Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Senin, 30 April 2018

2 PMI Pelaku Prostitusi Online Dipidana Penjara


Pada tanggal 30 April 2018, telah dilakukan persidangan atas dua Warga Negara Indonesia dengan inisial DW & YS di Pengadilan West Kowloon.

Terdakwa DW datang pertama kali ke Hong Kong pada bulan Maret  2015, dan bekerja dengan majikan di daerah Yuen Long,  Saat ini Terdakwa DW  masih bekerja dengan majikannya.

Pada tanggal 30 dan 31 Maret 2018 , Polisi Hong Kong melakukan operasi tindakan anti amoral yang mana salah satu anggota CID menyamar sebagai pelanggan yang menghubungi Terdakwa secara online melalui website  B**T***. Terdakwa DW  ditangkap oleh polisi CID yang menyamar setelah dipastikan bahwa Terdakwa DW akan menerima pembayaran sebesar HKD 700 (tujuh ratus hongkong dollar) sebagai biaya untuk melayani pekerjaan seksual. Pada tanggal 30 Maret 2018 Terdakwa DW ditangkap oleh polisi Yuen Long dengan tuduhan sebagai berikut  :


  • Terdakwa DW telah mengiklankan dirinya untuk promosi dalam pekerjaan a moral /prostitusi online ;
  • Terdakwa DW telah melanggar peraturan Ke Imigrasian di Hong Kong, dimana Terdakwa DW yang seharusnya bekerja sebagai Domestic Helper, namun telah melakukan usaha tanpa seizin Imigrasi Hong Kong yaitu telah melakukan pekerjaan Pelacuran ;
Terdakwa DW setelah di bawa ke kantor polisi Yuen Long kemudian di bawa ke Kantor Polisi di Mong Kok guna penyelidikan lebih lanjut , dan kemudian Terdakwa DW di izinkan bail out dengan membayar uang jaminan sebesar HK 1,700 (seribu tujuh ratus hongkong dollar) dan diizinkan untuk pulang ke rumah majikannya sambil menunggu hari persidangannya.

Sementara itu, Terdakwa YS (31 tahun kelahiran Kediri) pada tanggal 30 Maret 2018  ditangkap oleh polisi di daerah Sham Shui Po dengan tuduhan bahwa :

  • Terdakwa YS telah mengiklankan dirinya untuk promosi dalam pekerjaan amoral/prostitusi online ;
  • Terdakwa YS pada saat ditangkap telah melanggar Peraturan Ke Imigrasian di Hong Kong, yaitu telah overstay di Hong Kong selama 2 minggu, sebab Kontrak Kerjanya telah di putus sejak tanggal 1 Maret 2018, namun  batas izin tinggal di Hong Kong hanya sampai dengan tanggal 15 Maret 2018, dan ternyata Terdakwa YS masih juga tidak meninggalkan Hong Kong , sehingga menjadi overstay di Hong Kong selama 2 minggu ;
  • Terdakwa YS telah melakukan Pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong, dimana Terdakwa YS sesuai dengan keputusan dari Ke Imigrasian Hong Kong bahwa Terdakwa YS hanya boleh atau diizinkan bekerja sebagai Domestic Helper, namun Terdakwa YS telah melakukan usaha a moral dengan memberikan pelayanan seksual kepada pelanggan onlinenya ;
Terdakwa YS ditangkap oleh polisi CID yang sama yang telah menyamar sebagai salah satu pelanggan online dengan perjanjian akan membayar sebesar HKD 700 (tujuh ratus hongkong dollar) untuk pelayanan seksual yang diberikannya.

Terdakwa YS dibawa ke kantor polisi di Mong Kok dan di interview, namun Terdakwa YS tidak diizinkan untuk bail out sehingga Terdakwa YS harus ditahan di penjara Tai Lam sampai menunggu hari persidangannya.

Hasil persidangan pada hari ini, kedua Terdakwa DW dan YS telah mengakui perbuatannya dan Hakim menyatakan bahwa kedua Terdakwa dinyatakan bersalah sehingga Hakim memutuskan hukuman penjara selama 2 bulan untuk masing-,masing Terdakwa .  

    


Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong