Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Minggu, 15 April 2018

Diskusi Hukum “Mengenal Kejahatan Seksual" Bagi Pekerja Migran Indonesia di Macau


Sekitar tiga puluh Pekerja Migran Indonesia di Macau berkumpul di Gedung Edificio Riviera Macau, Minggu, 15 April 2018. Mereka dengan seksama menyimak Diskusi Hukum dengan tema “Mengenal Kejahatan Seksual”. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Biro Hukum Pemerintah Macau bekerjasama dengan Organisasi CARITAS Macau. Pada kesempatan tersebut turut hadir juga Konsul Kejaksaan pada KJRI Hong Kong.
Narasumber dalam acara diskusi tersebut adalah Mr. CHEONG WENG HANG dari Biro Hukum Pemerintah Macau. Pada kesempatan tersebut narasumber menyampaikan beberapa ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan Macau terkait dengan kejahatan seksual yang pada pokoknya sebagai berikut  :
  • Berdasarkan peraturan perundang-undangan di Macau Kejahatan Seksual meliputi 3 hal yaitu Perkosaan, Paksaan Seksual dan Pelecehan Seksual terhadap anak-anak yang masing-masing mempunyai ancaman pidana tersendiri bagi para pelaku kejahatan tersebut ;
  • Terkait kejahatan seksual tersebut terhadap pelaku dapat diberikan hukuman yang diperberat apabila memenuhi ketentuan sebagai berikut  :
  1. Pelaku dan korban punya hubungan khusus misalnya orang tua dengan anak-anaknya, kakak adik, atasan bawahan, dll ;
  2. Korban belum genap berusia 16 tahun, tak berdaya, lemah karena sakit cacat jasmani atau jiwanya;
  3. Pelaku mengidap penyakit yang menular dengan hubungan seksual ;
  4. Perkosaan atau perbuatan seksual lain dilakukan oleh 2 orang atau lebih secara langsung dan bersama-sama ;
  5. Menggunakan orang belum dewasa turut serta dalam pertunjukan atau produksi rekaman cabul;
  6. Memproduski, mengimpor, menjual atau mengedarkan  rekaman cabul;
  7. Memiliki rekaman cabul dengan tujuan seperti tersebut di atas.
  • Adanya perubahan peraturan yang dulunya mewajibkan korban kejahatan seksual yang akan melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian harus didampingi oleh pengacara sedangkan sekarang siapa saja yang menjadi korban kejahatn seksual dapat langsung melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian tanpa harus didampingi pengacara.
Para Pekerja Migran Indonesia yang hadir dalam acara diskusi tersebut memberikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan ini karena mereka dapat memperoleh tambahan pengetahuan dan wawasan terkait peraturan yang berlaku di Macau khususnya mengenai bagaimana langkah-langkah yang harus mereka lakukan apabila menjadi korban kejahatan seksual.​
 Baca artikel aslinya di sini
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong