Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Senin, 14 Mei 2018

PMI Ditangkap Setelah Ketahuan Membeli Visa Kerja dengan Majikan Fiktif




Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa NY (34 tahun, kelahiran Kendal) telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 11  Mei 2018  bertempat di Shatin Court lantai  3 court 1.
 
Terdakwa NY datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2010 dan telah berganti beberapa kali majikan di Hong Kong dimana pada tahun 2015  Terdakwa NY telah dikenalkan dengan seseorang oleh temannya yang menawarkan untuk membeli visa kerja dengan membayar seharga HKD 30.000 (tiga puluh ribu Hong Kong dollar) dan menunggu visa di Macau.Terdakwa NY menyetujui tawaran tersebut dimana Terdakwa NY tidak pernah bekerja pada alamat yang tertera pada Kontrak Kerjanya namun yang bersangkutan tinggal bersama dengan teman laki-lakinya berkewarganegaraan Hong Kong yang berjualan Koran di daerah Stanley;

Saat Kontrak Kerja Terdakwa NY telah berakhir  pada tahun 2017, yang bersangkutan kembali ditawari oleh temannya tersebut untuk melakukan renew Kontrak dengan majikan yang sama yang tertera pada kontrak kerja yang terdahulu. Pada tanggal 3 Mei 2018 tiba-tiba datang 6 orang CID datang untuk menangkap Terdakwa NY dengan tuduhan bahwa Terdakwa NY telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu dengan membeli visa dengan majikan yang fiktif  dan kemudian Terdakwa NY langsung dibawa ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay. Setelah petugas selaesai melakukan investigasi, Terdakwa NY kemudian ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya.

Hasil Persidangan pada hari ini, Pengacara yang mewakili Terdakwa NY mengajukan permohonan bail out dengan jaminan sebesar HKD 3.000 (tiga ribu Hong Kong dollar)  namun pihak Jaksa Penuntut Umum berkeberatan dikarenakan menurut Jaksa Penuntut Umum majikan yang tertera pada Kontrak Kerja Terdakwa NY tidak pernah mempekerjakan Terdakwa NY dan pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang serius serta ada kemungkinan jika Terdakwa NY akan melarikan diri dan tidak akan kembali ke persidangan yang akan dating. Terkait dengan permohonan bail out tersebut Hakim selanjutnya memutuskan untuk menolak permohonan bail out dan menunda persidangan sampai dengan tanggal 8 Juni 2018.

Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong