Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Jumat, 10 November 2017

AMS Dituduh Aniaya Anak Majikan

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial AMS (41 tahun asal Ponorogo) telah dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 10 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 1.
Terdakwa AMS datang ke Hong Kong pada  bulan Juli 2010 dan bekerja sebagai domestic helper, dimana yang bersangkutan telah berganti beberapa tahun  majikan di Hong Kong, dan majikan terakhir berlokasi di daerah Tai Wai.
Pada tanggal 14 Agustus 2017 Terdakwa AMS diputus kontraknya  oleh majikannya, dimana semua hak-haknya telah dibayarkan kepada Terdakwa AMS kecuali tiket pesawat yang belum dipenuhi oleh majikannya, sehingga Terdakwa AMS mengadukan hal tersebut ke Labour Tribunal.
Pada tanggal 26 Agustus 2017  majikan Terdakwa AMS berjanji akan bertemu dengan Terdakwa AMS di stasiun Tai Wai dan hendak memberikan tiket pesawat kepada Terdakwa AMS, namun yang terjadi pada hari tersebut Terdakwa AMS langsung di tangkap polisi dengan tuduhan bahwa Terdakwa AMS telah melakukan penganiayaan terhadap ke dua anak majikan  (usia 2 tahun dan 6 tahun) yang di rawatnya semasa Terdakwa AMS masih bekerja di rumah majikannya.
Pada hari yang sama Terdakwa AMS  kemudian di bawa ke Kantor  Polisi untuk diinterview dan diinterogasi guna mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait  2 tuduhan terhadap Terdakwa AMS yaitu:
  • Bahwa sekitar tanggal 10-14 Agustus 2017  Terdakwa AMS telah memukul/ menampar anak majikannya di taman.
  • Bahwa sekitar tanggal 10-14 Agustus 2017 Terdakwa AMS  telah menyeret anak majikannya.
Terdakwa AMS diizinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 1.500 (seribu lima ratus Hong Kong dollar) sampai menunggu hari persidangannya.
Adapun hasil persidangan pada hari ini  yaitu Terdakwa AMS  tetap  tidak mengakui bahwa dirinya telah menganiaya anak majikannya, dan kasus persidangan perkara atas nama Terdakwa AMS akan ditransfer ke Pengadilan Fan Ling, sebab hanya Pengadilan Fanling yang memiliki peralatan  untuk memutar rekaman CCTV kesaksian anak kecil yang berusia 6 tahun yang telah dianiaya oleh Terdakwa AMS. Berkaitan dengan hal tersebut maka Hakim memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa AMS sampai dengan tanggal 14  November 2017.  

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong