Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI Hong Kong

Selasa, 26 Juni 2018

Hong Kong Tinjau Ulang Pengajuan Paper Seorang Mantan BMI


Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa SS (34 tahun asal Cilacap) telah dilaksanakan pada hari  Selasa  tanggal  26  Juni 2018  bertempat  di Pengadilan Sha Tin.
Terdakwa SS   pertama kali  datang ke Hong Kong pada tahun 2007 dan bekerja  sebagai Domestic Helper  hanya dengan   satu majikan yang bertempat tinggal di  daerah Aplei Chau dimana yang bersangkutan bekerja hanya selama 4 tahun ; 
Pada tanggal 14 Desember 2011  Terdakwa SS telah memutuskan kontrak kerja dengan majikannya, namun sampai dengan batas izin tinggalnya di Hong Kong berakhir Terdakwa SS masih juga tidak meninggalkan Hong Kong sehingga akhirnya menjadi overstay selama 4 tahun ;
Pada tanggal 11 September 2015 Terdakwa SS datang menyerahkan diri ke Kowloon Bay dan telah menjalani beberapa kali pemeriksaan. Selanjutnya Terdakwa SS mengajukan permohonan paper dikarenakan yang bersangkutan belum ingin pulang ke Tanah Air dan  dirinya sedang hamil sebagai hasil hubungan dengan seorang teman laki-laki yang berkewarganegaraan Inggris ;
Pada persidangan hari ini telah dibacakan dakwaan yaitu bahwa Terdakwa SS telah melanggar peraturan Keimigrasian di Hong Kong dengan telah overstay selama 4 tahun. Terhadap dakwaan tersebut,  Terdakwa SS telah mengakui bahwa dirinya telah bersalah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong. Kemudian mengingat masa  status papernya telah berakhir  dan Pemerintah Hong Kong juga telah meminta agar Terdakwa SS mengajukan kembali permohonan papernya, maka Jaksa Penuntut Umum memohon kepada Hakim untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa SS  sambil menunggu surat keputusan dari Imigrasi Hong Kong terkait dengan permohonan  kembali papernya. Atas permohonan dari Jaksa Penuntut Umum tersebut Hakim menyetujuinya dan memutuskan untuk menunda persidangan sampai dengan tanggal 26 September 2018.

Tertangkap Bekerja di Salon Majikan, PMI Dibawa Polisi dan Disidang




Persidangan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa TM (43 tahun, kelahiran Madiun),  telah dilaksanakan pada hari  Senin  tanggal  25 Juni 2018  bertempat  di Sha Tin Court lantai  3 court 1.
 
Terdakwa TM  pertama kali  datang ke Hong Kong pada tahun 2004 dan bekerja  sebagai Domestic Helper  hanya dengan   satu majikan yang bertempat tinggal di  daerah North Point, bahkan sampai saat ini Terdakwa TM masih bekerja dengan majikannya dan Kontrak Kerjanya baru akan berakhir pada bulan Oktober 2018.
 
Pada tanggal 25 Mei 2018 datang  beberapa petugas CID  dengan mengenakan pakaian preman ke tempat salon milik majikannya dimana pada  saat  itu Terdakwa TM sedang melakukan pekerjaannya yaitu membantu majikannya di salon untuk menyapu, melipat handuk dan mencuci handuk salon. Setelah datang, beberapa petugas CID itu langsung menangkap Terdakwa TM  dengan tuduhan bahwa Terdakwa TM telah melanggar Peraturan Keimigrasian di Hong Kong , yaitu telah bekerja serabutan dan tidak sesuai dengan izin pekerjaan yang tertera dalam Kontrak Kerjanya.
 
Selanjutnya  petugas tersebut membawa Terdakwa TM ke kantor Polisi di daerah North Point untuk dilakukan investigasi dan kemudian Terdakwa TM  di transfer ke Kantor Imigrasi di Ma Tau Kok untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut  dimana Terdakwa TM kemudian di tahan di penjara Tailam sambil menunggu hari persidangannya.
 
 Hasil persidangan pada hari ini  Terdakwa TM masih belum memiliki Pengacara yang akan mendampinginya dalam persidangan, sehingga Hakim memutuskan  untuk menunda persidangan perkara atas nama Terdakwa TUKINI sampai dengan tanggal 23 Juli 2018.




Jumat, 08 Juni 2018

PMI Terlibat Jual-Beli Visa Kerja Palsu Dihukum 3 Bulan Penjara


Persidangan lanjutan Warga Negara Indonesia atas nama Terdakwa NY (34 tahun, kelahiran Kendal) telah dilaksanakan pada hari Jumat  tanggal 8 Juni 2018  bertempat di Shatin Court lantai  3 court 1.
 
Terdakwa NY datang pertama kali ke Hong Kong pada tahun 2010 dan telah berganti beberapa kali majikan di Hong Kong dimana pada tahun 2015  Terdakwa NY telah dikenalkan dengan seseorang oleh temannya yang menawarkan untuk membeli visa kerja dengan membayar seharga HKD 30.000 (tiga puluh ribu Hong Kong dollar) dan menunggu visa di Macau.Terdakwa NY menyetujui tawaran tersebut dimana Terdakwa NY tidak pernah bekerja pada alamat yang tertera pada Kontrak Kerjanya namun yang bersangkutan tinggal bersama dengan teman laki-lakinya berkewarganegaraan Hong Kong yang berjualan Koran di daerah Stanley;

Saat Kontrak Kerja Terdakwa NY telah berakhir  pada tahun 2017, yang bersangkutan kembali ditawari oleh temannya tersebut untuk melakukan renew Kontrak dengan majikan yang sama yang tertera pada kontrak kerja yang terdahulu. Pada tanggal 3 Mei 2018 tiba-tiba datang 6 orang CID datang untuk menangkap Terdakwa NY dengan tuduhan bahwa Terdakwa NY telah melakukan pelanggaran Keimigrasian di Hong Kong yaitu dengan membeli visa dengan majikan yang fiktif  dan kemudian Terdakwa NY langsung dibawa ke Kantor Imigrasi di Kowloon Bay. Setelah petugas selaesai melakukan investigasi, Terdakwa NY kemudian ditahan di penjara Tailam sampai dengan menunggu hari persidangannya.

Pada persidangan tanggal 11 Mei 2018, Pengacara yang mewakili Terdakwa NY mengajukan permohonan bail out dengan jaminan sebesar HKD 3.000 (tiga ribu Hong Kong dollar)  namun pihak Jaksa Penuntut Umum berkeberatan dikarenakan menurut Jaksa Penuntut Umum majikan yang tertera pada Kontrak Kerja Terdakwa NY tidak pernah mempekerjakan Terdakwa NY dan pelanggaran ini merupakan pelanggaran yang serius serta ada kemungkinan jika Terdakwa NY akan melarikan diri dan tidak akan kembali ke persidangan yang akan dating. Terkait dengan permohonan bail out tersebut Hakim selanjutnya memutuskan untuk menolak permohonan bail out dan menunda persidangan sampai dengan tanggal 8 Juni 2018. 
Hasil persidangan pada hari ini, telah dibacakan dakwaan terhadap Terdakwa NUR INAYAH dan yang bersangkutan mengakui kesalahannya telah melakukan pelanggaran peraturan Keimigrasian di Hong Kong sehingga Hakim kemudian memutuskan bahwa Terdakwa NUR INAYAH dinyatakan bersalah dan oleh karenanya yang bersangkutan dijatuhi hukuman dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan.

Selasa, 05 Juni 2018

Rayakan Ramadhan, KJRI Hong Kong Kunjungi WNI Bermasalah Hukum di Penjara Tai Lam Centre for Women



Pada hari Senin tanggal 4 Juni 2018 telah dilaksanakannya kunjungan ke Penjara Tai Lam Centre for Women oleh Tim Citizen Service KJRI Hong Kong yang dipimpin oleh Konsul Jenderal RI bersama dengan Konsul Kejaksaan, Konsul Muda Pensosbud serta seorang ustadz telah melaksanakan kunjungan ke penjara Tai Lam Centre for Women dalam rangka memberikan pembinaan keagamaan bertepatan dengan datangnya  bulan Ramadhan 1439 H.
 
 Adapun jumlah Warga Negara Indonesia yang bermasalah hukum di penjara Tai Lam Centre for Women sampai dengan saat ini terdiri dari :

a.    Tahanan          :           17 orang

b.    Narapidana     :           4 orang

     Jumlah           :           21 orang
 



Dalam kunjungan tersebut, Tim Citizen Service KJRI Hong Kong juga melakukan pendataan terhadap identitas para WNI yang saat ini berada di Penjara Tai Lam Centre for Women. Berdasarkan pendataan ulang tersebut, tindak pidana yang dilakukan oleh WNI dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

NO.
TINDAK PIDANA
NAPI
TAHANAN
JUMLAH
1
Narkotika
3
8
11
2
Pencurian
0
1
1
3
Pemalsuan Dokumen
0
1
1
4
ID Orang Lain
1
0
1
5
Paper Kerja
0
1
1
6
BOC (Overstay)
0
4
4
7
Lain-lain
0
2
2
TOTAL
4
17
21

 
Pada kesempatan tersebut, Ustadz  yang hadir telah memberikan ceramah keagamaan sekaligus melakukan dialog dengan para WNI terkait dengan berbagai permasalahan yang mereka hadapi selama dipenjara termasuk dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
 
Secara umum seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di penjara Tai Lam Centre for Women menyambut baik kehadiran ustadz tersebut serta mengharapkan program tersebut dapat dilaksanakan terus tidak hanya di bulan ramadhan.
Selamat Datang di Website Kejaksaan KJRI HongKong