Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 23 November 2017

Persidangan WNI Terkait Kasus Dokumen Palsu

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial MLD (24 tahun asal Tegal) telah dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 23 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 3 ruang sidang 2.
Terdakwa MLD awalnya datang ke Hong Kong beserta dengan kekasihnya (pria warga negara China yang bekerja sebagai TKA di Jakarta) pada tanggal 3 November 2017 sebagai turis dengan maksud untuk membuat Paspor di Kantor Imigrasi Hong Kong.
Terdakwa MLD pada tanggal 21 November 2017 telah datang ke Kantor Imigrasi Wan Chai untuk membuat Paspor Hong Kong dan diketahui bahwa dokumen yang merupakan syarat membuat Paspor yang dimilikinya tersebut ternyata palsu dan Terdakwa mengakui di depan petugas Imigrasi Hong Kong sehingga Petugas Imigrasi kemudian memintanya untuk datang ke Imigrasi di Kowloon Bay guna diinterview dan Terdakwa MLD diizinkan untuk bail out dengan  membayar uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus Hong Kong dollar) dan diminta untuk menunggu sampai dengan hari persidangannya.
Pada tanggal 22 November 2015 Terdakwa MLD datang ke KJRI Hong Kong untuk konsultasi sekaligus meminta perlindungan hukum terkait  dengan dokumen Akte Kelahiran Hong Kong dan HKID yang palsu yang dimiliki oleh Terdakwa MLD. Terdakwa MLD telah didakwa dengan 6 dakwaan yaitu :
  1. Terdakwa MLD telah menggunakan paspor dengan data yang palsu pada tanggal 23 September 2017
  2. Terdakwa MLD telah menggunakannya dan mengakuinya bahwa paspor tersebut adalah miliknya pada tanggal 23 September 2017
  3. Terdakwa MLD  telah menggunakan paspor dengan data yang palsu pada tanggal 3 November 2017
  4. Terdakwa MLD telah menggunakan dan mengakuinya bahwa paspor tersebut adalah miliknya pada tanggal 3 November 2017
  5. Terdakwa MLD telah memiliki HKID palsu
  6. Terdakwa MLD telah memiliki Akte Kelahiran Hong Kong palsu
Terdakwa MLD menuturkan kisahnya bahwa dokumen tersebut belum pernah digunakan sebelumnya hanya karena desakan dari kekasihnya orang China tersebut yang meminta Terdakwa MLD untuk membuat Paspor Hong Kong dimana kekasihnya tersebut memiliki suatu tujuan tertentu. Saat ini Terdakwa sedang dalam keadaan hamil 7 bulan dan tidak memiliki tempat tinggal mengingat kekasihnya tersebut telah meninggalkan dirinya setelah mengetahui bahwa dokumen yang dimiliki oleh Terdakwa MLD palsu dan Terdakwa MLD juga memohon agar kiranya dapat diijinkan untuk tinggal di shelter KJRI Hong Kong.
Pada persidangan hari ini hanya dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa MLD dikarenakan Jaksa Penuntut Umum masih belum menerima dokumen terkait dengan perkara atas nama Terdakwa MLD dan Hakim selanjutnya memutuskan untuk menunda persidangan perkara atas nama MLD sampai dengan tanggal 21 Desember 2017.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong