Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Kamis, 08 Maret 2018

Niat Menghibur BMI, 2 Pelawak WNI Dibekuk Polisi



Persidangan 2 (dua) orang pelawak Warga Negara Indonesia berinisial DA (32 tahun kelahiran Banyuwangi) dan YP (Ngawi, 26 Juni 1981) telah dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Maret 2018 bertempat di Magistrate’s Court Shatin Hong Kong lantai 5 court 6. Dalam persidangan tersebut telah dihadiri juga oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong yang didampingi oleh Konsul Kejaksaan serta Konsul Protokol dan Konsuler  ;

Kedua pelawak WNI tersebut ditangkap oleh aparat Imigrasi Hong Kong pada tanggal 4 Februari 2018 pada saat mereka mengisi acara yang diselenggarakan oleh organisasi Buruh Migran Indonesia yang bernama “Hong Kong Solidarity” dalam gedung di daerah Tsim Sha Tsui. Keduanya ditangkap oleh aparat dengan tuduhan telah menyalahgunakan visa kunjungan / visa turis untuk bekerja di Hong Kong. Setelah menjalani persidangan pertama pada tanggal 6 Februari 2018, kedua pelawak tersebut telah ditahan di Penjara Lai Chi Kok sampai dengan persidangan kedua tanggal 7 Maret 2018 ini ;
Sebelum persidangan dimulai pihak KJRI Hong Kong dalam hal ini Konsul Jenderal RI yang didampingi oleh Konsul Kejaksaan diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Sdr. DA dan Sdr. YP bersama-sama dengan Pengacara (Duty Lawyer) yang bernama Mr. ANTHONY P.W. LO dalam rangka untuk menyampaikan pandangan hukum serta arahan kepada kedua WNI dalam menghadapi persidangan;

Pada kesempatan pertemuan tersebut, Konsul Jenderal RI menyampaikan surat dukungan (Mitigation Letter) yang ditujukan kepada Hakim yang akan memimpin persidangan untuk disampaikan melalui Pengacara. Surat tersebut pada pokoknya berisi permohonan kepada Hakim untuk dapat kiranya mempertimbangkan beberapa hal dalam memutus perkara dimaksud sehingga kedua WNI tersebut dapat diberikan hukuman yang seringan-ringannya dan seadil-adilnya ;

Sidang dipimpin oleh Hakim WINNIE LAU YEE WAN, yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris dimana untuk kedua Terdakwa selain didampingi oleh Pengacara juga didampingi oleh seorang penerjemah. Adapun jalannya persidangan adalah sebagai berikut  :

Persidangan diawali dengan pembacaan kembali Surat Dakwaan yang pada pokoknya menyatakan bahwa kedua Terdakwa telah menyalahgunakan ijin tinggal kunjungan singkat yang diberikan oleh Imigrasi Hong Kong dengan bekerja dan menerima imbalan sebagai pengisi acara hiburan yang diselenggarakan oleh komunitas Buruh Migran Indonesia. Atas Dakwaan tersebut, kedua WNI menyatakan mengerti dan memahami isi Dakwaan serta mengakui kesalahannya ;

Hakim selanjutnya memberikan kesempatan kepada pihak Pengacara untuk menyampaikan pembelaan. Pada kesempatan tersebut pihak Pengacara kemudian menyerahkan surat dukungan dari Konsul Jenderal RI kepada Hakim dan selanjutnya menyampaikan pembelaan yang pada pokoknya sebagai berikut  :

Memohon kepada Hakim agar dapat mempertimbangkan surat dukungan sekaligus kehadiran Konsul Jenderal RI beserta beberapa pejabat KJRI Hong Kong di ruang persidangan ;

Memohon agar Hakim berpendapat bahwa perkara ini sebagai perkara dengan keadaan khusus (exceptional circumtances) mengingat apa yang dilakukan oleh kedua Terdakwa tersebut adalah memberikan hiburan kepada para Buruh Migran Indonesia di Hong Kong yang disertai dengan pengumpulan dana untuk kegiatan sosial, sementara uang yang diterima oleh keduanya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama berada di Hong Kong ;

Disampaikan juga bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh para Terdakwa yaitu menghibur para Buruh Migran Indonesia berbeda dengan pekerjaan yang seringkali dilakukan oleh para pelaku pelanggaran sejenis yang dapat mengakibatkan berkurangnya lapangan pekerjaan bagi warga Hong Kong ;
Berdasarkan hal-hal sebagaimana tersebut di atas serta dengan mempertimbangkan sikap kooperatif dari para Terdakwa yang mengakui perbuatannya maka Pengacara memohon kepada Hakim agar dapat kiranya memberikan hukuman percobaan terhadap para Terdakwa ;

Hakim kemudian meminta pandangan kepada Jaksa Penuntut Umum apakah ada kasus-kasus yang ditangani sebelumnya yang memiliki karakteristik yang sama. Terkait dengan pertanyaan dari Hakim tersebut, Jaksa Penuntut Umum menyampaikan bahwa pihaknya pernah menangani kasus serupa dan diberikan hukuman percobaan ;

Setelah mempelajari kembali seluruh dokumen perkara termasuk Mitigation Letter dari Konsul Jenderal RI maka Hakim membacakan Putusan yang pada pokoknya sebagai berikut  :

Bahwa terkait kasus-kasus seperti ini biasanya pihaknya memberikan hukuman minimal 3 (tiga) bulan penjara ; 
Namun demikian dengan mempertimbangkan pengakuan dari para Terdakwa, Mitigation Letter dari Konjen RI serta kondisi khusus sebagaimana disampaikan oleh Pengacara  maka diputuskan bahwa kedua Terdakwa dinyatakan bersalah telah melakukan pelanggaran peraturan Keimigrasian Hong Kong dan oleh karenanya menghukum kedua Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) minggu dengan masa percobaan selama 18 bulan ;

Dengan putusan tersebut maka kedua Terdakwa tidak perlu menjalani hukum nama dalam jangka waktu 18 bulan apabila kedua Terdakwa melakukan pelanggaran lagi maka akan diberikan hukuman atas pelanggaran yang baru tersebut serta ditambah dengan hukuman ditunda selama masa percobaan.
Berdasarkan Putusan Hakim tersebut maka Sdr. DA dan Sdr. YP setelah persidangan selesai langsung dibebaskan dimana keduanya hanya perlu melapor ke Kantor Imigrasi Hong Kong untuk mengambil kembali dokumen Paspor milik mereka serta surat pengantar untuk keluar dari Hong Kong. 

Selanjutnya sambil menunggu proses pemulangan ke tanah air kedua pelawak tersebut ditampung di Wisma Konjen RI Hong Kong ;
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong