Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 01 Maret 2018

BMI Overstayer Disidang setelah Melahirkan



Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa berinisial AD (36 tahun kelahiran Cirebon) telah dilaksanakan pada hari  Kamis  tanggal 1 Maret  2018   bertempat di Shatin Court lantai  3 court 1;

 Terdakwa AD datang ke Hong Kong pada tahun 2013  untuk bekerja sebagai domestic helper dan telah bekerja dengan 2 majikan yang berbeda dimana majikan terakhir berlokasi di daerah Tai Wai  ;

Selain Terdakwa AD, ada juga  Tenaga Kerja Indonesia lainnya yang sudah bekerja 8 tahun dengan majikan tersebut. Selanjutnya karena Terdakwa AD ini dipandang tidak dapat bekerja sama dengan Tenaga Kerja Indonesia yang lainnya tersebut maka pada tanggal 19 Juni 2017 Terdakwa AD diputus kontraknya oleh majikannya  ;

Pada saat Terdakwa  AD diputus kontraknya oleh majikannya, yang bersangkutan sedang hamil 1 bulan ( hasil hubungan dengan seorang laki laki Indonesia yang datang ke Hong Kong berlibur namun entah dimana sekarang keberadaannya) ; Setelah diputus kontraknya, Terdakwa AD kemudian tinggal bersama teman Indonesia yang memegang paper di daerah Wanchai ;

Pada bulan Februari 2018 Terdakwa AD menghubungi ambulance karena merasa dirinya akan melahirkan dan ambulance membawa Terdakwa AD ke rumah sakit Pamela di Chai Wan.  Petugas rumah sakit yang mengetahui bahwa Terdakwa AD telah overstay di Hong Kong kemudian menghubungi pihak Kepolisian di North Point ;

Setelah Terdakwa selesai melahirkan dan dirawat selama 3 hari di rumah sakit kemudian Kepolisian North Point datang untuk menangkap Terdakwa AD dengan tuduhan bahwa Terdakwa AD telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 7,5 bulan. Terdakwa AD kemudian di bawa ke Kantor Polisi di North Point untuk diperiksa dan di interogasi. Setelah itu Terdakwa AD di minta untuk datang ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay untuk di periksa lebih lanjut dimana setelah selesai pemeriksaan yang bersangkutan di izinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus Hong Kong dollar) sambil menunggu hari persidangannya. Adapun selama Terdakwa AD diperiksa oleh petugas Imigrasi bayinya dirawat di rumah sakit Pamela Chai Wan ;

Selama menunggu hari persidangannya Terdakwa AD beserta bayinya kemudian di tampung di shelter Pathfinder ;

Hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa AD telah mengakui kesalahannya bahwa dirinya telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 7,5 bulan,  sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa AD dinyatakan bersalah dan oleh karenanya yang bersangkutan  dijatuhi  hukuman  dengan pidana penjara selama 14 hari  dengan masa percobaan selama  12 bulan sehingga untuk saat ini  Terdakwa AD  tidak perlu menjalani hukuman penjara selama 14 hari namun dalam waktu 12 bulan  yang bersangkutan  tidak diperbolehkan melakukan pelanggaran atau berbuat kesalahan lagi. Apabila Terdakwa melakukan kesalahan / pelanggaran yang baru dalam waktu 12 bulan, maka Terdakwa harus menjalani hukuman penjara selama 14 hari ditambah dengan hukuman atas pelanggaran yang baru.      

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong