Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Rabu, 14 Februari 2018

Persidangan Perkara Pelecehan Seksual dan Pemerkosaan BMI oleh Majikannya


Pada tanggal 21 Desember 2017, seorang BMI berinisial SYN datang ke KJRI Hong Kong untuk melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban kekerasan seksual yang telah dilakukan oleh majikan laki-lakinya atas nama TWS terhadap dirinya ;

Berdasarkan Kontrak Kerja Nomor M 136753, Sdri. SYN bekerja dengan majikan atas nama WCK (isteri Terdakwa). Adapun yang bersangkutan mulai bekerja di rumah majikannya tersebut pada tanggal 10 Desember 2017 untuk merawat anak perempuan majikan yang berusia 13 tahun yang mengalami keterbelakangan mental ;
 
Berdasarkan pengakuan Korban, sejak tanggal 10 s/d 18 Desember 2017, korban telah memperoleh perlakuan yang dapat dikategorikan sebagai pelecehan seksual dari majikan laki-lakinya seperti mengusap-usap kepala dan kaki korban saat dirinya sedang tertidur bersama anak Terdakwa di kamarnya ;

Pada tanggal 19 Desember 2017, sekitar pukul 22.00 korban yang sedang tertidur bersama anak majikannya telah ditarik secara paksa oleh Terdakwa untuk berpindah ke kamar tidurnya saat istri Terdakwa belum pulang ke rumah ;
Setelah sampai di kamar Terdakwa, yang bersangkutan berusaha untuk memperkosa Korban namun tidak berlangsung lama terdengar suara dari arah pintu rumah dimana diduga istrinya sedang berusaha masuk ke apartemen sehingga Terdakwa kemudian menyuruh korban kembali ke kamarnya ;

Pada tanggal 20 Desember 2017, sekitar pukul 16.45 Terdakwa  kembali memperkosa korban di dapur apartemennya saat istri Terdakwa tidak sedang berada di rumah ;

Pada tanggal 21 Desember 2017, sekitar pukul 06.30 Korban yang merasa ketakutan kemudian melarikan diri dari rumah majikannya dan melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut kepada pihak KJRI Hong Kong ;

Korban sempat juga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak agen namun agen justru menyarankan untuk tidak melapor ke KJRI Hong Kong, melainkan meminta uang ganti rugi kepada majikan sehingga pihak KJRI Hong Kong kemudian memanggil agen yang bersangkutan untuk memberikan teguran sekaligus meminta agen untuk mengambilkan paspor Korban yang ditahan oleh majikan ;

Kasus ini selanjutnya telah dilaporkan ke Kepolisian Wong Tai Sin pada tanggal 22 Desember 2017 dimana Korban telah mengikuti serangkaian pemeriksaan pada tanggal 22-24 Desember 2017. Pemeriksaan juga dilakukan secara terpisah terhadap Terdakwa dan istrinya. Identifikasi pelaku oleh korban (ID parade) telah dilakukan pada tanggal 28 Desember 2017 dengan didampingi oleh Fungsi Kepolisian dan Protkons KJRI Hong Kong;

Pihak Kepolisian Wong Tai Sin kemudian telah menangkap Terdakwa pada tanggal 22 Desember 2017, sekitar pukul 22.00 untuk selanjutnya memproses kasus ini sampai dengan dibawa ke persidangan di pengadilan ;

Hasil persidangan pada hari ini mengingat Jaksa Penuntut Umum menyatakan bahwa pihaknya masih belum memperoleh hasil tes DNA terkait sperma Terdakwa yang ada dalam celana maupun baju korban maka Hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 14 Maret  2018 dan menyatakan bahwa Terdakwa tetap akan berada dalam tahanan selama menanti persidangan berikutnya.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong