Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Jumat, 30 Maret 2018

WNI Terjerat Hukuman Penjara Akibat Memalsukan Paspor dan Dokumen Identitas Hong Kong


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa MD (25 tahun, kelahiran Tegal)  telah dilaksanakan pada hari Kamis  tanggal  29 Maret 2018  bertempat di Shatin Court lantai  5 court 6 ;
Terdakwa MD awalnya datang ke Hong Kong  beserta dengan kekasihnya (pria berkebangsaan China yang bekerja sebagai TKA di Jakarta) pada tanggal 3 November 2017 sebagai turis dengan maksud untuk membuat Paspor di Kantor Imigrasi Hong Kong ;

Terdakwa MD pada tanggal 21 November 2017 telah datang ke Kantor Imigrasi Wan Chai untuk membuat Paspor Hong Kong dan diketahui bahwa dokumen yang merupakan syarat membuat Paspor yang dimilikinya tersebut ternyata palsu dan Terdakwa mengakui di depan petugas Imigrasi Hong Kong sehingga Petugas Imigrasi kemudian memintanya untuk datang ke Imigrasi di Kowloon Bay guna diinterview dan Terdakwa MD diizinkan untuk bail out dengan  membayar uang jaminan sebesar HKD 100 (seratus Hong Kong dollar) dan diminta untuk menunggu sampai dengan hari persidangannya ; 

Pada tanggal 22 November 2015 Terdakwa MD datang ke KJRI Hong Kong untuk konsultasi sekaligus meminta perlindungan hukum terkait  dengan dokumen Akte Kelahiran Hong Kong dan HKID yang palsu yang dimiliki oleh Terdakwa MD. Adapun Terdakwa MD  telah di dakwa dengan 6 dakwaan yaitu :
  •  Terdakwa MD telah menggunakan paspor dengan data yang palsu pada tanggal 23 September 2017
  • Terdakwa MD telah menggunakannya dan mengakuinya bahwa paspor tersebut adalah miliknya pada tanggal 23 September 2017
  • Terdakwa MD  telah menggunakan paspor dengan data yang palsu pada tanggal 3 November 2017
  • Terdakwa MD telah menggunakan dan mengakuinya bahwa paspor tersebut adalah miliknya pada tanggal 3 November 2017
  •  Terdakwa MD telah memiliki HKID palsu
  •  Terdakwa MD telah memiliki Akte Kelahiran Hong Kong palsu
Terdakwa MD menuturkan kisahnya bahwa dokumen tersebut belum pernah digunakan sebelumnya hanya karena desakan dari kekasihnya orang China tersebut yang meminta Terdakwa MD untuk membuat Paspor Hong Kong dimana kekasihnya tersebut memiliki suatu tujuan tertentu. Saat ini Terdakwa sedang dalam keadaan hamil 7 bulan dan tidak memiliki tempat tinggal mengingat kekasihnya tersebut telah meninggalkan dirinya setelah mengetahui bahwa dokumen yang dimiliki oleh Terdakwa MD palsu sehingga sampai dengan saat ini yang bersangkutan masih tinggal di Shelter KJRI Hong Kong ; 
Terdakwa MD telah melahirkan bayi perempuan pada tanggal 1 Februari 2018 , di Pamela Youth Hospital dengan bantuan Path Fander, saat ini akte kelahiran untuk putri Terdakwa MD sedang di proses oleh Panth Fander.Pada persidangan hari ini atas persetujuan dari Pengacara dan Jaksa Penuntut Umum maka dakwaan a-d pada butir nomor 4 telah di batalkan, namun untuk dakwaan memiliki HKID palsu yang bernomorkan Y 141862(9)  dan Akte Kelahiran Hong Kong palsu dengan nomor A 990043 tertanggal 19 November 2012 tetap akan di dakwakan terhadap Terdakwa MD ;
Pada Persidangan hari ini, Terdakwa MD telah mengakui bahwa dirinya telah melanggar Peraturan Ke Imigrasian di Hong Kong dengan kepemilikan dokumen palsu maka Hakim menyatakan bahwa Terdakwa MD telah bersalah dan oleh karenanya Hakim menjatuhkan Hukuman penjara selama 18 bulan, namun karena Terdakwa MD mengakui tuduhan itu maka Terdakwa MD mendapatkan keringan sepertiga dari hukuman itu dan Hukuman menjadi 12 bulan, namun karena Hakim juga memikirkan bayi perempuan yang akan dirawat Terdakwa MD selama masa hukumannya ini maka Hakim mempertimbangkan dan memberikan keringanan 1 bulan , sehingga Terdakwa MD  hanya wajib menjalani hukuman penjara selama 11 bulan.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong