polisi  Taipo untuk menunggu hari persidangannya.
Adapun hasil persidangan hari ini  hanya dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa NL bahwa Terdakwa NL telah melanggar  Peraturan Keimigrasian  di Hong Kong dengan bekerja di sebuah Toko sayuran milik majikannya di daerah Taipo  tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong. Hakim menyetujui permohonan bail out yang diajukan oleh Pengacara untuk Terdakwa NL dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 5.000 (lima ribu Hong Kong dollar) yang dibayar oleh majikan.
Mengingat dokumen yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum dari Imigrasi Hong Kong belum lengkap maka Jaksa memohon agar persidangan dapat ditunda, dan Hakim menyetujui untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa NL sampai dengan tanggal 15 Desember 2017.  

WNI Overstayer Lebih Memilih Status Paper (Melepaskan Kewarganegaraan Indonesia)

Persidangan lanjutan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial IYT (26 tahun asal Madiun) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 24 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa IYT pertama kali datang ke Hong Kong pada tahun 2011 untuk bekerja sebagai domestic helper  dimana yang bersangkutan telah bekerja dengan  beberapa majikan  di Hong Kong dan majikan yang terakhir berlokasi di Tin Shui Wai. Dengan majikan yang terakhir ini  Terdakwa IYT hanya bekerja selama 1 bulan saja dikarenakan majikan telah memutuskan kontrak dengan  Terdakwa IYT pada tanggal 31 Maret 2017. Setelah kontrak kerjanya diputus seharusnya Terdakwa IYT hanya diizinkan tinggal di Hong Kong  sampai dengan tanggal 14 April 2017 namun Terdakwa IYT masih tetap berada di Hong Kong  meski batas waktunya telah lewat sehingga akhirnya menjadi overstay selama 4 hari.
Pada tanggal  18  April 2017  Terdakwa  IYT  datang untuk menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay dan Terdakwa IYT diinterogasi oleh petugas Imigrasi kemudian Terdakwa IYT  diminta untuk menghadiri persidangan yang  akan ditentukan oleh Imigrasi Kowloon Bay.
Pada persidangan hari ini, Hakim menyatakan bahwa tuntutan terhadap Terdakwa IYT untuk saat ini dibatalkan dikarenakan Imigrasi Hong Kong telah menerima permohonan  naik banding terkait  pengajuan permohonan paper yang bersangkutan. Selanjutnya Hakim menyatakan bahwa meskipun tuntutannya telah dibatalkan namun bukan berarti Jaksa Penuntut Umum tidak akan menuntut lagi terhadap Terdakwa IYT, hal tersebut tergantung dari hasil permohonan paper yang bersangkutan dan Jaksa Penuntut Umum juga masih berhak untuk menuntut kembali terhadap Terdakwa  IYT  apabila proses paper-nya ditolak oleh Imigrasi Hong Kong.
Dengan Putusan tersebut maka untuk sementara Terdakwa IYT dibebaskan dari penjara sambil menunggu hasil dari permohonan paper-nya. 


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong