Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Senin, 18 Desember 2017

BMI Dilaporkan Majikan Karena Ketahuan Mencuri Uang Nenek


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa berinisial SH (44 tahun asal Malang) telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 18  Desember 2017 bertempat di Pengadilan Sha Tin.
Terdakwa SH  datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2010  dan telah bekerja dengan 2 majikan di Hong Kong dimana  Majikan yang terakhir tempat Terdakwa SH bekerja berlokasi di Mong Kok.
Pada tanggal 3 November 2017 ketika Terdakwa  SH  hendak menjemput anak majikannya di sekolah, tanpa sengaja Terdakwa  SH melihat ada kunci rumah nenek (ibu dari majikan laki lakinya) dimana karena  merasa terdesak oleh temannya yang sering kali menagih utang kepadanya maka Terdakwa SH sebelum menjemput anak ke sekolahan mampir dahulu ke rumah nenek dan sewaktu di rumah nenek tersebut Terdakwa SH melihat ada uang sebesar HKD 1.200 (seribu dua ratus hongkong dollar) dan  kemudian tanpa berpikir panjang Terdakwa SH mengambil uang tersebut dan kemudian segera meninggalkan rumah nenek untuk menjemput anak majikannya di sekolahan.
Beberapa hari kemudian, Majikan Terdakwa SH melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan pada hari yang sama Terdakwa SH ditangkap dengan tuduhan bahwa Terdakwa SH telah melakukan pencurian di rumah nenek.
Menurut keterangan Terdakwa SH perbuatan mencuri ini bukan untuk pertama kalinya dilakukan mengingat yang bersangkutan  sebelumnya juga pernah melakukan pencurian perhiasan di rumah majikannya dan Terdakwa SH mengakui perbuatannya sehingga  majikan  kemudian menghitung  kerugian yang dialaminya dan meminta Terdakwa SH untuk mengembalikan kerugian tersebut dengan cara dicicil setiap bulan.
Adapun hasil persidangan pada hari ini Hakim hanya membacakan kembali dakwaan terhadap Terdakwa SH  yaitu telah  melakukan pencurian berencana, namun karena kurangnya bukti dari Jaksa Penuntut Umum, maka Jaksa Penuntut Umum memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan guna mengumpulkan saksi, bukti dari rekaman CCTV yang menyatakan bahwa Terdakwa SH telah melakukan pencurian di rumah nenek. Untuk selanjutnya Hakim memutuskan menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SH sampai dengan tanggal 22 Januari 2018.


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong