Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 13 Maret 2018

Tertangkap Tangan Berjualan Obat-Obatan di Victoria Park, BMI Dijatuhi Hukuman Penjara


Persidangan Warga Negara Indonesia atas Terdakwa berinisial YK (37 tahun, kelahiran Blitar telah dilaksanakan pada hari  Selasa, 13 Maret 2018  bertempat di Sha Tin  Court lantai  3 court 1;

Terdakwa YK  datang ke Hong Kong pada tahun  2014  untuk bekerja sebagai domestic helper dan  bekerja dengan  majikan yang  berlokasi di daerah Tseung Kwan O namun pada tanggal 6 April 2015 Majikan telah memutuskan Kontrak Kerja dengan Terdakwa YK. Selanjutnya karena Terdakwa YK masih berkeinginan untuk mencari majikan baru di Hong Kong dan masih belum meninggalkan Hong Kong hingga batas izin tinggalnya di Hong Kong telah habis maka yang bersangkutan  akhirnya menjadi overstay di Hong Kong selama 2 tahun 11 bulan  ;

Pada tanggal 11 Maret 2018  Terdakwa YK ditangkap oleh Petugas yang sedang melakukan operasi gabungan (Imigrasi, Pamong Praja, Departemen Kesehatan) di Victoria Park Causeway Bay pada saat yang bersangkutan sedang berjualan obat-obatan. Setelah ditangkap Terdakwa YK diminta untuk menunjukkan HKID-nya dan diketahui bahwa Terdakwa YK selain telah berjualan obat-obatan secara ilegal juga telah overstay selama 2 tahun 11 bulan ;

Terdakwa YK pada hari yang sama di bawa ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay untuk diperiksa dan di interogasi, dan pada saat ditangkap obat-obatan yang telah disita oleh Petugas Imigrasi adalah sebagai berikut :
a.            6  paket Paramex
b.            4 paket Pilkita
c.             11 paket Panadol Biasa
d.            3 paket obat ambeien
e.            4 paket Natur-E
f.             7 paket Foldan
g.            3 paket Ponstan
h.            4 paket CTM
i.              9 paket Konidin OBH cair
j.             1 paket Panadol Extra dan 39 macam obat-obatan lainnya

Adapun hasil persidangan pada hari ini, Terdakwa YK mengakui bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong yaitu telah overstay selama 2 tahun 11 bulan serta telah berjualan secara illegal di Hong Kong, sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa YK dinyatakan bersalah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong dan oleh karenanya menjatuhkan hukuman kepada yang bersangkutan dengan pidana penjara selama 2 bulan.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong