Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 22 November 2017

RPS Ajukan Paper setelah Ditangkap Karena OS


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial RPS (29 tahun asal Kediri) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 22 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai  3 ruang sidang 1.
Terdakwa RPS datang ke Hong Kong pada tahun 2009 dan bekerja sebagai domestic helper dimana yang bersangkutan telah berganti beberapa kali majikan dan majikan yang terakhir ternyata sebelum kontraknya habis Terdakwa RPS telah diputus kontraknya pada bulan Maret  2012.
Dengan diputusnya kontrak tersebut maka Terdakwa RPS  seharusnya telah meninggalkan Hong Kong. Namun karena sampai batas waktu yang ditentukan yang bersangkutan tidak mendapatkan majikan yang baru dan juga masih tetap berada di Hong Kong, Terdakwa RPS akhirnya menjadi overstay selama  3 tahun.
Pada  tahun 2015  Terdakwa  RPS menyerahkan  diri  ke Kantor Imigrasi di Ma Tao Kok dan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Terdakwa RPS, yang bersangkutan kemudian  mengajukan paper ke Imigrasi Hong Kong  dan ternyata permohonan papernya mendapatkan persetujuan dari Kantor Imigrasi Hong Kong sehingga kasus overstay atas nama Terdakwa RPS untuk sementara dihentikan.
Pada tanggal 19 Juli 2017 Terdakwa RPS kembali ditangkap oleh petugas dan kemudian dilakukan interogasi  hingga akhirnya  pada tanggal 24 Juli 2017 Terdakwa RPS ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya dikarenakan yang bersangkutan telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong  yaitu surat keterangan paper yang telah diberikan kepada Terdakwa RPS telah berakhir dan Terdakwa wajib melaporkan diri serta mendaftarkan diri kembali untuk mengajukan paper yang baru namun hal tersebut tidak dilakukan oleh yang bersangkutan.
Dengan adanya pelanggaran tersebut maka kasus overstay yang telah dihentikan sebelumnya karena permohonan papernya telah disetujui kemudian disidangkan kembali atas tuduhan bahwa Terdakwa RPS telah melanggar peraturan  Keimigrasian  di  Hong Kong  dengan  overstay selama  3 tahun.
Adapun hasil persidangan pada hari ini yaitu Hakim mengizinkan Terdakwa RPS untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 500 (lima ratus Hong Kong dollar), kemudian Jaksa Penuntut Umum  masih menunggu jawaban dari Imigrasi Hong Kong terkait dengan permohonan kasus bandingnya untuk mendapatkan paper untuk  dapat tinggal di Hong Kong atau harus dideportasi ke Negara asalnya sehingga Jaksa Penuntut Umum memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan kasus perkara atas nama Terdakwa RPS sampai dengan tanggal 22 Februari 2018.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong