Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 01 November 2017

SR Pernah Ditangkap Masih Nekad Jualan Lagi dan Ditangkap Lagi

Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SR  (40 tahun asal Malang) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal  1 November 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin lantai 6 ruang sidang 7.
Terdakwa SR  datang ke Hong Kong pada  tahun 1997 untuk bekerja sebagai domestic helper dan telah berganti majikan beberapa kali dimana majikan yang terakhir berlokasi di daerah Tsuen Wan dan telah bekerja selama 6 tahun sampai dengan sekarang ini.
Pada tahun 2003, saat  Terdakwa SR  sedang menikmati hari libur pernah ditangkap oleh Petugas Imigrasi  di daerah Victoria Park dengan tuduhan bahwa Terdakwa telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu Terdakwa SR telah berjualan di taman Victoria Park secara tidak sah mengingat Terdakwa SR  diizinkan berada di Hong Kong hanya untuk bekerja sebagai domestic helper, sehingga Terdakwa SR  kemudian diputuskan oleh Pengadilan dinyatakan bersalah dan harus membayar denda sebesar HKD 200 (dua ratus hongkong dollar).
Selanjutnya dengan adanya kasus tersebut maka setiap 2 tahun ketika Terdakwa SR hendak memperpanjang visa kerjanya dengan majikan (renew kontrak), yang bersangkutan juga diwajibkan untuk membuat surat pernyataan bahwa dirinya tidak akan pernah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong khususnya berjualan tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong.
Pada tanggal 29 April 2017, menurut pengakuan Terdakwa SR bahwa dirinya saat itu bermaksud untuk  membeli makanan dari seorang penjaja yang berjualan secara ilegal di daerah Tsuen Wan, namun saat Terdakwa SR  sedang melakukan transaksi jual beli makanan ringan dan tanpa disadari disana hadir Petugas Imigrasi Hong Kong yang sedang melakukan pemeriksaan rutin dan kejadian tersebut di foto oleh petugas dan dijadikan sebagai barang bukti untuk menuntut Terdakwa SR  bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong. Pada hari yang sama Terdakwa SR dibawa ke kantor polisi di Tsuen Wan untuk di interview dan Terdakwa SR diizinkan untuk bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 300 (tiga ratus Hong Kong dollar) sambil menunggu hari persidangannya.
KJRI memberikan saran, apabila benar Terdakwa SR  saat ditangkap oleh polisi memang sedang membeli makanan kotak untuk dirinya dan hari itu memang bukan hari liburnya Terdakwa SR, maka KJRI menyarankan agar Terdakwa SR meminta kepada majikannya untuk dibuatkan surat pembelaan yang menyatakan bahwa pada hari tersebut Terdakwa SR memang sedang tidak berlibur dan agar majikan menyatakan juga bahwa selama bekerja di rumah majikannya yang bersangkutan telah bekerja dengan baik , dan surat tersebut agar diserahkan kepada Hakim pada waktu persidangan untuk memberikan pertimbangan kepada Hakim dalam menentukan hukuman yang akan dijatuhkan terhadap Terdakwa SR.
Hasil persidangan kali ini telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa SR  yaitu telah melanggar Peraturan Keimigrasian untuk kedua kalinya di Hong Kong karena yang bersangkutan tertangkap sedang berjualan tanpa izin yang sah dari Pemerintah Hong Kong. Selanjutnya berdasarkan alat bukti yang telah diajukan ke persidangan maka Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa SR dinyatakan bersalah  dan oleh karenanya Hakim menjatuhkan hukuman kepada yang bersangkutan untuk membayar denda sebesar HKD 1.000 (seribu Hong Kong dollar   dengan masa percobaan selama  12 bulan.  Dengan vonis tersebut maka Terdakwa SR  tidak perlu membayar denda sebesar HKD 1.000 (seribu Hong Kong dollar)  namun dalam waktu 12  bulan  Terdakwa SR tidak diperbolehkan untuk melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 12  bulan, maka Terdakwa harus membayar denda sebesar  HKD 1.000 (seribu Hong Kong dollar) ditambah dengan hukuman yang baru atas pelanggaran yang telah dilakukannya tersebut.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong